Jakarta – Departemen Komunikasi dan Informasi menemukan registrasi setiap kartu perdana dari seluruh operator masih tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah melayangkan teguran keras kepada para operator telekomunikasi.

“Ketidakpatuhan operator berupa terjadinya aktivasi kartu perdana tanpa registrasi pelanggan secara benar,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo Ismail Cawidu dalam siaran persnya dilansir di Jakarta, Kamis (26/2/2015).

Menurut dia, ketidakpatuhan penyelenggara telekomunikasi seluler itu terhadap Permen Kominfo Nomor 23 Tahun 2005 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi Pasal 4 ayat (1), (2), (5). Langkah demikian, menindaklanjuti Surat Edaran BRTI Nomor: 161/BRTI/V/2014 tanggal 28 Mei 2014 perihal perintah tindak lanjut penertiban registrasi pelanggan,

Ismail menambahkan akibat ketidakpatuhan sebagaimana dijelaskan pada poin 1, telah terjadi ketidaktertiban di tengah masyarakat yang menimbulkan  ekses negatif di antaranya penipuan, penyebaran fitnah, hasutan, adu domba, teror dan manipulasi jasa telekomunikasi lainnya.

Dia menegaskan menimbang beberapa hal tersebut di atas, BRTI bersama Kementerian Kominfo memberikan teguran keras kepada penyelenggara telekomunikasi seluler. Tidak hanya demikian, selanjutnya tindak lanjut sanksi lainnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku jika operator telekomunikasi tidak menunjukkan itikad baik untuk mematuhi ketentuan registrasi kartu prabayar.

Teguran keras yang dilayangkan berkaitan dengan ketidakpatuhan para operator dalam pelaksanaan registrasi pelanggan kartu perdana prabayar dikenai kepada seluruh operator seluler. Operator tersebut diantaranya Telkomsel, Indosat, XL dan Tri.

“Kita ingin menegakkan law enforcement sesuai Permen No. 23,” jelasnya

Share
Tag: Kategori: TECHNEWS TEKNOLOGI

Video Popular