Jakarta – Hakim memutusakan Jiang Zemin bersalah dengan melanggar hukum Konstitusi Tiongkok dan Hukum Internasional atas kasus genosida dan pembunuhan massal terhadap praktisi Falun Gong. Kejadian itu terungkap dalam Pengadilan simbolik atas Jiang Zemin sebagai sosok aktor utama penganiayaan Falun Gong di Bundaran HI,Jakarta, Sabtu (11/7/2015).

Sidang simbolik diawali dengan menghadirkan terdakwa utama Jiang Zemin. Diawali dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Saat memasuki persidangan demi persidangan,  hakim menanyakan “Apa Salahnya.” Jaksa menjawab dengan sejumlah pelanggaran yakni penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong mulai pengambilan organ tubuh secara hidup-hidup.

Sidang terus berlanjut, hakim lalu menanyakan “Mana Buktinya.” Jaksa lalu menghadirkan sejumlah tahanan yang pernah ditahan di kamp kerja paksa. Sejumlah bukti juga turut dihadirkan dikaitkan dengan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong.

Setelah dihadirkan sejumlah alat bukti dan kesaksian-kesaksian dari korban kekejaman selama di kamp kerja paksa, pusat cuci otak serta sejumlah penahanan ilegal, hakim lalu memutuskan Jiang Zemin bersalah.

Penganiayaan terhadap Falun Gong mulai dilakukan sejak 20 Juli 1999. Saat itu Sekjen Partai Komunis Tiongkok, Jiang Zemin mulai merintis penindasan terhadap Falun Gong secara menyeluruh.

Ketua Himpunan Falun Dafa Indonesia, Gatot Machali mengatakan hampir 100 juta praktisi Falun Gong di Tiongkok mengalami pelanggaran atas kebebasan berkeyakinan. Tak hanya itu, kebebasan berpendapat serta mengalami penganiayaan keji hingga meninggal dunia menjadi penindasan yang dialami praktisi Falun Gong. Dia  menegaskan Falun Gong tidak terlibat dalam agenda politik atau melawan Tiongkok.

Ditambah lagi keluarga korban terkait, perkiraan konservatif jumlah keseluruhannya melampaui 100 juta orang.  Sejumlah jutaan korban tidak jelas nasibnya dan puluhan ribu lainnya dibunuh untuk menjadi korban pengambilan organ paksa di rumah sakit-rumah sakit militer di Tiongkok.

Penganiayaan terhadap Falun Gong tak berhenti hanya sebatas pada penindasan. Hasutan untuk membangun kebencian dan stigma sesat serta pemberontak juga dilancarkan pendukung Jiang Zemin. Fitnahan lainnya berupa anti sosial dan anti kemanusiaan.  Hasutan kebencian ini tak hanya menyebar di Tiongkok, namun juga menyebar ke seluruh dunia termasuk di Indonesia.

“Falun Gong tidak punya agenda politik, apalagi anti Tiongkok, kami hanyalah mengungkap kejahatan kemanusiaan sistematis dan mengerikan ini,” tegasnya.

Ulah Jiang Zemin bermula pada Juni 1999 membentuk satuan rahasia yang berada di luar dan di atas kerangka hukum yakni “Kantor 610”. Kantor ini bertujuan untuk melaksanakan perintah Jiang Zemin terkait Falun Gong, yaitu: “Cemarkan Reputasinya, Bangkrutkan secara Finansial, Hancurkan secara Fisik.”

Tiga kebijakan tersebut di jenjang bawah telah diinterpretasikan sebagai kebebasan untuk menahan, menyiksa, kerja paksa, genosida, memperkosa dan membunuh praktisi Falun Gong. Bahkan mengambil organ mereka secara hidup-hidup tanpa perlu takut akan sanksi hukum.

Menurut Gatot, pengambilan dan penjualan organ tubuh yang disetujui negara ini adalah kasus yang sangat ekstrem bahkan Hitler dan kamp konsentrasinya tidaklah sepadan dengan kekejaman yang dilakukan oleh Jiang Zemin.

Praktisi Falun Gong di Indonesia berharap kepada seluruh korban akibat penganiayaan Jiang Zemin untuk tidak perlu takut dalam mengajukan tuntutan hukum terhadapnya. Mereka juga menyerukan kepada masyarakat luas, termasuk kepada Kedubes/Konsulat Tiongkok,  untuk mendukung  tuntutan hukum terhadap Jiang Zemin.

Falun Gong, metode kultivasi (pengolahan) jiwa dan raga, mengajarkan prinsip Berbelas Kasih dan Toleransi terhadap sesama. Sejak diberlakukan kebijakan yang menyatakan Mahkamah Agung Tiongkok akan menjamin hak hukum warga negaranya untuk mendaftarkan dan memproses semua tuntutan, kini lebih dari 23.000 tuntutan hukum telah diajukan terhadap Jiang Zemin.

– See more at: http://www.erabaru.net/detailpost/dukungan-penuntutan-jiang-zemin-aktor-utama-penganiaya-falun-gong#sthash.1aKB9vtE.dpuf

Share

Video Popular