Jakarta – Sebanyak 4.159 Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi fokus pemerintah untuk dievakuasi di tengah kondisi Yaman yang semakin memanas. Langkah pemerintah sudah dilakukan sejak Februari lalu bersamaan serangan Arab Saudi dan kroninya ke basis milisi Syiah Al-Hautsi.

“Upaya Kemlu adalah intensifikasi evakuasi WNI, Kemlu juga melakukan pendekatan, pengumuman dan pendaftaran evakuasi sejak bulan Februari 2015. Sejak evakuasi pertama 1 Maret 2015, KBRI Sana’a sudah memulangkan 148 orang WNI,” kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, di kantor Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2015).

Menurut dia, berdasarkan data Kementerian Luar Negeri total jumlah WNI yang berada di Yaman berjumlah 4.159 orang. Mereka terdiri 2.626 adalah mahasiswa, 1.488 orang adalah pekerja profesional dan 45 orang staf dan keluarga KBRI di Yaman. Keberadaan WNI, lanjut dia, sebagian besar sebagai pelajar bermukim di sisi timur Yaman, tepatnya Hadhramaut.

Kondisi Yaman pada saat ini, imbuh Retno, sangat dinamis maka oleh karena itu upaya evakuasi secara intensif terus dilakukan oleh pemerintah. Berbagai macam cara dilakukan untuk membawa keluar WNI dari zona perang yang semakin meruncing. Upaya yang dilakukan mulai dari evakuasi jalur darat dan udara.

Tidak hanya mengevakuasi WNI, Kemlu juga melakukan pencarian terhadap WNI yang ditangkap di Yaman. Sebelumnya dikabarkan bahwa sebanyak 21 WNI ditahan dan 5 orang diantaranya ditemukan di sel Sumayla, Sana’a.

Retno menegaskan Kemelu terus melaukan pencarian terhadap keberadaan WNI lainnya. Tim yang ditugaskan melakukan penyisiran secara langsung pada area terduga penahanan WNI. Menlu Retno menuturkan pihak terpaksa melakukan secara manual karena kondisi Sana’a yang tidak kondusif.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNIBHI) Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan memantau kondisi Yaman terus bergejolak maka disimpulkan tidak ada satu pun kawasan di Yaman yang aman.

Namun demikian, lanjut Iqbal, upaya yang dilakukan adalah mempertegas evakuasi ke wilayah yang lebih aman dari gejolak. Seperti evakusi yang dilakukan di kawasan Al-Hudaybiyah yang memiliki bandara udara.

Arab Saudi memimpin 10 negara Arab menyerang milisi Syiah Al Hautsi (Al Houthi) pada Kamis (26/03/2015). Milisi yang didukung oleh Iran awalnya digempur melalui operasi militer udara bersandi‘decisive storm’. Operasi bernamakan Aashifatul Hazm atau badai penghancur ini dilancarkan atas permintaan Presiden Yaman, Abdu Rabbih Mansour Hadi yang sudah mengasingkan ke Arab Saudi.

Share
Kategori: NATIONAL

Video Popular