Pejabat pemerintah AS yang terlibat dalam negosiasi Perjanjian Kemitraan Trans Pasifik atau Trans Pasific Partnership (TPP) pada 24 Mei 2015 mengatakan bahwa negosiasi yang diikuti oleh perwakilan dari 12 negara kini sudah mendekati final.

Associated Press melaporkan, Michael Froman dari Kantor Perwakilan Perdagangan AS yang menghadiri pertemuan 2 hari antar Menteri Perdagangan di Pulau Boracay Filipina mengatakan, “Kami sudah memasuki tahap akhir negosiasi. Perwakilan dari negara-negara yang terlibat masih terus bekerja. Kita berharap kesepakatan akhirnya bisa tercapai sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan,” lanjut Michael Froman.

12 negara yang bergabung dalam TPP akan mampu mendominasi 40% ekonomi global. Setelah Majelis Tinggi AS memberikan wewenang kepada Presiden Obama untuk membangun “jalur cepat dalam bernegosiasi”, perwakilan dari 12 negara itu akhirnya bisa mempercepat proses negosiasi.

Keduabelas negara TPP yang merupakan komponen utama dari kebijakan pemerintahan Obama itu adalah AS, Jepang, Australia, New Zealand, Chile, Vietnam, Canada, Peru, Brunai, Singapore, Malaysia dan Mexico. Dengan demikian pemerintah AS berharap mampu untuk mengimbangi pengaruh ekonomi dan diplomasi pemerintah Tiongkok pada kawasan Asia Pasifik. Korea Selatan dan Taiwan pada tahun 2013 pernah menyampaikan keinginan mereka untuk turut bergabung dalam TPP.

Setelah Majelis Tinggi AS memberikan otoritas khusus itu kepada Presiden Obama, selanjutnya DPR AS akan memberikan suara dan pertimbangan. Perbedaan pendapat dalam Kongres saat ini masih berfokus pada kebijakan untuk menetapkan sansi terhadap monopoli mata uang. Senator menganggap tidak perlu untuk melakukan perubahan ketentuan yang ada, sementara beberapa anggota lainnya mengusulkan adanya perubahan, bila tidak maka ketentuan itu mungkin bisa melanggar aturaan perdagangan internasional yang sudah ada. Kongres AS saat ini sedang reses selama 10 hari untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional dan pertemuan akan dilanjutkan setelah 1 Juni nanti.

Dalam hal ini Michael Froman mengatakan, “(untuk ketentuan TPP) masih banyak masalah yang perlu dibahas, dan monopoli mata uang merupakan isu yang sangat penting ….. kami akan memperlakukannya dengan sangat serius”.

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah AS juga sudah berulang kali mengingatkan masalah ini baik pada KTT G-7, G-20 maupun dalam pertemuan IMF. Michael tidak mengungkap kapan negosiasi akan berakhir. Namun sebelumnya perwakilan dari Australia pernah mengatakan bahwa kesepakatan negosiasi mungkin bisa tercapai paling cepat pada Juni 2015 mendatang.

Perwakilan dari 12 negara akan melanjutkan pembicaraan di Pulau Guam hingga 28 Mei 2015. Bila kesepakatan tercapai maka TPP bisa menjadi kesepakatan perdagangan internasional terbesar di dunia. (Sinatra/rmat)

Share
Kategori: INTERNATIONAL

Video Popular