Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan kepada masyarakat bahwa bencana Hidrometeorologi yakni banjir, longsor dan puting beliung masih mengancam hingga pada saat ini. Bencana ini diakibatkan adanya sirkulasi siklonik persisten di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Timur menyebabkan adanya konvergensi.

BMKG menyatakan, terjadinya perlambatan kecepatan angin memanjang di Perairan Utara Aceh, Samudera Hindia Barat Daya Sumatera, Laut Jawa bagian Utara, Laut Halmahera bagian Barat menyebabkan pertumbuhan awan hujan hampir merata di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Kondisi ini memicu banjir, longsor dan puting beliung,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya di Jakarta dilansir, Sabtu (25/4/2015).

Sutopo mengatakan masyarakat diimbau untuk selalu waspada dikarenakan adanya anomali cuaca dalam seminggu terakhir telah menyebabkan bencana hidrometerologi masih dominan hingga awal Mei mendatang. BNPB mengingatkan bencana geologi juga selalu mengancam seperti gempa 5,4 SR pada Jumat (24/4/2015) pukul 12.28 Wib yang terasa kuat di Bolaang Mongondow Selatan. Namun tidak ada kerusakan tapi masyarakat sempat panik.

BNPB melaporkan penanganan darurat puting beliung yang melanda 7 kecamatan di Aceh Timur pada Kamis (23/4/2015) masih dilakukan. Puting beliung melanda Kecamtan Peureulak, Pendawa, Peurelak Barat, Darul Aman, Ranto Peureulak, Sungai Raya, dan Paureulak Timur. Laporan sementara sebanyak 231 KK/623 jiwa terdampak, 83 rumah rusak berat, 147 rumah rusak ringan, dan 2 sekolah rusak.

Peristiwa di Temanggung Jawa Tengah, longsor terjadi Desa Nglamuk, Kec Kaloran pada Kamis (23/4/2015) siang menyebabkan akses jalan Temanggung-Semarang tertimbun tanah dan 5 rumah rusak. Saat yang bersamaan puting beliung juga melanda Desa Dlimuyo, Ngadirejo, Temanggung menyebabkan 7 rumah rusak.

Sedangkan, banjir dan longsor juga terjadi di Kecamtan Ngadirejo, Pacitan yang menimbulkan 10 rumah rusak dan ambrolnya tebing sungai pada Kamis (23/4). Akses jalan Pacitan-Ponorogo di Desa Gemaharjo Kecamtan Tegalombo sempat putus total karena tertimbun longsor dan ambles. Bencana lainnya terjadi di Kelurahan Simpang Tiga dan Kel Tani Aman, Kec Loa Janan Ilir Kota Samarinda Kalimantan Timur, banjir menggenangi ratusan rumah pada Jumat (24/4) pukul 10 Wita.

BNPB melaporkan, banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (24/4/2015) pukul 21.000 wib hingga saat ini masih terus meluas. Penanganan darurat masih dilakukan hinggi Sabtu dini hari ini.
BNPB melaporkan, hujan deras selama empat jam di wilayah klaten bagian utara,dan timur mengakibatkan terjadinya luapan dan jebolnya sungai bloro,anak sungai dengkeng,jumat pukul 21.00 WIB. Akibatnya setidaknya 10 desa,di tiga kecamatan,yakni juwiring dan karangdowo serta pedan, mengalami banjir dengan ketinggian hingga 2 meter.
Hingga Sabtu (25/4/2015) dini haru, Kalak BPBD Klaten, Sri Winoto,masih menyisir desa desa yang terendam baniir dibantu TNI, Polri, SAR, jajaran relawan di Klaten. BPBD Jawa Tengah dan BPBD terdekat seperti BPBD Boyolali, BPBD Magelang, BPBD Sukoharjo, BPBD Karanganyar menyiapkan personil dan logistik peralatan untuk membantu penanganan darurat.

Share
Tag: Kategori: BERITA NASIONAL NATIONAL

Video Popular