Jakarta – Peredaran beras palsu diperkirakan sudah terjadi di Indonesia bersamaan penemuan beras plastik di Bekasi, Jawa Barat. Beras yang dibeli warga ternyata tidak seperti beras lazimnya walaupun secara sekilas hampir tidak jauh berbeda dengan beras asli.

Fakta demikian berdasarkan penuturan seorang warga Bekasi, Jawa Barat yang menyaksikan secara nyata tentang beras palsu itu. Warga yang berprofesi sebagai pedagang makanan itu mengaku dia membeli beras itu seperti biasa di pasar. Harganya pun tidak jauh berbeda dengan harga beras umumnya.

Namun keanehan demi keanehan terjadi ketika dia sudah memasak beras itu untuk dijadikan bubur. Bahkan ketika hendak menanak, wanita yang bermukim di Perumahan Mutiara Gading Timur, Kelurahan Mustika, Bekasi, Jawa Barat itu juga menemu keanehan yang lain.

Kepada sejumlah media, Senin (18/5/2015) wanita yang disapa Dewi itu mengatakan keganjilan pertama dia temui ketika saat hendak memanaskan bubur. Bubur itu sudah dia masak pada malam harinya. Dewi menemukan ternyata bubur itu tidak seperti biasanya tapi seperti belum masak dan berbentuk butiran.

Tidak hanya bubur, saat membuat nasi uduk juga ditemukan keganjilan yang lain. Dewi menemukan ketika saat dimasak beras yang ia masak justru mengeluarkan air. Sebagaimana lazimnya, ketika memasak beras justru menyerap air.

Hal serupa juga ditemukan pada bubur lazimnya, ketika dimasak bentuknya mengental dan menyatu tidak seperti beras yang ia beli baru-baru ini. Keanehan juga dirasakan Dewi ketika mengonsumsi beras plastik ini yang terasa seperti memakan plastik.

“Saat dimakan kayak kita makan plastik,” jelasnya.

Isu beras plastik berasal dari Tiongkok sudah ramai diberitakan beberapa tahun lalu. Beras palsu ini dibuat dari limbah. Bahkan meida di Singapura menyebutkan, beras palsu ini dibuat di Kota Taiyuan, Tiongkok.

Bahkan laporan Weekly Hongkong (2/11/2011) lalu menyebutkan beras plastik yang dijual di Taiyuan, propinsi Shaanxi, Tiongkok. Disebutkan beras palsu ini dibuat dari kentang, ubi jalar dan resin sintetis yang biasa digunakan untuk industri. Resin sintetis ini diketahui bisa menyebabkan kanker jika dikonsumsi. Produksi dengan beras plastik ini diketahui hanya memerlukan biaya yang rendah.

Bahkan beberapa tahun lalu, pejabat Asosiasi Restoran di Tiongkok mengakui bahwa makan tiga mangkuk nasi palsu ini sama saja dengan makan satu kantong plastik. Mereka pada saat itu mengatakan akan melakukan penyelidikan produksi beras palsu itu, namun belum diketahui lebih lanjut.

Produk palsu dari Tiongkok yang ditemukan pada beras bukan produk yang pertama kali menjadi berita menghebohkan masyarakat. Produk palsu dan beracun ditemukan sebelumnya pada susu mengandung melamin.

Share

Video Popular