Oleh: Luo Ya

Pada malam hari, 30 Juli 2015 lalu mantan wakil ketua Komisi Militer Pusat (disingkat: KMP) Partai Komunis Tiongkok (PKT) Guo Boxiong (dibaca: Kwo Pou Siung) dipecat dari keanggotaan PKT dan diserahkan ke Badan Kejaksaan Militer untuk diproses secara hokum. Ia sudah sejak April lalu diperiksa. Setelah itu media-media militer PKT berturut-turut mengeluarkan sikap mendukung kepemimpinan Xi Jinping (dibaca: Si Cin Bing) dan menyebutkan kasus Guo adalah akibat ulahnya sendiri.

Untuk diketahui Komisi Militer Pusat (KMP) PKT sejak 2012 diketuai oleh presiden RRT dan ketua PKT Xi Jinping, yang membawahi 2 Wakil Ketua dan 8 anggota.

Ada pakar politik yang berpendapat, disaat ini Guo Boxiong dilengserkan menandakan Xi telah mendobrak area tabu/terlarang anti korupsi dalam tubuh militer. Xu Caihou dan Guo Boxiong dua jenderal mantan wakil ketua KMP dilengserkan, dipastikan akan menyeret aktor belakang layar mereka yakni Jiang Zemin (Mereka berdua dipercaya dan diangkat oleh Jiang sebagai 2 wakil ketua di KMP ketika Jiang lengser pada 2004 untuk menyandera Hu Jintao sebagai ketua boneka KMP hingga lengsernya Hu pada 2012-red), bahkan jenderal Jia Yanan mantan sekretaris besar dan orang terdekat Jiang juga tidak luput dari pencopotan. Kini evaluasi dan pengkategorian terhadap Jiang Zemin tinggal menghitung hari saja.

Pada malam hari, 30 Juli 2015, media corong PKT mengumumkan, dalam Rapat Biro Politik PKT telah meloloskan deliberasi pemecatan dari keanggotaan partai terhadap jendral Guo Boxiong dan “masalah kasus pelanggaran KKN” tersebut diajukan ke kejaksaan militer. Sejak 9 April lalu ia sudah mulai diperiksa. Hasil pemeriksaan, Guo menyalahgunakan kekuasaannya mengeruk keuntungan pribadi dan bertindak KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), secara langsung maupun tak langsung menerima penyuapan melalui anggota keluarganya.

Pelengseran Guo sebelum 1 Agustus (hari angkatan bersenjata PKT) menandakan tekad Xi Jinping sudah bulat. Media militer mengecam nafsu keserakahan Guo yang tak terbendung yang berdampak buruk di masyarakat. Artikel juga mengakui isu Guo Boxiong diperiksa sudah sejak beberapa waktu ini bergulir di masyarakat. Putra Guo, mayor jendral Guo Zhenggang juga sudah dilengserkan pada Mei lalu.

Wartawan daratan Tiongkok, Chunping menyatakan, masa kejayaan “sang Kodok (atau kintel/bangkong, sebutan populer Jiang Zemin di daratan Tiongkok)” sudah berlalu.

Seorang ahli farmasi daratan Tiongkok, Liu Shilai berpendapat, jika Bo Xilai (politisi senior PKT yang ambisius, mantan menteri perdagangan dan mantan walikota Chongqing, pada 2013 divonis seumur hidup), Xu Caihou (meninggal Maret 2015) dan Guo Boxiong adalah “Macan gembong”, maka partai komunislah “Macan gembong” terbesarnya.

Seorang pengamat situasi aktual dari Beijing, Hua Po ketika diwawancarai reporter Epoch Times menyatakan, keadaan saat ini adalah sangat rumi dan sikonnya sangat serius. Ia berpendapat, kejatuhan Guo Boxiong ini lebih bermakna dan lebih menjelaskan perkara daripada lengsernya mendiang Xu Caihou. Ia menganalisa lebih lanjut, “Seorang Xu Caihou lengser, itu hanya menjelaskan seorang wakil ketua KMP bertindak korup, namun ternyata wakil ketua KMP, dua-duanya terjungkal, itu menandakan seluruh sistem pasukan PKT sudah sangat bobrok, dan harus dibutuhkan menelusuri tanggung jawab pimpinan yang lebih tinggi lagi yakni siapakah yang mengatrol kedua koruptor itu dan menempatkannya di posisi yang demikian tinggi serta berkuasa mengomando pasukan nasional? Saya pikir, ini mau tak mau, suka tak suka, akan melibatkan Jiang Zemin sebagai mentor mereka berdua.” (whs/rmat)

 

 

Share

Video Popular