Dari data yang dilaporkan oleh Pemerintah Korea Selatan pada hari ini, Kamis (11/6/2015) diketahui bahwa pasien MERS di Korea Selatan telah bertambah sebanyak 14 orang. Untuk pertama kalinya seorang wanita berusia 39 tahun yang sedang hamil juga terinfeksi virus penyakit tersebut.

Sampai sekarang, pasien terdiagnosis MERS yang dilaporkan pihak berwenang sudah berjumlah 122 orang. Akibat epidemi yang terus menyebar Presiden Korea Selatan Park Geun-hye memutuskan untuk menunda kunjungannya ke AS.

Kementerian Kesejahteraan Korea Selatan pada Kamis (11/6/2015) melaporkan bahwa setelah dipastikannya 14 orang itu terjangkit virus MERS maka jumlah keseluruhan pasien MERS di Korea Selatan menjadi 122 orang. Di antaranya termasuk seorang wanita berusia 39 tahun yang sedang mengandung.

Akibat pemerintah Korea Selatan belum berhasil menguasai penyebaran wabah MERS, Park Geun-hye terpaksa menunda rencana kunjungan kenegaraan ke AS. Jurubicara istana kepresidenan Korea Selatan mengatakan, ibu presiden setiap hari terus memantau perkembangan epidemi MERS, departemen pemerintah bersama para ahli pencegahan penyakit tersebut dan pihak terkait lainnya terus berusaha untuk mencegah penyebaran epidemi, tetapi masyarakat masih sangat khawatir tentang penyebarannya. Oleh karena itu Presiden Park memutuskan menunda kunjungan ke AS.

Presiden telah menginstruksikan semua departemen Korea Selatan untuk mengambil langkah-langkah tepat untuk merespon dan meminimalkan dampak buruk pada perekonomian akibat MERS. Juga meminta jajarannya yang terkait untuk memperhatikan perkembangan sebagai akibat dari MERS pada bidang pariwisata, akomodasi, transportasi, tempat-tempat rekreasi.

Untuk mencegah penyebaran virus MERS, pemerintah Korea Selatan hingga 10 Juni siang tercatat telah mengkarantina 3.439 orang.

MERS sudah berdampak langsung pada pariwisata Korea Selatan. Menurut laporan Korea Tourism Organization pada 10 Juni bahwa wisatawan asing yang membatalkan kunjungan ke Korea Selatan sejak 1 – 9 Juni 2015 sudah tercatat sebanyak 67.700 orang. Kira-kira 11.300 orang setiap hari yang urung berkunjung ke Korea Selatan. Di antaranya yang paling banyak, 6.830 orang adalah wisatawan dari Tiongkok.

Analis media Korea Selatan berbunyi, “Pukulan terhadap ekonomi Korea Selatan karena epidemi MERS kali ini jauh lebih berat ketimbang peristiwa tenggelamnya kapal feri ‘Sewol’.

Departeman Perencanaan Anggaran Korea Selatan beberapa waktu lalu mengatakan bahwa akibat epidemi MERS ini, serta beberapa faktor lain termasuk nilai Yen yang mengalami depresiasi dan penurunan ekonomi global membuat perekonomian Korea Selatan penuh ketidakpastian. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular