Jakarta – Delegasi RRT yang dipimpin oleh Presiden Tiongkok, Xi Jinping saat hadir pada Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat ternyata lebih mengkhawatirkan spanduk falun gong pada 22-23 April mendatang. Bahkan delegasi RRT meminta tidak ada yang membawa spanduk falun gong termasuk adanya aksi demonstrasi aliansi HAM.

Secara terminologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, Jakarta, Edisi Ketiga, 2002, menulis, bahwa spanduk adalah kain rentang yang berisi slogan, propaganda, atau berita yang perlu diketahui umum.

Spanduk sejatinya merupakan hal yang lumrah dibawa oleh setiap masyarakat di Indonesia, ketika mereka menyampaikan aksi pendapat di muka umum. Pesan yang disampaikan warga beragam, mulai tolak kenaikan harga BBM, naikkan gaji buruh, naikkan gaji guru, tegakkan HAM dan sebagainya.

Bahkan lembaga dan instansi pemerintahan di Indonesia sudah terbiasa melakukan sosialisasi program mereka dengan membentangkan spanduk di tempat yang bisa dilihat oleh masyarakat ramai. Tidak hanya itu, aparat polisi menjadikan spanduk untuk melakukan sosialisasi seperti ketaatan berlalu lintas.

Tidak hanya soal aksi demonstrasi, spanduk dengan mudah ditemukan dimana-mana di komplek warga. Masyarakat Indonesia sepertinya sudah akrab dengan spanduk seperti memperkenalkan usaha mereka mulai jualan nasi goreng, ayam goreng dan pecel lele.

Lalu seperti apa dan apa pesan yang disampaikan oleh praktisi falun gong dengan spanduk yang mereka bentang? berdasarkan dokumentasi yang diperoleh Erabaru.net, memang praktisi Falung Gong di Indonesia rajin menggelar aksi mereka di berbagai daerah di Indonesia. Seperti di Surabaya, Medan, Bali, Jakarta, Semarang, Batam, Tanjung Pinang, Yogyakarta dan kota-kota lainnya.

Praktisi Falun Gong dalam berbagai kegiatan, mereka sudah sering membentang beragam spanduk untuk menyampaikan pesan-pesan mereka agar diakhiri penindasan praktisi Falung Gong. Mereka umumnya lebih sering dengan hanya berdiri sambil memegang spanduk tanpa mengeluarkan suara-suara teriakan sebagaimana demonstrasi umumnya.

Spanduk yang mereka bawa beragam, “Stop Perampasan Organ Praktisi Falun Gong di China. Stop Forced Live Organ Harvesting in China,” pesan ini sudah biasa mereka bawa dalam kegiatan mereka.

Dalam aksi mereka spanduk bertuliskan “SOS The Persecution of Falun Gong in China,” juga sering mereka bentangkan. Seperti aksi mereka yang rajin digelar di Kedubes RRT di Jakarta sedangkan praktisi falung gong hanya terlihat mulai bermeditasi di belakang spanduk .

Praktisi Falun Gong juga sudah terbiasa membawa spanduk yang bertuliskan, “Di China rezim komunis membunuh dan menjual organ praktisi falun gong kepada pasien yang transpalansi di China.”

Share
Kategori: NATIONAL

Video Popular