Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menanggapi serius atas investigasi Asociated Press (AP) yang menemukan adanya perbudakan kapal ikan di perairan Maluku yang melibatkan PT Pusaka Benjina Resources (PBR).

“Artikel AP adalah bukti nyata yang tidak dapat dibantah bahwa praktik IUU Fishing adalah hal yang serius,” kata Menteri Susi dalam semiloka ”Penguatan Penegakan Hukum di Bidang Kelautan dan Perikanan” di Jakarta kemarin.

Investigas AP yang berlangsung setahun itu, Susi menegaskan bahwa perusahaan perikanan yang melakukan IUU Fishing tentunya tidak akan segan melakukan praktik ilegal lainnya seperti yang diungkapkan oleh kantor berita AP.

Terkait kasus perbudakan Anak Buah Kapal P.T. PBR di Pulau Benjina, Susi menegaskan bahwa KKP tentunya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi pemerintah terkait untuk membantu menegakkan hukum dan menjaga kedaulatan di atas laut Indonesia.

Susi berharap polisi dan pemda setempat bisa mengawal penindakan kasus di Benjina. Dia memberikan apresiasi upaya Kementerian Luar Negeri khususnya Duta Besar RI di Bangkok yang mengawal kasus ini di Thailand.

Dalam pernyataan Menteri Susi kepada petinggi lembaga keamanan dan kelautan, Susi menegaskan pemberantasan praktik perikanan ilegal, tidak tercatat dan tidak teregulasi (IUU Fishing) adalah fokus pemerintah.

Susi menyampaikan IUU fishing adalah kendaraan dari kejahatan lainnya seperti penyelundupan barang termasuk narkoba, serta perdagangan manusia dan perbudakan. Apabila berantas IUU fishing, maka juga berandil dalam memberantas kejahatan-kejahatan tersebut.

P.T. Pusaka Benjina Resources (PBR) adalah perusahaan yang disebutkan dalam laporan investigasi Associated Press bertajuk “Are slaves catching the fish you buy?” pada 25 Maret 2015. Perbudakan ini melibatkan ratusan warga Myanmar di Benjina, Maluku.

Dalam laporannya, Associated Press menyebutkan warga Myanmar itu didatangkan dari Thailand. Mereka kemudian dipekerjakan secara paksa dan tindakan tidak manusiawi. Keberadaan PBR disebutkan turut menaungi kapal penangkap ikan di Thailand.

Share
Kategori: NATIONAL

Video Popular