Erabaru.net. Selama para guru itu mengajar dengan sepenuh hati dan perhatian, maka tidak ada siswa yang tidak bisa dibina.

Anak-anak keterbelakangan mental saja bisa dididik dengan baik, apalagi anak-anak yang memiliki kecerdasan normal.

Rasa pencapaian atau prestasi pengajaran guru itu sepenuhnya terletak pada niatnya.

Dalam sebuah seminar guru di kelas tunagrahita atau retardasi mental (kemampuan intelektual yang rendah), saya sempat mengatakan : “Tidak ada siswa yang tidak bisa dididik di dunia ini, yang ada hanya guru yang tidak bisa mengajar”, mendengar itu, suasana di kelas seketika menjadi ramai.

Seorang guru seketika bangkit (dengan ekspresi protes) mengatakan : “Profesor, sudah dua tahun saya mengajar seorang siswa cara memakai celana, kalau siswa itu bukan memasukkan dari selubung celananya, ia selalu memakainya secara terbalik, kadang-kadang bisa memakai celananya dengan benar, tapi itu hanya kebetulan, tidak bisa dikatakan sudah bisa sepenuhnya. Mohon bimbingan profesor.”

Saya merenung sejenak, kemudian saya beritahu guru itu : “Jika memang siswa itu menderita keterbelakangan mental yang parah, bisa disulamkan gambar empat jari tangan di tempat celananya yang untuk pegangan, besarnya seukuran empat jari tangan anak tersebut, lalu, beri petunjuk padanya agar kedua tangannya itu diletakkan di atas jari tangan yang disulam itu saat ia memakai celana, dengan demikian, satu minggu kemudian, seharusnya tidak lagi membuat kesalahan.

Jika keterbelakangan mental siswa itu tergolong ringan atau kategori sedang, bisa disulamkan dua ekor gambar mickey mouse, donald duck, kupu-kupu, bunga atau gambar apa saja yang disukai siswa bersangkutan di tempat genggaman tangannya ketika hendak memakai celana.

Ajarkan padanya agar memegang gambar yang disulam itu ketika memakai celana (anggap saja gambar-gambar itu sebagai hiasan), dengan mengandalkan gambar-gambar itu, sang siswa juga bisa dengan cepat belajar mengenakan celana dengan benar.”

Seorang kepala keluarga bertanya : “Saya mengajar cara memakai sepatu pada anak saya, sejak dari SD kelas satu – tiga, ia masih sering terbalik memakai sepatunya atau memakainya terbalik antara sebelah kiri dan kanan. Bagaimana lagi saya harus mengajarnya ? “

Saya katakan kepadanya : “Letakkan selembar kardus besar dan tebal di depan kursi tempatnya memakai sepatu, kemudian letakkan sepatunya dengan benar di atas kardus tebal itu, lalu buatlah garis tebal di sekeliling sepatunya. Sebelum mengajarinya memakai sepatu, letakkan dengan benar sepatunya sesuai gambar, sehingga dengan demikian ia bisa mengenakan sepatunya dengan benar.”

Ketika para wali murid menemui pembelajaran siswanya buruk atau tidak bisa menyerap pelajaran yang diberikan, lalu dengan serta merta menyalahkan siswa bersangkutan, menyalahkan siswanya malas, buruknya pendidikan dalam keluarga dan sebagainya.

Sebenarnya, para guru itu tidak mencarinya ke dalam, saat dihadapkan dengan kesulitan mengajar, coba pikirkan sejenak, temukan cara bantuan yang sesuai dengan kebutuhan siswa, setiap siswa dapat belajar dengan cepat tugas belajarnya. (Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular