Fan Ying adalah seorang pimpinan dari perusahaan animasi. Ia ikut ambil bagian dalam suatu pelatihan pengembangan yang diadakan di Kota Changsha, Tiongkok pada 24 April. Sebagai kapten dalam kegiatan itu, untuk memberi contoh pada peserta lainnya ia terpaksa menahan rasa sakit untuk menyelesaikan 700 kali gerakan squat tanpa berhenti. Saat itu, ia sudah merasakan sakit sekali di bagian pinggang sampai paha. Dan 3 hari kemudian, rasa sakit di bagian pahanya makin parah sehingga tidak bisa berjalan, urine juga menunjukkan ‘warna teh kental’. Ia terpaksa dibawa ke UGD Rumah Sakit Rakyat Provinsi untuk dilakukan pemeriksaan.

Hasil pemeriksaa menunjukkan bahwa jumlah kreatina kinase (CK), laktat dehidrogenase (LD), mioglobin dan enzim lainnya dalam tubuh Fan Ying melampaui indikator. Bahkan CK-nya sudah melampaui standar normal hingga 1000 kali dan sudah mulai masuk tahapan gagal ginjal.

Pemimpin UGD rumah sakit tersebut, Profesor Han Xiaotong menjelaskan bahwa penyebab rhabdomyolysis sangat rumit tetapi jumlah penderita pada tahun-tahun terakhir ini terus bertambah akibat dari olahraga yang berlebihan. Di awal tahun ini, rumah sakit tersebut kedatangan pasien seorang pria berotot yang baru menyelesaikan 700 kali push up tanpa henti. Dan pasien seorang siswa peserta latihan militer, sebelumnya juga 2 orang pasien lainnya yang kesemuanya mengalami sindrom rhabdomyolysis gara-gara latihan yang overdosis.

Informasi yang diperoleh dari Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Rakyat Hunan menyebutkan bahwa rumah sakit tersebut telah kedatangan lebih 30 orang pasien penderita kerusakan jaringan otot rangka (rhabdomyolysis) sejak Mei tahun lalu sampai sekarang. Sebagian besar dari mereka itu mengalami keracunan karbon monoksida, keracunan makanan, obat-obatan, cedera karena otot terjepit, infeksi serta olahraga berlebihan. 

Makan lobster juga bisa menyebabkan rhabdomyolysis

Sindrom rhabdomyolysis umumnya terjadi setelah cedera serius otot, karena kerusakan sel otot dan nekrosis sehingga komponen dari sel otot terlepas dan masuk ke dalam aliran darah dan menyumbat tubulus dan menyebabkan kerusakan ginjal akut.

Sindrom rhabdomyolysis selain dapat diakibatkan oleh olahraga yang berlebihan juga sangat dimungkinkan karena mengonsumsi berlebihan makanan laut atau obat penurun kolesterol.

Dari penyelidikan pihak berwenang diketahui bahwa sangat besar kemungkinannya, daging lobster yang enak itu menjadi penyebab dari meningkatnya jumlah penderita kerusakan jaringan otot di provinsi Jiangsu sejak bulan Oktober tahun 2010.

Meskipun sampai sekarang penelitian ilmiah belum menghasilkan kesimpulan yang jelas tentang  hubungan antara makan daging lobster dengan penyakit itu. Namun argument yang lebih umum adalah asam oksalat, asam sitrat dan sulfit yang menjadi bahan utama dalam memproduksi ‘bubuk pembersih udang’, serta obat-obatan yang digunakan dalam proses pengelolaan tambak udang mungkin menjadi faktor penyebab kerusakan jaringan otot atau rhabdomyolysis. (Sin/Yant)

Share
Kategori: KESEHATAN

Video Popular