Pasar saham Tiongkok terus merosot, pemerintah Tiongkok berupaya menyelamatkan bursa namun belum ada tanda-tanda perubahan, pasar saham terperosok dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Baru-baru ini, analisis dari berbagai lapisan masyarakat bertebaran terkait gejolak bursa saham Tiongkok. Ada ekonom yang curiga, bahwa krisis pasar saham kali ini merupakan sebuah “kudeta perbankan” yang dilancarkan oleh kelompok kepentingan PKT dengan memanfaatkan kunjungan Li Keqiang keluar negeri, untuk menghancurkan ekonomi nasional. Sementara itu, analisis lainnya menyebutkan bahwa akan ada “harimau besar” masuk kandang seusai krisis.

Pasar saham anjlok, Li Keqiang menuding ada momok dalam industri sekuritas

Sejak pertengahan Juni lalu, pasar saham Tiongkok anjlok setelah sempat naik tajam. Kapitalisasi pasar saham seri A menguap hampir 21 triliun pada tiga pekan sebelumnya, kekayaan book value (nilai buku) investor terus terus menguap. Dari data terkait seperti dilansir media Tiongkok menunjukkan, bahwa hampir tiga minggu rugi 413.000 Yuan per kapita, setara dengan upah delapan tahun masa kerja. Hasil survei menunjukkan bahwa pada kuartal kedua tahun ini ada sekitar 8,8% keluarga (sekitar 37 juta keluarga) ikut membeli saham, dan sentimen investor kini menjadi lebih rendah.

Baru-baru ini, bank sentral China, Komisi Regulasi Sekuritas China, Central Huijin Investment Ltd, Futures Exchange (bursa berjangka), 21 perusahaan pialang utama dan lainnya bersama-sama meluncurkan langkah-langkah likuiditas yang memadai untuk membantu bursa saham yang tengah anjlok, namun kemerosotan pasar saham masih tidak bisa dihentikan. Laporan terkait menyebutkan bahwa Tiongkok mengalami “arus suspensi terbesar” (Penghentian sementara perdagangan saham) dalam sejarah bursa saham negara tersebut.

Sabtu sore 4 Juli lalu, Dewan Negara Partai Komunis Tiongkok (PKT) menggelar tiga pertemuan terpisah, masing-masing di Departemen Keuangan, SASAC- State-owned Assets Supervision and Administration Commission of the State Council (Pengawasan Aset dan Administrasi Komisi Dewan Negara) dan pertemuan dengan para pimpinan perusahaan utama, untuk membahas strategi mengatasi pasar keuangan. Pada pertemuan tersebut, tidak terlalu banyak perbedaan terkait bailout, namun, terkait bagaimanan upaya penyelamatan tersebut tersirat perbedaan yang tidak sedikit.

Informasi terkait menyingkap isi dibalik pertemuan seperti dilansir media Hongkong menyebutkan, bahwa faktor yang menyebabkan anjloknya pasar saham kali ini pada dasarnya sudah diidentifikasi, biang keladinya bukan dari “musuh eksternal,” di bawah kontrol devisa sekarang, tidak ada saluran keluar masuk investasi asing dalam skala besar dari Tiongkok, tapi masalahnya justru dari internal sendiri.

Ada sumber yang mengungkapkan, bahwa pada akhir Mei hingga awal Juni lalu, dimana setelah pasar saham Shenzhen and Shanghai kembali mengalami fluktuasi yang tidak wajar, Li Keqiang pernah menuding “ada momok dalam industri sekuritas”. Selain itu juga, ada yang menyebutkan bahwa penurunan tajam di bursa saham Tiongkok baru-baru ini terkait percaturan politik Xi Jinping dan Jiang Zemin.

Akademisi: Melancarkan “kudeta perbankan”yang terencana di saat Li Keqiang melakukan kunjungan ke luar negeri.

Setahun lalu, Shanghai (securities) composite index pada bursa saham Tiongkok naik lebih dari 5,000 poin dari 2,300 poin sebelumnya, dan pasar saham Shenzhen naik hampir 3 kali lipat. Sementara itu, lembaga propaganda PKT mulai menggembar-gemborkannya, melebih-lebihkan bahwa pasar saham telah beralih ke Bull market (kondisi dimana pasar dalam keadaan uptrend/naik).

Xinhua News Agency PKT memberitakan 7 kali berturut-turut selama beberapa hari, ketika CSI 300 Index mencapai 4.000 poin, Xinhua News Agency mengatakan bahwa saham seri A mungkin baru sampai “setengah pinggang gunung.” Sementara itu, People’s Dailly” menerbitkan sebuah artikel yang menyebutkan bahwa 4.000 poin itu baru awal Bull market saham seri A. Baru-baru ini, karena menghadapi opini publik yang terus menyalahkan, “People’s Dailly” membantah pandangan tersebut di atas.

