Mempermalukan telah lama memegang peran sebagai alat yang ampuh untuk merubah perilaku anak. Ketika dibuat merasa tidak layak, anak-anak biasanya akan berusaha lebih keras untuk menyenangkan orangtua mereka dan memberikan gambaran bahwa cara itu “bekerja” efekitf, namun, perasaan yang tidak dihargai oleh orangtuanya, dapat menimbulkan luka yang mendalam pada anak – anak, sehingga menjadi trauma akan kenangan pahit yang sulit dilupakan, seumur hidupnya.

Terkadang, sebagian orang tua gemar untuk mempermalukan anaknya, khususnya ketika ada orang yang bertamu di rumah. Hal ini dilakukan oleh sebagian orantua, untuk pembenaran diri sendiri dan tidak ingin merasa malu dihadapan tamunya, maka dapat mudah mempermalukan anaknya, jika anaknya melakukan kesalahan.

Ada 3 konsep berbahaya dari mempermalukan anak.

Mengembangkan konsep diri

Konsep diri adalah gambaran dari hal – hal yang kita miliki sendiri dan selalu kita pegang dalam kehidupan sehari – hari seperti :kemampuan, sifat, kualitas, dan perilaku khas kita.

Pada dasarnya, anak-anak pandai untuk melihat sendiri, bagaimana cara dan sikap dari orang tua maupun para pengasuh terhadap mereka. Karena itu, ketika anak – anak secara konsisten mendapatkan pesan buruk seperti : Anak yang “buruk”, “nakal”, atau “bodoh” atau “bertindak seperti bayi”, maka pesan buruk ini segera melekat di hati anak Anda. Konsep diri ini dapat menentukan perilaku dari anak-anak, sehingga anak – anak akan bersikap dan bertindak sesuai dengan apa yang dirasakan dalam hatinya.

Seorang anak yang percaya diri akan berubah menjadi nakal, jahat, serta berperilaku buruk, karena pengalaman pahit ini.

Dalam hal ini, adalah benar adanya, jika sebagian orang tua telah berbuat salah, bersikap dan berucap yang salah, pada anak – anaknya, sehingga merubah karakter menjadi anak yang tidak baik juga.

Akibatnya, prilaku dari orang tua yang gemar memperlakukan anaknya ini, akan mendapatkan rasa malu yang besar dalam upaya untuk mengendalikan sikap dari anak – anaknya yang tidak baik ini.

Solusi mudah

Sebagian orang tua tidak ingin direpotkan dan diganggu oleh sikap dan keberadaan dari anak- anaknya. Dengan cepat orangtua akan memberikan hukuman atau dengan cara mempermalukannya dengan tujuan untuk mendapatkan solusi yang mudah dan kepatuhan dari anak – anaknya.

Sebenarnya, untuk meraih tujuan kepatuhan dari anak, sebagian orantua tidak harus dengan cara yang tidak baik ini.

Dengan berfokus pada sikap yang empati, sabar juga sopan, serta penuh kasih sayang dapat mudah untuk membimbing dan mengajar anak untuk berperilaku yang baik juga. Ini adalah solusi dengan pendekatan yang sehat, tetapi membutuhkan lebih banyak waktu, kesabaran dan usaha juga.

Korban dari perasaan malu

Mempermalukan tidak mengurangi perilaku dari sesorang, namun itu dapat mengurangi harga dirinya. Anak yang terbiasa dipermalukan ini, mungkin dapat menjadi lebih agresif bahkan menunjukkan perilaku yang dapat merusak dirinya sendiri.

Malu dapat menyebabkan anak ini tumbuh menjadi pribadi yang tidak mau bergaul, menarik diri dari pergaulan dalam masyarakat, menjadi terisolasi dan terkucil dari pergaulan dimasyarakat. Selain itu, anak tersebut cenderung tumbuh menjadi pribadi yang suka untuk menonjolkan diri, mengintimidasi, membantah dan obsesif untuk meraih tujuan dalam hidupnya.

Dan ketika rasa malu ini berkelanjutan, dapat berkontribusi untuk penyakit mental bagi anak tersebut juga.(Anai)

Share

Video Popular