Li Wenlong

Media Hongkong mengungkapkan bahwa Departemen Keamanan Publik (DPK) Tiongkok telah mengeluarkan surat panggilan kepada putra Zeng Qinghong, Zeng Wei yang memiliki kekayaan pribadi yang disembunyikan di luar negeri sebesar USD. 5 miliar. Sebelum ini, Xi Jinping telah mengobarkan ‘Pertempuran 5 Wilayah’ untuk menangani kasus kejahatan Zeng Qinghong dan Zeng Wei sudah masuk incaran.

Zeng Wei yang penuh skandal dipanggil oleh DPK

Majalah Hongkong Chengming edisi Agustus mengungkapkan, DPK Tiongkok pada Juli lalu telah mengeluarkan surat panggilan untuk menghadap kepada putra mantan Ketua PKT Zeng Qinghong, Zeng Wei yang kini bermukim di Australia.

Zeng Wei yang pada 2007 bersama dengan rekannya Zhao Junshi mengeluarkan dana RMB. 3.73 miliar untuk mengakuisisi saham perusahaan BUMN Luneng di Shandong yang memiliki nilai buku RMB. 73,8 miliar dengan nilai riil RMB. 110 miliar. Pencaplokan 91.6 % saham perusahaan Luneng tersebut pernah diungkap oleh majalah keuangan ‘Caijing’ pada edisi 2008 dalam artikel yang berjudul ‘Luneng Milik Siapa’.

Media luar negeri Bowen News Agency mengutip sumber yang dekat dengan Komisi Pengawas Kedisiplinan PKT pada 23 Juni lalu mengatakan bahwa Ketua Dewan State Grid Corporation of China, Liu Zhen-ya sudah diinterogasi pihak berwenang berkaitan dengan keterlibatannya dalam membantu keluarga Zeng Qinghong untuk mencaplok Shandong Luneng Group Co., Ltd.

Media tersebut pada 1 Juni dalam pemberitaan mengenai kasus Ketua Eksekutif Hongkong Leung Chun-ying menerima uang dari perusahaan Australia UGL sebesar 50 juta itu juga melaporkan tentang penjualan rumah mewah milik miliarder Tiongkok bernama Xu Jiayin yang terletak di Australia kepada Zeng Wei, putra Zeng Qinghong.

Sebelumnya ada laporan yang menyebutkan bahwa Zeng Wei telah membeli sebuah rumah yang super mewah di Australia seharga AUD. 32.4 juta, ia lalu mengajukan permohonan untuk merenovasi rumah itu senilai AUD. 5 juta yang kemudian ditolak pemerintah daerah di Australia.

‘Oriental Daily’ mengutip sumber yang berasal dari luar negeri menyebutkan, Zeng Wei yang menikahi seorang pembawa acara TV di CCTV pernah menyelenggarakan kontes pemilihan putri cantik di Beijing. Zeng Wei yang sudah bermigrasi ke Australia dalam buku otobiografi penyiar wanita CCTV bernama Chen Bing disebutkan Zeng Wei pernah mengaku dihadapannya bahwa ia bisa memperoleh apa pun yang diinginkan selama ayahnya Zeng Qinghong menjabat sebagai Wakil Ketua PKT yang juga adalah Wakil Presiden Tiongkok.

Laporan juga menyebutkan bahwa Zeng Wei selain memasukkan tangannya ke perusahaan China Shanghai Volkswagen, China Eastern Airlines, Beijing Hyundai Motor Co., Ltd. dan lainnya untuk meraup komisi besar, juga mendirikan sebuah perusahaan pendanaan di Beijing yang memanfaatkan saluran internal untuk meraup keuntungan besar melalui ‘membantu’ perusahaan lain Go Public.

Selain itu, akhir-akhir ini ada isu di luar negeri yang mengatakan bahwa Zeng Wei beserta istrinya terlibat dalam kasus pencucian uang miliaran dolar milik boss property di Harbin bernama Dai Yongge yang sebelumnya berkecimpung dalam usaha perjudian, pelacuran dan obat-obatan terlarang. Ia mengenal Zeng Wei sejak mengembangkan usahanya di Beijing.

Dai Yongge menyuap Zeng Wei dan istrinya Chiang Mei dengan membelikan property termahal dan termewah di Australia, kemudian memberikan secara gratis 40 % saham perusahaan Renhe miliknya kepada Chiang Mei.

Sejak Chiang Mei menjadi salah satu pemegang saham penting perusahaan, Dai Yongge bisa secara leluasa memperoleh proyek pembangunan perkereta-apian di seluruh Tiongkok. Ia bersama Zeng Wei juga mendirikan Bank gelap khusus untuk mengalihkan ke luar negeri kekayaan milik orang-orang kaya dan pejabat Tiongkok. Disinyalir mereka akan menarik komisi 100 juta Yuan untuk keberhasilan setiap pengalihan dana 1 miliar Yuan ke luar negeri. Dan 40 % nya akan masuk pundi pribadi milik Chiang Mei.

Kasus Zeng Wei bisa dijadikan titik terobosan dalam ‘Pertempuran 5 Wilayah’

Majalah Chengming eidisi Agustus juga mengungkapkan bahwa menghadapi masalah surat panggilan kepada Zeng Wei untuk datang ke Tiongkok, Wang Qishan dan Meng Jianzhu mewakili Komisi Pengawas Kedisiplinan PKT dalam percakapan dengan Zeng Qinghong telah mengingatkan agar ia bisa ‘teguh berpihak’ untuk menghindari ‘api membakar diri’.

Orang nomor 2 dari kelompok Jiang Zemin ini merupakan individu paling berambisi dalam Partai, berambisi untuk meraih kekuasaan dan kekayaan, ia dijuluki sebagai ‘penasehat militer’ Jiang Zemin.

Setelah Zhou Yongkang, Xu Caihou dan pejabat tinggi PKT lainnya dipecat, Zeng Qinghong sudah berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Secretchina sebelumnya pernah melaporkan tentang pernyataan perang Xi Jinping terhadap Zeng Qinghong melalui ‘Pertempuran 5 Wilayah’ yang termasuk ‘Perang Melawan Propaganda’, ‘Perang dalam Bidang Keuangan’, ‘Pembersihan dalam Tubuh Instansi Pemerintah’, ‘Penyidikan terhadap Korupsi yang Dilakukan Keluarga’ serta ‘Perang Melawan Pencaplokan Perusahaan BUMN’. Di antara itu, kasus Zeng Wei paling mudah bersinggungan dengan ‘Penyidikan terhadap Korupsi yang Dilakukan Keluarga’.

Media Tiongkok Daratan Caixin pada 4 Juni merilis berita mengenai diperiksanya menantu mantan Gubernur Bank Sentral Tiongkok, mantan Wali Kota Tianjin Dai Xianglong yang bernama Che Feng di Beijing pada 2 Juni. Disebutkan bahwa Che Feng memiliki hubungan dekat dengan Zeng Wei.

Media sebelumnya pernah melaporkan bahwa Che Feng bertindak atas nama perusahaan property Shanghai berhasil menguasai sebidang tanah seluas 26.000 m2 bernilai RMB. 600 juta di samping Hotel Shangrila Shanghai. Tanah tersebut kemudian dijual kepada pihak lain melalui perusahaan pendanaan asing milik Zeng Wei dan meraih keuntungan lebih dari RMB. 6 miliar.

Analis program wawancara VOA percaya bahwa pemeriksaan yang dilakukan Wang Qishan terhadap Che Feng, selain merupakan ancaman bagi Dai Xianglong, juga memberikan tekanan kepada Zeng Qinghong.

Sementara jatuhnya saham di bursa Tiongkok akhir-akhir ini, disinyalir dilakukan oleh tangan-tangan hitam yang bersembunyi di belakang layar yang dengan sengaja baik secara terangan-terangan atau sembunyi-sembunyi melakukan pengrusakan terhadap ekonomi dan keuangan Tiongkok. Selain cucu Jiang Zemin yang bernama Jiang Zhicheng, putra Liu Yunshan bernama Liu Lefei, termasuk putra Zeng Qinghong, Zeng Wei sudah lama bersembunyi di sektor keuangan, mereka itu diduga menjadi aktor-aktor yang melemahkan kekuatan perekonomian Tiongkok.

Dalam artikel Majalah Hongkong ‘Chengming’ edisi Juli dikatakan, Zeng Qinghong sempat marah-marah, berkomentar ngelantur dalam seminar yang diselenggarakan oleh Dewan Pusat PKT (Partai Komunis Tiongkok) pada 30 Juni. Menyampaikan pendapat pribadinya di luar topik bahwa ia sedang menghadapi sebuah problem baru, tekanan yang belum pernah ada sebelumnya. Ia mengatakan bahwa tidak ada ketentuan dalam ‘konstitusi’ dan ‘AD dan ART Partai’ yang melarang putra-putri pejabat tinggi negara untuk berbisnis. Tidak diperkenankan untuk memasuki sektor keuangan, tidak boleh berusaha dan menetap di luar negeri. Namun ketika moderator seminar menginterupsi keluhannya itu Zeng Qinghong langsung meninggalkan tempat.

Berita ini dipandang oleh kalangan luar sebagai keluarga Zeng sekarang sedang stress berat menghadapi pemeriksaan oleh pihak berwenang Tiongkok atas tindak korupsi yang mereka lakukan. (Secretchina/sinatra/rmat)

Share

Video Popular