Oleh: Zhang Dun

General Manager Hebei Chengxin Co,. Ltd. Zhi Qunshen pada Minggu (16/8/2015) menegaskan bahwa perusahaannya telah menyimpan 700 ton natrium sianida dalam gudang milik perusahaan logistik internasional Ruihai yang berlokasi di area pelabuhan Tianjin, Tiongkok yang meledak dahsyat pada Rabu (12/8/2015) malam lalu.

Media Daratan ‘Beijing News’ melaporkan, general manager Hebei Chengxin telah membenarkan informasi tersebut kepada reporternya pada 16 Agustus 2015 sore hari, mengatakan bahwa 700 ton bahan itu adalah untuk diekspor melalui pelabuhan laut Tianjin.

Manajer kantor perusahaan Hebei Chengxin Wang Jianfang dalam wawancara dengan media ‘China News Service’ mengakui bahwa sekitar seminggu sebelum kejadian, perusahaannya secara bertahan telah memasukkan total 700 ton natrium sianida ke gudang milik perusahaan logistik Ruihai yang berlokasi di area pelabuhan Tianjin. Namun ia belum dapat memastikan seberapa banyak dari bahan itu yang sudah dikapalkan dan berapa yang masih berada dalam gudang karena petugas gudang yang bersangkutan sampai sekarang belum ditemukan atau hilang kontak.

Menurut Wang bahwa 700 ton bahan itu dikemas dalam drum besi sesuai permintaan importir, tetapi kebanyakan yang berukuran 50 kg per drum. Perusahaan Hebei Chengxin baru sekitar 1 tahun mempercayakan pengiriman bahan berbahaya itu kepada konsumennya melalui perusahaan Ruihai.

Pabrik bahan kimia Hebei Chengxin Co., Ltd. didirikan pada 1990. Memproduksi sekitar 80 jenis bahan kimia termasuk natrium sianida (kalium) yang disalurkan untuk industri obat-obatan, pestisida, aromatik dan sebagainya.

Namun perusahaan Ruihai tidak hanya memiliki latar belakang politik yang kental juga memiliki hubungan langsung dengan faktor militer Tiongkok. Demikian berita yang dilaporkan oleh media asing.

Boss di belakang layar perusahaan Ruihai masih merupakan kerabat dekat salah satu anggota komite sentral PKT (Partai Komunis Tiongkok) Zhang Gaoli yang pro Jiang Zemin. Orang dalam mengatakan bahwa perusahaan itu sesungguhnya disetir oleh kerabat Zhang dari belakang melalui para pengurusnya yang terdiri dari para ‘profesional’. Kerabat Zhang tersebut telah memanfaatkan kesempatan sewaktu Zhang Gaoli berkuasa di Tianjing pada masa lalu untuk mengantongi ijin pengelolaan gudang dan ekspedisi untuk bahan-bahan kimia dalam pelabuhan Tianjin, dengan tanpa perlu melalui pengawasan dari departemen lingkungan hidup.

China Poly Group Corporation adalah perusahaan yang dimiliki oleh militer Tiongkok, perusahaan ini juga menyimpan sejumlah bahan berbahaya dalam gudang milik perusahaan Ruihai. Sudah banyak diketahui orang bahwa Poly Group merupakan ‘tempat main’ Xu Caihou dan Guo Boxiong, kedua mantan wakil ketua komite sentral PKT yang sudah dipecat.

Media Daratan mengungkapkan bahwa dalam gudang Ruihai yang meledak itu tersimpan sejumlah besar bahan-bahan berbahaya, mudah meledak seperti nitroselulosa, kalsium nitrat, kalium nitrat, amonium nitrat, 4,6-dinitro-o-tert-butylphenol, 2,4-dimetilanilin, juga bahan yang mudah meledak atau terbakar bila terkena air seperti kalium, natrium, kalsium, magnesium dan lainnya.

Kabarnya, meledakkan gudang untuk menghilangkan jejak setelah gagal membunuh Xi Jinping

‘Bowenpress’ mengungkapkan bahwa peledakan memiliki hubungan erat dengan usaha pembunuhan Xi Jinping yang gagal, untuk itu mereka memilih meledakkan gudang penyimpan bahan industri militer (produk militer). Menurut sumber berita bahwa dalam gudang itu tersimpan dalam jumlah besar bahan-bahan mudah terbakar dan meledak yang dimiliki oleh pihak militer dan perusahaan sipil seperti potasium nitrat, natrium nitrat, amonium nitrat, dan toluena dan lainnya. Sesuai jadwal, penyimpanan produk akan berakhir pada paro kedua tahun ini, sehingga harus dikeluarkan dari gudang untuk digunakan.

“Diledakkan dengan maksud untuk menghilangkan jejak”, demikian ungkap sumber.

Rencana mereka semula adalah akan menggunakan bahan-bahan itu untuk meledakkan KA jurusan Tianjin – Beijing yang biasanya akan ditumpangi oleh para pejabat senior PKT setelah usai pertemuan Beidaihe. Namun, entah bagaimana pihak pejabat PKT tiba-tiba mengubah jadwal sehingga di luar dugaan rahasia menjadi bocor dan kepalang tanggung diledakkan saja untuk menghilangkan jejak.

Media asing ‘Jasmine’ dalam artikelnya yang berjudul ‘Peledakan Dasyat di Tianjin adalah Serangan Teror terhadap Xi Jinping’ menyebutkan, bahwa menurut teori konspirasi bahwa peledakan dahsyat di Tianjin tak lain adalah produk sampingan dari perebutan kekuasaan pejabat senior dalam internal PKT. Diciptakan oleh pihak PKT yang tidak bertanggung jawab untuk mengancam, mengintimidasi dan menciptakan kesulitan kepada rezim penguasa dengan tujuan supaya Xi Jinping mau menyerah dan melakukan kompromi politik. Peledakan selain digunakan untuk menciptakan efek dakwaan terhadap Xi tetapi juga menimbulkan kengerian manusia.

Sumber yang dekat dengan Zhongnanhai memberitahu Epoch Times bahwa 2 malam sejak peledakan pada 12 Agustus 2015 lalu itu, Xi Jinping tidak bisa tidur. Namun untuk sementara ini, Jiang Zemin bersama putranya sudah dapat dikuasai oleh pihak Xi. Xi Jinping rupanya dipaksa untuk turun tangan oleh Jiang melalui ledakan tersebut. Dalam perburuan ‘harimau’, Xi sebenarnya ingin melangkah secara berhati-hati, namun langkah sekarang terpaksa dipercepat. Xi Jinping bisa jadi menangkap lebih dulu Jiang Zemin daripada Zeng Qinghong. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular