- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Temani Anak Saat Menghadapi Tekanan Kehidupan

Erabaru.net. Menurut penelitian psikolog, bahwa tekanan yang tepat dapat merangsang potensi individu, mengembangkan perilaku yang baik.

Namun sebaliknya, tekanan yang berlebihan akan menyebabkan kecemasan dan kegagalan terhadap individual.

Dan jika tekanan terus berlangsung secara kontinyu, maka individu akan mulai melawan, menghindarkan diri, yang selanjutnya akan berdampak pada mentalitasnya, menunjukkan perilaku menyakiti diri.

Kondisi terbentuknya tekanan dan besar kecilnya tekanan itu berbeda karena individu yang tidak sama.

Bagi mereka yang menuntut diri terlalu tinggi, ambisius, dan jarang mengalami kegagalan itu, dimana ketika tidak dapat mencapai target yang ditetapkan, atau menganggap performanya tidak dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana harapan orangtua, akan dipandang rendah oleh orang lain, maka hal itu akan memberinya tekanan yang besar, lalu terperangkap dalam perasaan bersalah dan frustrasi.

Jika tidak dapat memperoleh pengertian dari orang tua, apalagi individu berpikiran pendek, maka konsekuensi ringannya akan terperangkap dalam emosi, kemampuan belajar dan performa akademik menurun ; sebaliknya jika parah akan menderita penyakit mental, bahkan mengarah pada kematian.

Anak-anak generasi sekarang tumbun besar pada masa-masa yang tanpa hambatan dan beban hidup yang berarti, sehingga kemampuan mereka dalam memikul beban kegagalan itu sangat rendah.

Jika orangtua menganggap bahwa anak-anak itu sudah dewasa, namun, dengan performa yang buruk lantas menerapkan persyaratan yang ketat, tidak ada kelonggaran sedikitpun demi untuk menghindari performa akademik yang buruk, maka itu adalah pemikiran yang salah !

Semakin anak-anak tumbuh besar, otomatis harga dirinya juga akan meningkat seiring dengan pertumbuhannya, merasa perlu dihargai dan dihormati, terutama ketika mengalami kegagalan, maka kasih sayang, kesabaran, toleransi dan dorongan semangat dari orangtua itu adalah obat terbaik untuk mengatasi luka mereka.

Di lubuk hatinya, dimana oleh karena kasih sayang dan toleransi orangtua akan berubah menjadi dorongan, mendorongnya tampil kembali, untuk mengatasi kesulitan dan memperjuangkan jalan menuju pintu sukses.

Berikut tindakan yang harus dilakukan orangtua ketika anak-anak mengalami tekanan (hasil ujian tidak memuaskan, melakukan kesalahan, saat hatinya terluka, mengalami kegagalan)

Sukses itu tercapai dari hasil akumulasi kerja keras yang tak terbatas oleh waktu, jangan mengharapkan anak-anak harus memiliki performa yang baik dalam waktu singkat, perkenankan ia secara bertahap menuju jalan sukses. Segala sesuatu yang berlebihan dan serba instant itu tidak akan baik hasilnya. (Jhn/Yant)