Melansir laman CNN, Rabu (8/7/2015), pasar saham utama Tiongkok berada dalam pola kehancuran. Sejak 12 Juni lalu, Shanghai Composite Index telah menderita kerugian sebesar 32% yang mengkhawatirkan. Bursa saham Shenzhen yang berisi saham-saham teknologi turun 41% pada periode yang sama.

Rabu, 8 Juli 2015, China Securities Finance Corporation mengumumkan bahwa mereka akan meminjamkan miliaran dolar AS kepada broker besar Tiongkok agar mereka dapat membeli lebih banyak saham, dengan tujuan membeli saham yang cukup agar harga saham berhenti anjlok.

Juru bicara Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok mengatakan, bahwa pertumpahan darah bursa saham Tiongkok itu “bukan penjualan rasional”, tapi beberapa orang menyebutnya gelembung pecah. Ekonomi Tiongkok juga bergerak melambat. Membeli saham hanya sebuah upaya Partai Komunis Tiongkok (PKT). Berikut adalah poin lengkap upaya pemerintah dalam beberapa hari terakhir :

1. Pemerintah pada dasarnya membeli saham: China Securities Finance Corporation menggelontorkan pinjaman 42 miliar dolar AS kepada 21 perusahaan pialang agar mereka dapat membeli saham blue chips (saham unggulan), tidak termasuk 20 miliar dolar AS terkait pembelian saham yang dijanjikan broker akhir pekan lalu.

2. PKT bahkan membeli saham kecil : China Securities Finance Corporation juga berjanji akan membeli lebih banyak saham kecil dan menengah, meskipun tidak mengatakan secara spesifik berapa dana yang dikucurkan.

3. Stimulus baru : Rabu (8/7/2015) sebelumnya, pemerintah mengumumkan rencana stimulus 40 miliar dolar AS yang baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang melambat.

4.Semakin banyak belanja pemerintah: PKT juga akan mempercepat belanja infrastruktur, seperti misalnya pembangunan jalan dan fasilitas umum.

5. Lebih dari setengah saham Tiongkok berhenti transaksi : PKT mengizinkan setengah dari perusahaan yang terdaftar menghentikan transaksi saham mereka untuk sementara.

6. Pemegang saham utama tidak diperbolehkan menjual saham dalam waktu enam bulan: Terhitung sejak Rabu (8/7/2015) dalam waktu enam bulan, controlling shareholder atau saham pengendali dan anggota dewan dilarang menjual saham melalui pasar sekunder. Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok berjanji akan memproses secara serius orang-orang yang melanggar ketentuan.

7. Menangguhkan IPO : Tiongkok mulai menangguhkan IPO sejak akhir pekan lalu.

8. Bank Central Tiongkok memangkas suku bunga: Bank Central PKT telah memangkas suku bunga ke tingkat terendah secara historis dalam upaya untuk menyuntikkan lebih banyak dana ke dalam sistem keuangan.

9. Investor sekarang memiliki banyak kelonggaran untuk agunan : Investor sekarang memiliki lebih banyak pilihan untuk mendukung margin trading mereka. Investor China Tiongkok bahkan bisa mengagunkan rumah mereka sebagai jaminan untuk meminjam uang bermain saham.

10. Devaluasi mata uang RMB : Kurs RMB terhadap dolar AS telah mengalami penurunan serius pada Juli 2015. Media di Asia berpekulasi bahwa RMB akan jatuh lebih jauh lagi. RMB atau Yuan yang lemah membuat ekspor Tiongkok ke Amerika Serikat menjadi lebih murah, sehingga akan membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Tapi sejauh ini, semua upaya yang telah diterapkan belum bisa juga menenangkan pasar. Bursa saham Tiongkok kini menderita kerugian 3,25 triliun dolar AS. Kerugian ini jauh melampaui seluruh saham Perancis. (joni/rmat)

Share
Kategori: TIONGKOK

Video Popular