Presiden AS Barack Obama pada 1 Juni memperingatkan kepada Partai Komunis Tiongkok (PKT) agar tidak melakukan perluasan kedaulatan melalui ‘Pameran kekuatan militer’ di laut Selatan.

“Bahkan Tiongkok akan berhasil karena ia memiliki wilayah yang luas juga sangat kuat. Ia juga memiliki orang-orang yang berbakat dan mau bekerja keras. Mungkin saja beberapa tuntutan mereka adalah sah-sah saja”, kata Obama.

“Tetapi mereka tidak semestinya cuma mengandalkan kekuatan militer untuk menggeser pihak lain demi memenuhi keinginan mereka sendiri. Bahkan, bilamana tuntutan mereka adalah sah, orang-orang juga akan mengenali mereka,”tambah Obama sembari memperagakan gerakan mendorong dengan kekuatan lengan atas.

Ini adalah pidato Presiden Obama pada acara peresmian proyek penelitian yang diprakarsai oleh pemimpin muda negara-negara Asean, di mana ia memimpin diskusi tentang pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan kewirausahaan yang melibatkan masyarakat.

Tiongkok komunis tengah gencar membangun pulau yang terletak di Laut Tiongkok Selatan, termasuk membangun landasan terbang pesawat militer dalam upaya untuk mempertahankan klaim teritorial. PKT bahkan mengklaim memiliki perairan sekitar kepulauan Spratly yang merupakan rute ramai lalu lintas kapal perdagangan. Tetapi pada saat yang sama, Taiwan, Filipina, Malaysia, Brunei, Vietnam juga mengklaim memiliki kepulauan itu.

Menteri Pertahanan AS Ash Carter di KTT Keamanan Internasional pekan lalu mengutuk Tiongkok komunis membangun pulau demi kepentingan militer. Ia berjanji akan terus melakukan patroli udara atas kepulauan itu. Pihak AS percaya bahwa perairan sekitar kepulauan Spratly itu sudah merupakan perairan internasional. Menurut Obama, perilaku ‘agresi’ yang ditunjukkan oleh Tiongkok komunis itu malahan akan membuahkan hasil yang ‘kontraproduktif’.

Obama menyarankan Tiongkok komunis agar memanfaatkan ‘mekanisme internasional’ untuk menyelesaikan masalah sengketa teritorial dengan negara-negara tetangga.

“Bilasaja Anda mulai menyimpang dari praktik tersebut, kemudian timbul konflik tak terduga dengan negara karena alasan luasnya teritori dan kekuatan militer, namun tidak berdasarkan kekuatan hukum internasional. Saya kira wilayah baik Asia maupun Asia Pasifik tidak akan tumbuh lebih makmur. Itulah sebabnya kita mengajukan banding langsung untuk memberitahu Tiongkok komunis beserta negara lainnya bahwa kita (AS) tidak bermaksud memiliki wilayah ini. Kita juga tidak ingin bersengketa dengan negara manapun, namun kita memang menghendaki masalah itu dapat diselesaikan secara damai dengan menggunakan saluran diplomatik, dan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh masyarakat internasional,” ujar Obama.

Pihak Tiongkok komunis tetap mengklaim memiliki hak sehingga legal dalam pembangunan pulau-pulau karang itu. Dan beranggapan bahwa ada negara demi kepentingan sendiri dengan sengaja untuk mendiskreditkan Tiongkok. (Soundofhope/sinatra/rmat)

Share
Kategori: INTERNATIONAL

Video Popular