Lin Shi-yuan

“Sepatu kedua akhirnya jatuh.” Kamis 30 Juli lalu, mantan wakil ketua komisi militer pusat Tiongkok, Guo Boxiong dipecat dari partai dan dilimpahkan ke pengadilan militer. Menurut majalah “The Diplomat”, Guo Boxiong dan Xu Caihou adalah antek Jiang Zemin, demi mempromosikan mereka, Jiang Zemin tidak segan-segan mendobrak praktik politik ketika itu.

Bersama dengan mantan Wakil Ketua Komisi Militer Tiongkok Komunis Xu Caihou (almarhum-red) yang juga dipecat dari partai semasa hidupnya, boleh dikata Guo Boxiong dan Xu Caihou hampir mengendalikan militer sepenuhnya selama 13 tahun di era kekuasaan Jiang Zemin.

Majalah The Diplomat menuturkan, bahwa selama 10 tahun pertama Jiang Zemin menjabat sebagai ketua komisi militer pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT), yakni pada kurun waktu tahun 1989 – 1999, Jiang Zemin tidak memiliki kekuatan aktual atas militer. Hingga September 1999, Jiang Zemin mulai menunjuk dan menempatkan dua anteknya di lapisan elite militer, untuk membantunya membangun kekuasaan. Salah satu kaki tangannya adalah Xu Caihou, yang merupakaan Wakil Direktur Komite Tetap Polit Biro Komite Pusat PKT kala itu. Sementara kaki tangan lainnya adalah Guo Boxiong, yang merupakan Wakil Ketua Komisi Militer dan Kepala Staf Umum ketika itu.

Menurut analisis “The Diplomat”, jelas kedua orang tersebut tidak akan bisa dengan seketika menjabat sebagai anggota komisi militer pusat PKT tanpa rekomendasi dari kekuasaan Jiang Zemin. Karena pada umumnya, hanya kader pertama dari departemen pertahanan PKT baru berkemungkinan bisa masuk dalam jajaran komisi militer pusat, dan tidak akan menjabat sebagai wakil ketua di komisi terkait. Satu-satunya pengecualian adalah Wang Ruilin, mantan sekretaris pribadi Deng Xiaoping (almarhum), pemimpin tertinggi PKC (Partai Komunis China – sekarang PKT) kala itu.

Dalam beberapa tahun berikutnya, Guo Boxiong dan Xu Caihou terus dipromosikan Jiang Zemin, dan menempati posisi yang semakin strategis. Ketika sidang pleno PKC pada November 2002 silam, Xu Caihou diangkat sebagai direktur di Departemen Politik Umum PKT, Sekretariat Komite Sentral PKT, dan semasa itu, Guo Boxiong menjadi Anggota Komite Sentral PKT, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat PKT. Dan menjelang digelarnya sidang pleno ke-16 tahun 2002 ketika itu, dimana setelah Guo Boxiong mendukung Jiang Zemin meletakkan jabatannya sebagai sekretaris Komisi Militer Pusat, kemudian menjabat sebagai ketua Komisi Militer Pusat PKT.

Pada September 2004, Hu Jintao akhirnya mengambil alih sebagai ketua komisi militer PKT. Sementara Guo Boxiong secara otomatis menjadi wakil ketua pertama di komisi militer PKT, sedangkan Xu Caihou berada di urutan ke-3 (Cao Gangchuan di urutan ke-2). Setelah Jiang Zemin mundur dari jabatannya sebagai ketua di Komisi Militer Pusat, Xu Caihou dan Guo Boxiong tetap setia pada Jiang Zemin di era Hu Jintao.

Majalah “The Diplomat” menyebutkan, bahwa Xi Jinping memutuskan tetap akan menyeret Xu Caihou dan Guo Boxiong ke meja hijau setelah kedua antek Jiang Zemin itu pensiun. Ini mencerminkan tekad Xi Jinping untuk mengakhiri kontrol Jiang Zemin atas militer. Namun, dalam hal menangani korupsi di kalangan militer PKT, ini hanya sebuah langkah awal.

Bayangkan, jika selama 16 tahun di masa lalu itu, dua pemimpin yang paling berkuasa dalam jajaran militer PKT ketika itu semuanya korupsi, lantas, apa ada pejabat yang bersih dalam jajaran militer Tiongkok? (joni/rmat)

 

 

 

Share

Video Popular