Oleh: Li Zixi

Terjadi ledakan dasyat di terminal peti kemas di pelabuhan Tianjin, Tiongkok pada 12 Agustus sekitar pukul 11:30 malam. Sampai pada keesokan harinya, pukul 05:30 pagi hari, catatan tidak resmi menyebutkan korban meninggal ada 13 orang, 11 orang dalam kondisi kritis, 248 orang korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, 300 orang terkubur hidup-hidup.

Media resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT) melaporkan bahwa ledakan terjadi dalam gudang untuk penyimpanan bahan-bahan berbahaya yang berlokasi dalam zona pengembangan Tianjin Binhai. Ledakan pertama terjadi pukul 23:34:06 dan ledakan kedua terjadi sekitar 30 detik kemudian. Penduduk sekitar lokasi kejadian terkejut oleh suara ledakan dasyat dan merasakan guncangan yang mirip gempa bumi.

Harian ‘Renmin Rebao’ di pagi harinya melaporkan bahwa kejadian menyebabkan 13 orang meninggal, 11 orang dalam kondisi kritis, 248 orang korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Akibat kuatnya ledakan, banyak gedung di sekitarnya mengalami kerusakan berat, termasuk tempat penampungan pabrik asembling mobil Renault yang berjarak tidak jauh dan memarkirkan lebih dari 6.000 kendaraannya di sana. Kabarnya 1/6 jumlah kendaraannya rusak terbakar.

‘Apple Daily’ Hongkong melaporkan, rumah sederhana untuk menampung karyawan perusahaan listrik negara yang sedang dihuni oleh 2.000 orang dan terletak kurang dari 100 meter dari tempat kejadian habis terbakar.

Tukang batu sebuah proyek pembangunan gedung mengungkapkan bahwa 300 orang yang beristirahat dalam bangunan setengah jadi itu tertimbun reruntuhan, terkubur hidup-hidup dalam bangunan yang runtuh. (Secretchina/sinatra/rmat)

https://www.youtube.com/watch?v=33u1RNjAxxM

Share

Video Popular