World Gold Council dalam laporan tentang ‘Trend Permintaan Emas Dunia’ yang dirilis baru-baru ini menyebutkan bahwa India dan Tiongkok memiliki dampak yang cukup besar terhadap industri emas dunia. Kedua negara tersebut bersama-sama menyumbangkan penurunan sampai separo permintaan emas dunia. Permintaan emas dengan kepercayaan konsumen memiliki hubungan erat. Saat situasi ekonomi kurang menguntungkan, maka permintaan untuk emas batangan, perhiasan dan koin menurun secara signifikan. Sebaliknya, permintaan akan menguat seiring membaiknya situasi ekonomi.

India akibat hujan lebat di luar musim yang terjadi di kwartal awal tahun serta kekeringan pada kwartal kedua menyebabkan kegagalan panen dan kerusakan lahan pertanian di wilayah pedesaan, sehingga permintaan akan emas menurun tajam. Selain itu, hari baik untuk perkawinan dalam kwartal ketiga ini tidak banyak juga menjadi penyebab menurunnya permintaan emas perhiasan. Dalam kwartal kedua, jumlah permintaan emas India menurun sebanyak 25 % menjadi hanya 154 metrik ton. Dan 23 % di antaranya yaitu 118 metrikton merupakan permintaan emas dalam bentuk perhiasan.

Pelambatan ekonomi Tiongkok menyebabkan penurunan permintaan emas masyarakat Tiongkok. Jumlah permintaan pada kwartal kedua tahun ini menurun 3 % menjadi 216 metrik ton, di antaranya permintaan akan emas perhiasaan menurun 5 % menjadi tinggal 174 metrik ton.

Akibat terjadi krisis utang Yunani, para investor Eropa beralih ke emas untuk mengamankan investasi mereka. Oleh karena itu, jumlah permintaan emas di Eropa meningkat sebanyak 14 % menjadi 61 metrik ton. Permintaan emas perhiasan secara umum juga mengalami peningkatan, seperti Jerman naik 7 %, Inggris dan Spanyol naik 6 %.

Permintaan emas investasi di Amerika juga menguat. Jumlah penjualan retail emas di seluruh Amerika naik 7 %. Permintaan pada kwartal kedua naik 2 % menjadi 26 metrik ton. Kepala informasi pasar World Gold Council, Alistair Hewitt mengatakan, pasar emas global mengalami banyak tantangan di kwartal ini, penurunan permintaan sudah mulai tercermin dari data yang ada. (Secretchina/sinatra/rmat)

Share

Video Popular