Teh hijau mengandung kafein lebih sedikit dibanding kopi, tapi cukup untuk menghasilkan efek.(Internet)

Teh hijau adalah minuman paling sehat di planet ini. Di dalamnya sarat mengandung antioksidan dan nutrisi yang memiliki efek yang kuat pada tubuh. Termasuk meningkatkan fungsi otak, mengurangi lemak, memperkecil risiko terkena kanker dan banyak manfaat yang luar biasa lainnya.

Berikut ini lanjutan dari 10 manfaat kesehatan dari teh hijau yang telah dikonfirmasi dalam studi penelitian pada manusia.

4. Antioksidan dalam teh hijau dapat menurunkan risiko dari berbagai jenis kanker

Kanker disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Ia menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Juga telah diketahui bahwa kerusakan oksidatif memberikan kontribusi bagi perkembangan kanker, dan antioksidan dapat memberikan efek perlindungan.

Teh hijau merupakan sumber antioksidan kuat yang sangat baik, sehingga masuk akal jika hal itu bisa mengurangi risiko kanker, diantaranya:

•Kanker payudara: Sebuah metaanalisis studi observasional menemukan bahwa perempuan yang sering minum teh hijau memiliki risiko 22 persen lebih rendah terkena kanker payudara, kanker paling umum pada perempuan.

•Kanker prostat: Dalam sebuah studi menemukan bahwa orang yang minum teh hijau memiliki risiko 48 persen lebih rendah terkena kanker prostat, yang merupakan kanker yang paling umum pada pria.

•Kanker kolorektal: Sebuah studi pada 69.710 perempuan Tionghoa menemukan bahwa peminum teh hijau memiliki risiko 57% lebih rendah terkena risiko kanker kolorektal.

Beberapa studi observasional lain menunjukkan bahwa peminum teh hijau secara signifikan lebih kecil kemungkinannya mendapatkan berbagai jenis kanker.

Hal ini penting untuk diingat bahwa, mungkin ini ide yang buruk jika menambahkan susu ke dalam teh Anda, karena dapat mengurangi nilai antioksidannya.

Catatan : Teh hijau memiliki antioksidan kuat yang dapat melindungi terhadap kanker. Beberapa studi menunjukkan bahwa peminum teh hijau memiliki risiko lebih rendah dari berbagai jenis kanker.

5. Teh hijau bisa lindungi otak saat usia tua, turunkan risiko Alzheimer dan Parkinson

Tidak hanya dapat meningkatkan fungsi otak dalam jangka pendek, akan tetapi teh hijau juga dapat melindungi otak di usia tua.

Penyakit Alzheimer adalah penyakit kemunduran saraf (neurodegeneratif) yang paling umum terjadi pada manusia dan merupakan penyebab utama demensia.

Penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang paling umum kedua dan melibatkan kematian dopamin yang memproduksi neuron di otak.

Beberapa studi uji coba dalam tabung reaksi dan hewan, menunjukkan bahwa senyawa katekin dalam teh hijau memiliki berbagai efek protektif pada neuron, berpotensi menurunkan risiko Alzheimer dan Parkinson.

Catatan: Senyawa bioaktif dalam teh hijau memiliki berbagai efek protektif pada neuron dan dapat mengurangi risiko Alzheimer maupun Parkinson, dua gangguan kemunduran saraf yang paling umum.

6. Teh hijau bisa membunuh bakteri, meningkatkan kesehatan gigi dan menurunkan risiko infeksi

Katekin dalam teh hijau juga memiliki efek biologis lain. Beberapa studi menunjukkan, katekin dapat membunuh bakteri dan menghambat virus seperti virus influenza, berpotensi menurunkan risiko infeksi.

Streptococcus mutans adalah bakteri berbahaya utama dalam mulut. Ia menyebabkan pembentukan plak dan merupakan kontributor utama gigi berlubang dan kerusakan gigi. Studi menunjukkan bahwa katekin dalam teh hijau dapat menghambat pertumbuhan streptococcus mutans. Konsumsi teh hijau dikaitkan dengan peningkatan kesehatan gigi dan risiko karies gigi yang lebih rendah.

Manfaat mengagumkan lain dari teh hijau… beberapa studi menunjukkan bahwa ia juga dapat mengurangi bau mulut.

Catatan : Katekin dalam teh hijau dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan beberapa virus, sehingga dapat menurunkan risiko infeksi dan mengarah pada peningkatan kesehatan gigi, risiko lebih rendah terhadap karies dan mengurangi bau mulut.

7. Teh hijau bisa turunkan risiko diabetes tipe-2

Diabetes tipe-2 adalah penyakit yang telah mencapai proporsi epidemi dalam beberapa dekade terakhir dan kini menimpa sekitar 300 juta orang di seluruh dunia. Penyakit ini meningkatkan kadar gula darah dalam konteks resistensi insulin atau ketidakmampuan untuk memproduksi insulin.

Studi menunjukkan bahwa teh hijau dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar gula darah.

Satu studi pada etnis Jepang menemukan, bahwa mereka yang sering minum teh hijau memiliki risiko 42 persen lebih rendah terkena diabetes tipe-2.

Menurut tinjauan dari 7 penelitian terhadap 286.701 orang, peminum teh hijau memiliki risiko 18 persen lebih rendah terkena diabetes.

Catatan: Beberapa uji coba terkontrol menunjukkan bahwa teh hijau dapat menyebabkan penurunan ringan pada tingkat gula darah. Juga dapat menurunkan risiko berkembang menjadi diabetes tipe-2 dalam jangka panjang. (Ajg/Yant))

Bersambung

Share

Video Popular