Jakarta – Sebagai rangka menjamin keamanan dan kelancaran jalur distribusi kebutuhan pokok, Kemendag menggandeng Kepolisian RI melakukan pengamanan jalur-jalur rawan hambatan distribusi dari daerah sentra ke daerah konsumsi. Langkah lainnya adalah melakukan pengawasan atas barang yang beredar di masyarakat secara intensif.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menegaskan pihaknya juga melakukan rapat koordinasi secara periodik dengan para pelaku usaha dan instansi terkait untuk mengetahui kesiapan stok, distribusi, dan perkembangan harga barang kebutuhan pokok.

“(Khususnya) selama puasa dan Lebaran 2015,” kata Mendag dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (20/6/2015).

Kemendag menegaskan siharapkan pengawasan ini menyasar barang yang kadaluarsa, barang selundupan, serta barang impor yang tidak aman untuk dikonsumsi atau digunakan. Langkah Mendag lainnya adalah blusukan meninjau langsung ke lokasi pasar induk, pasar tradisional, dan gudang penyimpanan barang kebutuhan pokok di pusat dan daerah.

Mendag Rachmat menyatakan, Kemendag juga akan melakukan kunjungan ke media untuk bersama-sama memantau hal-hal yang bisa mengganggu ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok. Menurut Mendag, selama ini pada periode puasa dan Lebaran terdapat sejumlah faktor, baik internal maupun eksternal, yang mempengaruhi kondisi pasokan dan harga barang kebutuhan pokok di masyarakat.

Untuk itu, Kemendag telah membuat regulasi pengendalian harga kebutuhan pokok utama, baik hasil pertanian seperti beras, cabe, bawang merah, juga produk industri seperti gula, dan peternakan seperti telur, dan daging. “Perpres tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting yang isinya akan mengatur harga pada kondisi khusus seperti saat puasa dan Lebaran ini,” katanya.

Share
Kategori: BISNIS

Video Popular