Sehubungan dengan serentetan gejolak terkait pasar saham Tiongkok dalam pekan terakhir ini, baru-baru ini, seorang ekonom terkemuka yakni profesor Wang Jianguo dari Beijing University mengatakan, bahwa kelompok kepentingan dan korupsi di internal PKT berencana melancarkan sebuah “kudeta perbankan” selama kunjungan PM Tiongkok Li Keqiang di luar negeri untuk menghancurkan ekonomi nasional.

Profesor Wang Jianguo menuturkan, bahwa “permainan” ini saling rangkai merangkai (terkait satu sama lain), tidak ada perencanaan tanpa cela, tidak ada lawan yang tidak memahami benar terhadap kelemahan dan ketidaktahuan pengetahuan finansialnya. Mustahil dalam waktu singkat bisa terjadi kudeta perbankan yang menggemparkan seperti itu. Warga asing juga mustahil bisa melakukan kepiawaian yang unik ini. Propaganda bersama, financial leverage, GEM- Growth Enterprises Market, short selling kolektif, memanfaatkan momentum kunjungan ke luar negeri dan sebagainya, satu pihak jahat, sementara pihak lain menganggap dirinya hebat, sangat selaras.

28 Juni 2015 lalu, PM Tiongkok Li Keqiang berkunjung ke Eropa. Dan 3 Juli 2015 baru kembali ke Tiongkok seusai mengakhiri kunjugannya di Eropa.

“Ditilik dari data pemantauan ini, Komisi Regulasi Sekuritas China menyadari sepenuhnya siapa oknum yang bailout untuk short selling. Mengapa media resmi PKT menggembar-gemborkan bull market? Membuktikan Komisi Regulasi Sekuritas China tahu bahwa ia pura-pura bodoh? Jadi, sebenarnya siapa yang mencelakakan siapa? Lebih dari 200 juta keluarga investor menjadi miskin, kehilangan daya beli yang wajar, kebutuhan semakin berat tertekan, Growth Enterprises Market-GEM (pertumbuhan pasar) terpuruk, membuat ekonomi yang sudah resesi bertambah parah, sehingga bukan hanya mencelakakan masyarakat, tapi juga pemerintahan sekarang. Melakukan serangan mendadak di saat General Manager tidak berada di tempat, betapa liciknya!” kata Wang Jianguo.

Ia menuturkan, ekonomi Tiongkok hampir lumpuh dipermainkan mereka. Di satu sisi, mereka memuji-muji strategi pemerintah, sementara di sisi lain diam-diam aktif merencanakan persengkongkolan, dan dalam satu gerakan menghancurkan perekonomian nasional. Jika pemerintah tidak sepenuhnya sadar, masih belum tahu siapa lawan, siapa kawan, bahkan menganggap rakyat sebagai musuh, melakukan tindakan represif dan brutal di dalam negeri, tidak juga menerapkan demokrasi konstitusional secepatnya, bersama-sama dengan segenap rakyat melawan musuh negara yang sebenarnya, maka negeri ini akan hancur sepenuhnya.

Analisis : Akan mengiring “harimau besar” masuk kandang setelah berlalunya kerontokan bursa saham.

Setelah bursa saham Tiongkok merosot tajam, media resmi Tiongkok melontarkan “teori konspirasi”, bahwa ada kekuatan eksternal yang sengaja melakukan short selling, sehingga memicu “kerontokan beruntun”

Shi Cang-shan, ahli masalah masalah Tiongkok di Washington, AS, menuturkan bahwa “gejolak pasar saham Tiongkok adalah masalah pendanaan mencari keuntungan. Di dalamnya ada lapisan elite generasi kedua dari pejabat tinggi negara dan petinggi keuangan yang menyiramkan minyak ke api (membuat sesuatu semakin bergelora)”.

“Para pejabat yang diperangi oleh anti korupsi dan pembusukan moral yang dicetuskan Xi Jinping sekarang, justru adalah pejabat yang ‘kaya terendam” di era Jiang Zemin, dan justru para pejabat generasi kedua ini jugalah yang mengendalikan dana selangit. Dalam menghadapi pembersihan yang digalakkan Xi Jinping, sudah pasti mereka akan mengambil kesempatan untuk menarik pasar saham yang tinggi, kemudian menjualnya dan melarikan diri. Dari titik ini dapat dikata, bahwa kekuatan faksi Jiang telah menjadi arus bawah tanah yang bermusuhan dengan Xi Jinping dan Li Keqiang, kata Shi Cang-shan, ahli masalah masalah Tiongkok di Washington, AS.

Dalam situasi kekecewaan rakyat sekarang, tidak tertutup kemungkinan Xi Jinping akan mempercepat proses penanganan Jiang Zemin dan Zeng Qinghong untuk mengembalikan kepercayaan rakyat. (joni/rmat)

– See more at: http://www.erabaru.net/detailpost/bursa-saham-tiongkok-anjlok-kelompok-lancarkan-kudeta-perbankan-terencana–#sthash.4ExhSUbN.dpuf

Share
Kategori: TIONGKOK

Video Popular