Jakarta – Spanduk-spanduk yang dibentangkan praktisi Falun Gong ternyata mendatangkan kegusaran dari delegasi RRT pada KTT Asia Afrika 22-23 April mendatang. Delegasi yang langsung dipimpin Sekjen Partai Komunis Tiongkok (PKT), Xi Jinping, resmi menyampaikan permintaan khusus agar tidak ada spanduk Falun Gong dan aksi aliansi HAM.

Lalu apa pesan-pesan disampaikan oleh praktisi Falun Gong melalui spanduk yang biasa mereka bentang setiap menggelar aksi? Mereka pada umumnya menuntut dihentikannya penindasan terhadap praktisi Falun Gong.

“Praktisi Falun Gong secara damai membentangkan spanduk di mana pun berada di seluruh dunia termasuk di Indonesia adalah menyuarakan agar penindasan Falun Gong oleh rezim PKC segera berakhir,” kata Ketua Himpunan Falun Dafa Indonesia (HFDI) Gatot Machali dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (31/3/2015).

Menurut dia, fakta yang terjadi ribuan bahkan jutaan praktisi Falun Gong di Tiongkok hingga pada saat ini masih terus mengalami penindasan HAM.  Mereka disiksa agar melepaskan keyakinan terhadap latihan Falun Gong dengan prinsip Sejati-Baik –Sabar.

Gatot memaparkan  penyiksaan yang dialami oleh praktisi Falun Gong berlangsung secara keji bahkan banyak yang terbunuh, dan juga diambil organ tubuh mereka. Hingga pada saat ini kasus pengambilan organ secara ilegal sudah jadi isu kemanusiaan secara internasional.

Gatot menyampaikan perasaan miris dan prihatin jika menuruti keinginan rezim Beijing untuk membungkam Falun Gong. Menurut dia, pemerintah Indonesia berarti telah tunduk membela sang pembunuh dan turut melanggengkan penindasan HAM Falun Gong untuk terus berlangsung.

Menurut Gatot, spirit Falun Gong adalah penyelamatan mahkluk hidup secara universal. Dijelaskannya, sejarah semestinya telah memberikan pelajaran bahwa kerajaan Romawi yang begitu kuat akhirnya runtuh seketika karena menindas kaum spritual Nasarni. Gatot mengingatkan jangan sampai bangsa dan negara Indonesia mengalami malapetaka mengikuti rezim anti Tuhan PKT yang bakal tercerai berai akibat menanggung dosa-dosa PKT.

Praktisi Falun Gong Indonesia menyampaikan rasa prihatin jika kemudian pemerintah Indonesia tunduk atas tekanan Partai Komunis Tiongkok. Dia menegaskan Indonesia adalah negara yang berdaulat dan semestinya bebas dari tekanan negara asing.

“Mewakili praktisi Falun Gong di Indonesia dan juga sebagai WNI kami merasa sedih, negara RI yang semestinya berdaulat namun tunduk oleh tekanan intervensi rezim PKT,” kata Gatot

Share

Video Popular