Jakarta- Polemik atas APBD DKI Jakarta yang terjadi hingga saat ini, warga DKI Jakarta disebut lebih mempercayai kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Kepercayaan warga Jakarta lebih tinggi dibandingkan dengan DPRD DKI Jakarta.
Hasil demikian terungkap dalam survei yang dilakukan oleh lembaga kajian opini dan kebijakan publik, Populi Center dalam waktu 11-15 Maret 2015 di 6 wilayah DKI Jakarta. Jajak pendapat dilakukan dengan tema “Anggaran Siluman di Mata Masyarakat Jakarta.”
“Menanggapi isu dana siluman APBD DKI, 42,6 persen warga Jakarta percaya kepada Ahok,” kata Ketua Populi Center, Nico Harjanto dalam keterangan pers di Jakarta Barat, Kamis (19/3/2015)
Survei menunjukkan porsentase warga mempercayai DPRD DKI Jakarta hanya berjumlah 7,4 persen sedangkan warga yang tidak menjawab atau tidak tahu mencapai 50 persen. Angka ini menunjukkan warga Jakarta lebih mempercayai informasi dari Gubernur DKI berkaitan dengan APBD siluman.
Upaya Gubernur Ahok melaporkan dugaan penyelewengan ke Kejaksaan/Polri/KPK mendapat dukungan dari 25,7 persen warga Jakarta. Usulan agar tetap berdialog dengan DPRD DKI Jakarta mencapai 21,1 persen. Berkoordinasi dengan pusat 17,8 persen, melakukan penyelidikan internal 8,4 persen dan tidak menjawab mencapai 26,1 persen.
Soal kepemimpinan Ahok, sebanyak 70,4 persen warga Jakarta memberikan penilaian puas terhadap kepemimpinan Ahok. Perbandingan dari skala 1 sampai 10, warga yang memberi nilai merah lima ke bawah hanya mencapai 29,1 persen.
Tingginya tingkat kepuasan atas kepemimpinan Ahok, sebanyak 62,7 persen warga Jakarta mendukung Ahok untuk kembali menduduki sebagai Gubernur DKI Jakarta. Warga yang menjawan tidak layak atau harus diganti berjumlah 22,1 persen dan tidak menjawab berjumlah 15,2 persen.
Survei yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi di Jakarta menyebutkan ketika mendengan nama Ahok, jawaban yang disampaikan masyarakat memiliki kesamaan sebagai Gubernur yang tegas, berani, aspiratif, keras, arogan dan blak-blakan.
Menurut Nico, berbagai upaya Ahok untuk memperbaiki proses penganggaran melalui penerapan metode yang lebih menjamin transparansi sangat diapresiasi warga. Kepercayaan tinggi dari warga menjadi modal bagi Ahok untuk mengatasi tekanan dan ancaman dari kekuatan politik formal.
Nico menambahkan kisruh anggaran siluman pada APBD DKI telah membangkitkan harapan baru masyarakat akan datangnya harapan baru masyarakat atas era pemerintahan baru memihak kepada rakyat. “Adanya melawan segelintir politisi dan pejabat pemburu rente proyek dengan jejaring bis jahatnya,” imbuhnya.
Survei Populi Center dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan 1000 responden yang dipilih dengan metode acak bertingkat. Margin of Error 3,09 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen dengan pembiayaan dari Yayasan Populi Indonesia.

Share

Video Popular