Pesawat tempur generasi berikut militer AS akan lebih menggunakan teknologi kecerdasan buatan, besar kemungkinan berupa teknologi semi otomatis.

Para pejabat Pentagon mengatakan bahwa pesawat tempur masa depan mungkin akan dilengkapi dengan sistem kecerdasan buatan, yang dapat mendarat secara otomatis di atas sebuah kapal induk, dan dapat menjalankan misi tanpa perlu pilot lagi.

Bagaimana wujud pesawat tempur masa depan ? Para pejabat Pentagon mengatakan bahwa pesawat tempur masa depan militer AS mungkin akan dikendalikan secara robotik, setidaknya akan dilengkapi dengan kontrol kecerdasan buatan. Teknologi yang akan diterapkan untuk pesawat tempur generasi berikut pada angkatan laut AS, demikian juga dengan model pesawat untuk angkatan udara AS.

Dengan adanya teknologi kecerdasan buatan, misi tempur akan lebih luas dan kuat baik secara lingkup jangkauan maupun pertempuran udara masa depan. Meskipun pesawat tempur masa depan memiliki kemampuan serang yang mumpuni, namun, paling cepat juga baru akan terwujud pada 2030 mendatang.

Militer AS menginginkan pesawat tempur generasi berikutnya tanpa perlu dikendalikan pilot lagi, namun dikendalikan sepenuhnya oleh komputer, bisa jadi semi otomatis juga, artinya kombinasi secara otomat dan manual.

Menurut penuturan komandan dari US Naval Academy bahwa teknologi kecerdasan buatan masa depan akan menggantikan armada pesawat tempur Super Hornet dan F-22 yang dioperasikan hingga sekarang, masa dinasnya mungkin hingga 20 tahun kemudian. Potensi teknis kecerdasan buatan tersebut sangat besar, pesawat tempur masa depan akan menggunakan sejenis kulit manusia, dapat mempersepsi “dunia” di sekitarnya.

Para insinyur dari BAE Systems kini sedang merancang kulit cerdas terkait, sebenarnya ini adalah semacam sensor canggih, dapat mendeteksi kecepatan angin, suhu, dan tingkat kelelahan fisik, serta melaporkan kondisi pesawat saat itu, kulit pintar ini dapat membaca berbagai parameter lingkungan. Insinyur dari Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS juga berharap para ahli dari Silicon Valley dapat bergabung dalam desain pesawat tempur generasi keenam.

Saat ini, militer AS juga sedang mendemonstrasikan teknologi pesawat tempur masa depan, seperti misalnya percobaan dengan pesawat tak berawak X-47B, untuk membuktikan kecerdasan buatan dapat memainkan peran utama saat lepas landas atau mendarat. Pesawat tak berawak X-47B dapat mendarat tanpa perlu bantuan operator di permukaan, ia memiliki sejumlah sistem kecerdasan buatan yang dapat melakukan beberapa gerakan sederhana tanpa perlu campur tangan operator, misalnya operasi pendaratan dan take off.

Meskipun kecerdasan buatan telah menunjukkan kemajuannya, namun, fungsionalnya masih perlu waktu yang cukup jauh, sebagai contoh pesawat tak berawak X-47B, tidak dapat melakukan pertempuran udara secara otomatis, konfigurasi saat ini hanya dapat melakukan serangan darat, dan proses ini pun membutuhkan kontrol jarak jauh.

Kecerdasan Buatan dalam arti sebenarnya adalah mampu menganalisis secara mandiri terhadap target yang dituju, dan melakukan serangan terhadap target yang lebih besar ancamannya, keseluruhan proses mampu diselesaikan tanpa campur tangan operator.

Selain keunggulannya, mesin cerdas buatan terkait juga diiringi dengan isu-isu dari sisi moral, karena menanamkan teknologi cerdas sedemikian dahsyatnya pada robot pembunuh, menyiratkan mereka (robot) mungkin akan menyerang musuh tanpa ampun, membunuh kekuatan bernyawa tanpa kendala moral, sehingga dengan demikian, mesin pembunuh yang memiliki kecerdasan buatan dilarang pengembangannya. (tech.qq/jhon/ran)

Teknologi Kecerdasan Buatan, Mesin cerdas buatan, kecerdasan buatan, pesawat tempur, robot, moral, pesawat tempur militer AS

 

Sumber tech.qq.

Share
Kategori: TEKNOLOGI

Video Popular