Jakarta – Pencalonan Komisaris Jenderal Badroedin Haiti sebagai Kapolri diperkirakan akan berjalan mulus di DPR, setelah seluruh fraksi di DPR RI menerima alasan pencalonan nama baru Kapolri. Kabar yang beredar menyebutkan Komjen Budi Gunawan akan dinobatkan sebagai Wakapolri.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan pencalonan Kapolri tetap melalui mekanisme yang ada di DPR yakni melalui Komisi III DPR RI. Hanya saja alasan yang disampaikan oleh Presiden sebagai pertimbangan untuk melanjutkan proses menerima atau menolak usulan presiden. “Itu kembali kepada Komisi III DPR RI,” kata Fahri di komplek Parlemen, Selasa (7/3/2015).

Menurut dia, Badan Musyawarah (Bamus) sudah menjadwalkan agenda pemilihan Kapolri hanya saja ditindaklajuti secara penuh oleh Komisi III DPR RI. Dia menambahkan, rapat konsultatif dengan Presiden beberapa waktu merupakan insisiatif pimpinan setelah menerima masukan dari Badan Musyawarah DPR.

Fahri mengatakan apa yang disampaikan oleh Presiden dalam rapat konsultatif dengan pimpinan DPR tidak perlu dibahas dalam paripurna DPR. Ditambahkannya, konsultatif bukan sebagai produk atau hukum dan hanya sebatas referensi bagi setiap fraksi partai politik.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat, Ruhut Sitompul mengatakan Komisi III DPR RI akan mengagendakan proses penentuan Kapolri dan diharapkan akan berlangsung dalam waktu cepat. Menurut dia, tahapan-tahapan selanjutnya juga akan dibahas seperti pertanyaan-pertanyaan kepada calon Kapolri baru.

Menurut Ruhut, seluruh Fraksi di DPR RI sudah setuju pencalonan kembali Kapolri baru yakni Badroedin Haiti. Dia mengakui sudah mendengar adanya isu pencalonan Budi Gunawan sebagai Wakapolri, namun demikian dia menyerahkan kepada presiden untuk menentukan Wakapolri.

“Saya juga belum tau itu, BG orang baik, saya acung jempol karena dia selesai cepat, kita serahkan kepada Presiden,” kata Ruhut.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem, Patrice Rio Capella mengatakan pihaknya tidak ada persoalan dengan pencalonan Komjen Badroedion Haiti sebagai calon Kapolri termasuk pencalonan Budi Gunawan sebagai Wakapolri. Apalagi Komjen Budi Gunawan sudah melalui tes uji kelayakan di DPR RI.

“Kita mencari win-win solution, kita menyarankan kepada Presiden mempertimbangkan Budi Gunawan sebagai Wakapolri ketika BH menuju Kapolri,” kata Capella.

Menurut dia, pihaknya mendorong pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Wakapolri dikarenakan sosok Budi Gunawan dinilai memiliki kompetisi menempati posisi sebagai Wakapolri.

Sosok Budi Gunawan, menurut Capella, menerima dengan kebesaran hati setelah batal dilantikan sebagai Kapolri dan pengajuan nama baru sebagai Kapolri. Menurut dia, jika ini dapat berjalan dengan baik kedua sosok memiliki kompetisi untuk menduduki posisi mereka masing-masing.

Dia membantah jika nanti Komjen Budi Gunawan diusulkan sebagai Wakapolri merupakan tindakan yang dilakukan untuk tetap mempertahankan Komjen Budi Gunawan di lembaga kepolisian. Hal demikian bersamaan dengan statusnya sebagai tersangka sudah dicabut dalam putusan sidang Pra Peradilan.

Patrice menambahkan wewenang penentuan Wakapolri berada di tangan Presiden dan Dewan Kepangkatan (Wanjak) di lembaga kepolisian itu. Oleh karenanya, Kapolri baru diharapkan nantinya mempertimbangkan Komjen Budi Gunawan sebagai Wakapolri sebagai solusi yang terbaik.

Presiden Joko Widodo batal melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Namun demikian, Pra Peradilan Pengadilan di Jakarta Selatan mencabut tersangka Komjen Budi Gunawan. Meski demikian, Presiden Jokowi mencalonkan nama baru sebagai calon Kapolri yakni Komjen Budi Gunawan.

Share
Kategori: NATIONAL

Video Popular