Oleh: Chen Simin

2 pekan setelah merebaknya rumor, Kepala Biara Shaolin Shi Yongxin akhirnya menghadapi suatu pengaduan yang paling resmi. Sejumlah mantan murid Shaolin membentuk kelompok pergi ke ibukota Beijing mengadukan 10 kejahatan Shi antara lain termasuk perzinahan dan berbagai kejahatan lainnya. Disaat yang sama pemberitaan media massa juga mengobarkan gelombang baru. Situs caixin.com yang selama ini dianggap merupakan media dari kubu Xi Jinping dan merupakan barometer anti-korupsi memuat artikel yang berbobot, menguak fakta pada dunia tentang siapa sebenarnya dalang di belakang Shi Yongxin.

Menurut berita, pada 8 Agustus lalu keenam orang yang pergi ke Beijing mengadukan Shi, termasuk mantan Kepala Pelatih Wushu Shaolin bernama Shi Yanlu, adalah mantan murid atau asisten yang pernah cukup lama bersama Shi Yongxin. Sementara perihal yang diadukan selain mencakup hal yang telah diadukan Shi Zhengyi sebelumnya, juga ada masalah yang belum pernah muncul di internet.

Sebelumnya, pada 4 Agustus lalu, Biro Keagamaan kota Fengdeng pernah menanggapi berbagai pertanyaan dari pihak luar dengan menyatakan “orang yang bernama Shi Zhengyi tidak eksis”. Lalu pada 8 Agustus pihak Biro Keagamaan kota Fengdeng belum mengeluarkan pernyataan atas pengaduan resmi oleh Shi Yanlu dan kawan-kawan, sementara dari pihak Biara Shaolin sendiri masih bungkam. Namun media massa bakal mengobarkan pergolakan baru dengan adanya pengaduan dengan nama asli ini, dalam artikel di situs caixin.com hari itu, diyakini tidak sedikit warga akan dapat menyimpulkan bahwa Shi Yongxin selain piawai berbisnis juga “memperoleh jabatan ngetop berkat nepotisme”.

Uraian paling krusial pada artikel caixin.com adalah, pada 1995 ketika instansi terkait di provinsi Henan tidak setuju namun berkat dukungan Sekprov Henan, Shi Yongxin berhasil menggelar perayaan 1500 tahun Biara Shaolin. 2 tahun kemudian yakni 1997, Shi Yongxin menerima segel resmi Biara Shaolin dari tangan Master Suxi, dan menjadi penanggung jawab utama segala urusan internal maupun eksternal Shaolin. Agustus 1999 Shi Yongxin resmi menjabat sebagai Kepala Biara Shaolin generasi ke-30.

Jadi pada perayaan pada 1995 itu, daripada mengatakan Shi Yongxin berhasil mengukuhkan status Biara Shaolin sebagai tanah suci aliran Buddha Mahayana dan tanah leluhur Zen Buddhisme (sekte yang didirikan di Jepang), akan lebih tepat jika dikatakan Shi Yongxin mengukuhkan status dirinya sendiri sebagai suksesor di Biara Shaolin. Lalu siapa sebenarnya Sekprov Henan pada saat itu?

Caixin.com mengutip otobiografi Shi Yongxin: “Sekretaris provinsi waktu itu Li Changchun (dibaca: Li Jang Juen, jabatan terakhir mantan anggota Komisi Tetap Politbiro Pusat PKT/ Partai Komunis Tiongkok periode 2002-2012) sangat mendukung Biara Shaolin, kerap berkunjung ke Biara Shaolin dan memantau langsung sejumlah masalah di Biara Shaolin.”

Li Changchun kemudian pada 2002 menjadi anggota Komisi Tetap Politbiro Pusat PKT yang terutama menangani bidang propaganda, dengan mengatas namakan kebudayaan Shi Yongxin memanfaatkan Biara Shaolin untuk meraup keuntungan, hubungan kedua tokoh ini cukup dekat. Sebelum Kongres Rakyat ke-18 (November 2012), berita skandal transaksi ilegal kekuasaan dan uang oleh Li Changchun terungkap. Sekarang Shi Yongxin dituding memiliki tabungan senilai milyaran RMB, sulit untuk tidak menyimpulkan tudingan ini tidak akan berujung pada Li Changchun.

Pejabat yang sehari-harinya melakukan perbuatan buruk lalu bersujud / “bertobat” pada Buddha setelah pensiun sangat banyak, tapi “pejabat tingkat negara” yang pernah berkunjung ke Biara Shaolin tidak banyak, bahkan seorang pejabat seperti Li Changchun yang kemudian berdiam di Zhongnanhai pun belum bisa dikatakan berpangkat paling top. Tapi tak banyak pejabat yang mempunyai jabatan lebih tinggi dari Li, siapakah dia?

Salah seorang yang melaporkan Shi Yongxin adalah Shi Yanlu, yang merupakan pelatih utama kelompok bhiksu wushu di Biara Shaolin. Seperti diketahui selama PKT berkuasa, Biara Shaolin merupakan perwakilan Front Persatuan dari “budaya ilmu kebuddhaan” bentukan PKT. Sejak tahun 1993 Shi Yongxin memimpin kelompok bhiksu wushu tersebut berkunjung ke Taiwan, pada masa itu anggota kelompok itu bernama Shi Xiaolong bahkan sempat diorbitkan menjadi bintang film cilik, dan kunjungan itu juga merupakan “pertukaran budaya dan agama” antara RRT-Taiwan yang pertama kalinya setelah 44 tahun PKT berkuasa.

Basis latihan wushu Shaolin ini adalah sekolah wushu Shaolin Songshan yang dibentuk langsung oleh Biara Shaolin, pada laman depan situs internet Biara Shaolin di bagian foto, dari 4 foto yang ditayangkan bergiliran.Slah satunya adalah foto Jiang Zemin sedang menulis kaligrafi bagi Biara Shaolin.

Foto tersebut diambil pada 6 Juli 2004, beritanya adalah dengan status sebagai Kepala Komisi Militer Pusat PKT Jiang Zemin (dibaca: Ciang Ce Min, mantan pimpinan PKT yang pegang kekuasaan riel periode 1989-2012) membawa rombongan melakukan inspeksi ke Biara Shaolin dan disambut hangat oleh Shi Yongxin dan para murid Shaolin. Setelah menyaksikan atraksi kungfu para bhiksu wushu Shaolin, hobby Jiang yang suka menulis kaligrafi tiba-tiba kambuh hendak menulis kaligrafi bagi Biara Shaolin.

Kasus Shi Yongxin yang meletus pada 25 Juli lalu, terdapat suatu latar waktu yang sangat penting, yakni kasus Shi Yongxin dilontarkan segera setelah kasus Ling Jihua dan Zhou Benshun, kemudian ketika Guo Boxiong dilengserkan, media PKT juga menayangkan foto bersama kedua orang itu. Ini mungkin bukan berarti Shi Yongxin terkait pada ketiga kasus tersebut, namun menelusuri sejumlah kasus sebelumnya, mungkin ini merupakan sinyal bahwa mereka merupakan orang-orang sekomplotan/sekubu.

Aksi KKN Shi Yongxin tidak terlepas dari Li Changchun dan Jiang Zemin yang mendukung dari belakang. Dan setelah Jiang Zemin melakukan penindasan terhadap Falun Gong pada 1999, Shi Yongxin juga ikutan memfitnah Falun Gong. Yang dibutuhkan Jiang adalah bhiksu politik seperti ini sebagai tukang gebuk dan berbagai rumor Shi Yongxin selama beberapa tahun ini tidak pernah diusut, jelas ada kaitannya dengan perlindungan dari Li Changchun dan Jiang Zemin. Tapi sekarang berbeda. Rumor Shi Yongxin telah terungkap, ini berarti payung pelindungnya telah tak berdaya.

Selain itu, disaat pemerintah propinsi Dengfeng mencoba melindungi Shi Yongxin dengan dalih “tidak ada pengadu tersebut”, di hari yang sama sejumlah oknum di Asosiasi Buddhis Nasional melontarkan pernyataan di media massa, meskipun asosiasi tersebut pada dasarnya tidak mendapat kepercayaan masyarakat, namun dengan status sebagai asosiasi, ini sama saja dengan pernyataan sikap semi resmi dalam hal pemutusan hubungan.

Apa pun itu, seperti diketahui bersama selama bertahun-tahun Shi Yongxin telah diadukan berulang kali, tapi selalu berhasil lolos, bisa dilihat keunggulan jejaring relasinya. Sekarang situs caixin.com memuat artikel yang menyebut nama Li Changchun, foto berita lawas juga menunjukkan ada sesuatu antara Jiang Zemin dan Shi Yongxin, tak heran penguasa tertinggi turun tangan untuk memeriksa. Kali ini orang yang mengadu ke Beijing tidak ditekan, dan media massa turut membantu dengan memberitakannya, sepertinya di balik kasus ini tidak bisa dibilang tidak eksis lagi konflik politik. Masih bisakah Shi Yongxin lolos kali ini? (sud/whs/rmat)

 

Share

Video Popular