Kantor berita resmi Xinhua, Tiongkok pada 10 Agustus 2015 melaporkan bahwa pengadilan militer telah menjatuhkan vonis pada persidangan pertama terhadap mantan Wakil Menteri Departemen Logistik Umum Militer, Gu Junshan yang melakukan korupsi, suap, penggelapan, penyalahgunaan kekuasaan, berupa hukuman mati yang pelaksanaannya ditunda selama 2 tahun.

Selain itu, seluruh kekayaan pribadi disita, hak politik dirampas untuk seumur hidup dan mencabut pangkat militernya. Pejabat pengadilan militer mengatakan, jumlah kekayaan pribadi Gu Junshan yang diperoleh melalui korupsi dan terima suap sangat besar sehingga memiliki dampak yang serius. Di samping itu, pelanggaran yang ia lakukan melalui penyalahgunaan dan penggelapan dana juga sangat besar dan serius.

Namun ia memperoleh keringanan hukuman karena bersedia membantu pengadilan mengungkap kasus kejahatan yang dilakukan orang lain. Sehingga ia terhindar dari eksekusi mati langsung, kecuali disitanya seluruh kekayaan pribadinya.

Pejabat tersebut kemudian mengatakan bahwa kasus Gu Junshan cukup kompleks dan serius, pihak yang terlibat cukup banyak dan luas sehingga mempersulit penyidikan dan verifikasi bukti. Karena itu membutuhkan waktu panjang dalam pengusutannya. Pengadilan militer akan melakukan penyidikan terhadap para pihak yang terlihat guna membuat keputusan.

Gu Junshan yang sekarang berusia 58 tahun menjabat sebagai Wakil Menteri Departemen Logistik Umum Militer Tiongkok sejak 2009. Ia kemudian diperiksa oleh pihak berwajib pada 2012 karena keterlibatannya dalam berbagai kasus korupsi.

Gu memiliki hubungan akrab dengan Xu Caihou, mantan Wakil Komisi Militer Tiongkok yang meninggal dunia pada Maret lalu karena kanker kandung kemih. Setelah Gu Junshan tertangkap, ia kemudian yang menyingkap rincian kejahatan yang dilakukan Xu Caihou. Xu akhirnya ditangkap dan kasusnya kemudian diserahkan kepada pengadilan militer pada Oktober tahun lalu, namun Xu keburu meninggal dunia karena kanker. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular