Jakarta – Komisi III DPR RI secara aklamasi menyetuji Komjen Badrodin Haiti sebagai Kapolri usai uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/4/2015).
Persetujuan disampaikan tidak lama setelah sekitar dua jam Badrodin menyampaikan materi visi dan misinya sebagai calon kapolri di hadapan anggota Komisi III DPR RI.

Ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsudin meja pimpinan menanyakan apakah persetujuan sebagai Kapolri langsung ditetapkan secara aklamasi. Hal demikian disampaikan usai Badrodin menyampaikan visi misi dan menjawab pertanyaan sejumlah anggota dewan.

Mendengar pertanyaan itu, tanpa memerlukan waktu yang lama seluruh anggota DPR menyatakan setuju atas penetapan Komjen Badrodin sebagai Kapolri. Kesepakatan itu disetujui secara mutlak sebanyak 10 fraksi partai politik di Komisi III DPR RI yang terdiri 55 orang anggota DPR. “Setuju,” ujar seluruh anggota dewan secara serentak.

Setelah mendapatkan persetujuan secara aklamasi oleh Anggota Komisi III DPR RI, Badrodin mengucapkan terima kasih atas persetujuan anggota DPR RI. Dia mengatakan persetujuan sebagai Kapolri merupakan amanah dan tugas berat yang akan dilaksanakan. “Saya sampaikan terimakasih dan apresiasi setingginya kepada bapak ibu yang telah memberikan persetujuan,” kata Badrodin.

Sebelumnya Badrodin saat penyampaian visi dan misi, memaparkan bahwa dia memiliki 8 poin , jika ditetapkan sebagai Kapolri sebagai berikut :

1. Memantapkan soliditas dengan melakukan reformasi internal Polri bidang SDM, sarana prasarana, dan anggaran.

2. Melaksanakan revolusi mental SDM Polri melalui perbaikan sistem rekrutmen, peningkatan kesejahteraan, pendidikan, dan latihan serta pengawasan.

3. Memperkuat kemampuan pencegahan kejahatan dengan landasan prinsip “Pemolisian Proaktif” dan “Pemolisian yang berorientasi pada penyelesaian akar masalah.

4. Memacu terbentuknya postur Polri yang lebih dominan sebagai pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat.

5. Meningkatkan pelayanan yang lebih prima kepada publik.

6. Meningkatkan kemampuan deteksi untuk memahami potensi akar masalah gangguan kamtibmas.

7. Meningkatkan kemampuan mediasi dan solusi non represif lainnya dalam menyelesaikan masalah sosial yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

8. Meningkatkan kemampuan penegakan hukum yang profesional, terutama penyidikan ilmiah, guna menekan angka 4 jenis kejahatan.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PPP, Arsul Sani menyatakan pihaknhya tidak memiliki alasan untuk menolak Badrodin sebagai Kapolri. Dia beralasan berdasarkan tanggapan dari masyarakat yang diterima menyetujui Badrodin sebagai Kapolri.

Namun demikian, Arsul mengatakan berdasarkan pesan yang diterima dari perwakilan masyarakat di Indonesia, meminta agar Komjen Badrodin akan dikenang sebagai ketenaran Jenderal Hoegeng saat menjadi Kapolri.

“Semoga Badrodin jadi Kapolri dan setelah pensiun dikenang seperti Jenderal Hoegeng,” kata Arsul.

Sementara Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmon Junaidi Mahesa dari Fraksi Partai Gerindra mengakui persetujuan Badrodin merupakan yang pertama ditetapkan secara aklamasi selama dia di parlemen dan selanjutnya akan disetujui dalam paripuna DPR.

Menurut dia, Badrodin diharapkan secepatnya dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri. Dia mengingatkan kepada Badrodin agar menyelesaikan persoalan-persoalan kepolisian yang masih terjadi pada saat ini seperti KPK vs Polri.

Desmon menyatakan semenjak dilaksanakan oleh Badrodin selama dia menjadi Plt Kapolri, catatan-catatan itu menjadi pertimbangan anggota Komisi III DPR RI untuk menetapkan agar disahkan sebagai Kapolri. “Harapan kita berjalan dengan baik tidak saling melemahkan dan adu kekuatan (KPK dan Polri),” ujar Desmon.

Share
Kategori: NATIONAL

Video Popular