Apa itu “vitamin N “? Psikolog Amerika menyikapi suatu permintaan tertentu dari anak-anak yang ditolak itu menyebutnya sebagai vitamin N yang artinya “No” dalam bahasa Inggris.

Banyak orangtua yang berpikir bahwa dengan sebisa mungkin memenuhi permintaan anak-anak berarti memberi “muka” pada merekan, adalah cara utama dalam menjaga harga diri anak-anak. Padahal, ini tidak sepenuhnya benar.

Karena sepanjang hidup manusia itu tidak akan selalu sesuai dengan keinginan, jadi, yang namanya kegagalan, kesulitan dan kerisauan hati itu adalah hal yang tidak bisa dihindari. Harus menghadapi kegagalan dan tidak patah semangat dalam perjalanan hidup di masa depan, mengubahnya menjadi suatu tantangan. Hanya dengan berpegang pada persiapan mental menghadapi kegagalan, baru berkemungkinan meraih kesuksesan.

Karena itu, jangan memenuhi setiap keinginan anak, harus belajar bisa mengatakan “tidak” pada anak-anak. Dan sikap ini adalah vitamin N, yaitu nutrisi yang mutlak diperlukan anak-anak dalam perjalanan hidupnya kelak.

Ahli psikologi menyarankan, orangtua bisa membuat daftar tabel, menuliskan barang-barang yang diperlukan anak-anak, seperti misalnya mainan, pakaian baru, sepeda, gadget …… mencanangkan dalam waktu satu tahun sesuatu yang mungkin dapat memenuhi kebutuhan mereka. Bangsa Amerika bisa membelikan sekitar 75% barang-barang untuk anak-anaknya.

Barang-barang yang diperoleh anak-anak ini bukan didapat melalui hasil kerja keras atau pengorbanan, melainkan dengan cara manja, menangis dan memohon untuk mencapai tujuannya. Asal tahu saja, cara ini jelas-jelas sedang mendorong anak-anak bahwasannya mereka bisa mendapatkan materi yang dibuthkan tanpa harus menguras tenaga (kerja). Namun, pada kenyataannya, hal ini justru menanamkan bayangan dalam pertumbuhannya pada masa mendatang. “Bisa mendapatkan sesuatu tanpa harus bekerja keras” adalah sikap hidup yang harus kita dihindari. Menurut para ahli, vitamin N itu mutlak diperlukan anak-anak, secara umum, sesuatu yang dibutuhkan yang dikemukakan anak-anak, cukup 25% saja penuhi keinginan mereka, itu juga sudah cukup.

Terhadap anak-anak yang bersikap menurut sekehendak hatinya, maka cara mengatasinya adalah dengan memberi mereka vitamin N, tidak akan mentolerir sekehendak mereka atas permintaan yang tidak rasional. Namun, melarang atau bahkan memukul anak-anak adalah kesalahan yang kerap dilakukan orangtua. Bersikap keras terhadap anak-anak yang masih belia hanya akan membuat mereka keras kepala, yang akan membuat emosi sesaat melonjak menjadi “aksi militer” yang berkelanjutan.

Kalau begitu, lalu bagaimana sebaiknya memperlakukan mereka ? Berikan bimbingan pada mereka ! Misalnya, ketika anak-anak tidak ingin mandi, Anda bisa bermain dengannya permainan “manusia kereta”, biarkan lokomotif dengan ceria berjalan ke kamar mandi ; anak-anak menolak meletakkan kacamata neneknya, Anda bisa berika sebuah buku bergambar yang lucu, dan birakan dia sendiri yang meletakkan kacamata itu ke kotaknya ; anak-anak merengek meminta suatu mainan, kita bisa mengalihkan perhatiannya, misalnya bawa atau ajak ia jalan-jalan di luar atau ke taman untuk bermain, atau belikan sebuah buku yang menarik minatnya dan sebagainya.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular