Reporter Epoch Times: Huang Yun

Beberapa tahun terakhir, tempat suci agama Buddha yakni Biara Shaolin telah berubah menjadi komersil dan tak lagi suci. Kepala Biara Shaolin Bhiksu Shi Yongxin terus menuai gossip yang mencengangkan, mulai dari skandal tertangkap bersama pelacur, ada kamera tersembunyi di dalam kamar tidurnya, punya pacar simpanan di Beijing University, anak luar nikah di luar negeri, tabungan senilai milyaran RMB dan sebagainya, juga kerap mengadakan pertemuan dengan berbagai media massa dalam dan luar negeri. Tanggal 25 Juli lalu, Shi Yongxin lagi-lagi diadukan secara terbuka oleh seorang “murid Biara Shaolin” bahwa ia telah menggelapkan asset Biara Shaolin, mempermainkan wanita sampai melahirkan anak perempuan dan lain sebagainya.

Shi Zhengyi Adukan Shi Yongxin, Banyak Borok Akan Terus Diungkap

Peristiwa seorang murid Biara Shaolin bernama Shi Zhengyi mengadukan Kepala Biara Shaolin Shi Yongxin baru-baru ini telah menjadi sorotan masyarakat. Setelah pertama kali melaporkan Shi Yongxin tanggal 25 Juli 2015 lalu, Shi Zhengyi kembali melontarkan data bukti kedua tanggal 28 Juli lalu, menantang Shi Yongxin melakukan uji garis keturunan anaknya; tanggal 29 Juli malam hari, situs berita Sohu Network mengungkap pengaduan ketiga dari Shi Zhengxin, yang isinya menuding Shi Yongxin tidak hanya diam-diam telah mengalihkan saham perusahaan milik Shaolin kepada kekasih gelapnya, namun juga telah membeli beberapa unit mobil mewah berikut nomor cantik plat kendaraan, dan lain-lain.

Menurut nara sumber, tanggal 26 Juli malam hari, situs resmi Biara Shaolin Songshan merilis data pengaduan yang meminta agar “instansi terkait segera melakukan penyelidikan dan menindak secara hukum penyebar rumor ini”. Meskipun sebelumnya Biara Shaolin telah berkali-kali mengeluarkan pernyataan tegas terhadap “gossip di internet” maupun pengaduan kasus lewat posting internet, namun kondisi kali ini lebih serius, karena si pengadu sangat agresif dan garang, tak lagi menyembunyikan diri, bahkan meninggalkan nomor telepon, menerima wawancara berbagai media, serta terang-terangan menyatakan akan mengungkap lebih banyak lagi fakta.

Kepala Biara Shaolin Shi Yongxin telah dikenal sebagai “CEO Shaolin” hasil binaan PKT, juga dikenal sebagai “bhiksu politik” dan “bhiksu komersil”. Seiring dengan merebaknya berbagai gossip tentang Shi Yongxin mulai dari “skandal sex” dan “uang haram”, membuat mata masyarakat terbuka bahwa selama ini PKT telah merusak agama Buddha di Tiongkok: Biara Shaolin telah menjadi komersil setelah dikendalikan oleh PKT, biara tua berusia ribuan tahun itu telah terjun ke dunia fana berebut kekayaan duniawi, menjadi komersilnya Biara Shaolin membuat biara lain mengikuti cara Shaolin, fenomena bhiksu mata duitan dan cabul makin merajalela, membuat masyarakat kehilangan sekelumit rasa hormat pada biara yang dulunya masih tersisa.

Akte Lahir “Anak Haram” Terungkap, Saham Dialihkan Pada Kekasih Gelap

Rumor seharusnya tidak terkait kehidupan bhiksu, namun Shi Yongxin justru kerap menjadi pemeran utama pada berbagai gossip yang beredar. Tanggal 25 Juli 2015 lalu, seorang informan mewakili Shi Zhengyi dari Biara Shaolin Dengfeng kota Zhengzhou provinsi Henan mempublikasi artikel berjudul “Kepala Biara Shaolin Shi Yongxin Adalah Macan Besar, Siapa Yang Mengawasi?” yang isinya mengadukan Shi Yongxin: “Hari ini kami sebagai murid Biara Shaolin dengan berani mengadukan Kepala Biara Shaolin Shi Yongxin telah melanggar aturan biara dan aturan hukum, agar masyarakat tahu betapa Kepala Biara Shi Yongxin adalah ‘macan’ yang berjubah pemuka agama Buddha, dan dengan ugal-ugalan telah mempermainkan wanita, dengan terang-terangan menggelapkan aset biara, serta mencemarkan nama baik Biara Shaolin”.

Dalam pengaduannya itu Shi Zhengxin menyatakan bahwa Shi Yongxin memiliki status kewarganegaraan ganda dan memaparkan kedua nomor identitasnya. Di internet terdapat posing banyak foto memperlihatkan Shi Yongxin pernah terlibat skandal dengan sejumlah wanita, juga hubungan dwimakna dengan bhikhuni bernama Shi Yanjie, dan dari hasil penzinahan itu melahirkan sejumlah anak. Tanggal 28 Juli, Shi Zhengyi kembali merilis bukti terbaru yakni surat lahir “anak haram” Shi Yongxin bernama Han Jiaen, berikut data pribadi ibu dari anak perempuan itu yang bernama Han Mingjun, dan menantang Shi Yongxin melakukan uji garis keturunan dengan putrinya yang kelahiran tahun 2009 itu. Dalam pengaduan sebelumnya, Shi Zhengyi mengungkap bahwa Han Mingjun itu sebenarnya adalah bhikuni Shi Yanjie. Tanggal 29 Juli 2015 sekitar pukul 12:00, Shi Zhengyi merilis pengaduan terbaru yang mencakup 8 dokumen dalam artikel berjudul “Shi Zhengyi menantang Shi Yongxin Beranikah Menggelar Pembukuan”, dalam artikel itu diungkap mengenai ijin usaha dan informasi keuangan perusahaan Shaolin Joy Ltd., salah satu informasi tersebut menyatakan bahwa Han Mingjun adalah salah seorang dari 2 pemegang saham atas perusahaan Shaolin Joy Ltd.

Ia juga menyatakan, Shi Yongxin telah membeli beberapa unit mobil mewah berikut nomor plat khusus, data terkait mobil mewah tersebut ditandai dengan bolpen merah pada data pendaftaran kendaraan. Shi Zhengyi mengatakan, “Seorang kepala biara dengan upah yang menurut pengakuannya sendiri adalah RMB 700 Yuan (sekitar 1,5 juta rupiah) sebulan, mampu membeli beberapa unit mobil mewah, dimana sekarang mobil-mobil tersebut? Siapa yang menggunakannya? Apakah ini ada kaitannya dengan berhasilnya Shi Yongxin meloloskan diri beberapa kali gugatan selama ini?!” Shi Zhengyi menyatakan, kali ini dirinya harus menanggung tekanan luar biasa besar, ia meyakini Shi Yongxin bisa saja menyuap banyak orang penting dari berbagai kalangan, bahkan mungkin dengan mengancam keselamatan dirinya.

Ia juga mengungkap, kini Biara Shaolin sudah bukan lagi tempat yang dulu didambakannya, biara telah sarat dengan atmosfir sesat, penuh dengan nafsu akan kekuasan, harta dan sex, Biara Shaolin sudah menjadi ajang komersil, dan bukan lagi tanah suci agama Buddha. Di dalam biara penuh dengan intrik dan politik, perebutan kekuasaan dan komersil, Shi Yongxin bahkan meng-outsourcing-kan urusan penyalaan dupa di biara pada pihak luar, setiap tahun keuntungan puluhan juta RMB berhasil diraupnya, pada akhirnya dengan berbagai cara Shi Yongxin menggelapkan dana biara untuk kepentingan pribadi.

Shi Zhengyi juga mengumumkan dua nomor telepon genggam yang disebut-sebut sebagai “nomor sepasang kekasih yang bukan rahasia umum lagi” milik Shi Yongxin dan Shi Yanjie. Shi Zhengyi juga mengatakan, berbagai bukti terbaru mengenai kehidupan cabul Shi Yongxin akan terus diungkap di kemudian hari.

Shi Yongxin Digosipkan Miliki Kekasih Gelap Mahasiswi Beijing University

Beberapa tahun terakhir ini Shi Yongxin terus menerus diadukan. Sejak tahun 2011 lalu, Shi Yongxin pernah diadukan “memelihara mahasiswi Beijing University”. Ia juga disebut-sebut memiliki tabungan senilai USD 3 milyar di luar negeri, juga memiliki vila di Amerika Serikat dan Jerman, serta mempunyai wanita simpanan seorang mahasiswi Beijing University bernama Li Jingqian. Hubungan gelap keduanya menghasilkan 1 putra, ibu dan anak kini berdiam di Jerman. Berita ini bahkan telah dibenarkan oleh German International Radio (Deutsche Welle).

Berita menyebutkan, mahasiswi tersebut adalah salah seorang bunga kampus di Beijing University yang merupakan salah seorang anggota cheerleader aerobic. Keduanya bertemu pada ajang uji pertandingan Wushu untuk Pesta Olimpiade Beijing 2008, kemudian saling mengenal.

Tahun 2011, berita di internet berjudul “Kepala Biara Shaolin Shi Yongxin Tertangkap Basah Di Pelacuran” beredar luas. Tanggal 6 Mei 2011 malam hari, razia “anti-prostitusi” di Henan menangkap basah seorang bhiksu “kelas berat” di pelacuran, meskipun polisi memblokir berita tersebut, namun sudah sempat beredar luas di internet. Tanggal 8 Mei 2011, Biara Shaolin melapor ke pihak kepolisian kota Dengfeng. Polisi menyatakan peristiwa di “pelacuran” “dipastikan ada”, namun kasus itu dianggap sebagai “kasus keamanan”.

Dalam hal seorang biarawan yang melanggar larangan tertinggi yakni “larangan sex”, mengapa justru Bhiksu Shi Yongxin yang menjabat kepala biara Shaolin kerap menjadi pemeran utamanya? Searching di internet memasukkan kata “Shi Yongxin”, atau “kepala biara Shaolin dituding berbuat cabul”, atau “foto kekasih gelap kepala biara Shaolin Shi Yongxin”, atau “siapakah istri kepala biara Shi Yongxin”, atau “Kepala Kuil Shaolin Dituding Gunakan Jasa Penjaja Seks”, atau “sex scandals surrounding Shaolin” dan lain sebagainya.

BERSAMBUNG

Share
Kategori: BERITA TIONGKOK

Video Popular