Jumlah orang yang menderita influenza akan bertambah akibat pergantian musim. Lagi pula banyak minum obat antibiotik juga tidak menguntungkan kesehatan. Dan terapi bawang akan membuat virus flu akan ‘bertekuk lutut’, sehingga gangguan flu menurun bahkan demam pun reda.

Menurut dokter Lauren Feder MD di Los Angeles, ia percaya bahwa ‘terapi bawang’ bukan omong kosong tetapi memang benar efektif.

Dijelaskan oleh Lauren bahwa bawang bisa membantu meringankan gangguan berupa hidung tersumbat akibat influenza. ‘Terapi bawang’ selain efektif untuk meredakan flu juga mampu meringankan gangguan-gangguan akibat tumbuh gigi, sakit telinga dan infeksi kandung kemih. Sudah banyak pasien yang mencoba dengan terapi tersebut dan umumnya mereka mengaku puas dengan hasilnya.

Mengapa ‘terapi bawang’ memiliki efek magis ? Efek kesehatannya itu menonjol karena bawang mengandung sejumlah zat aktif secara fisiologis. Seperti juga pada bawang putih, zat aktif secara fisiologis pada bawang putih itu adalah allicin yang mengandung senyawa sulfur, selenium dan zat antioksidan lainnya. Oleh karena itu, bawang pun diyakini memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri dan virus, dan membantu meningkatkan sestem kekebalan tubuh, mencegah kanker, menurunkan kolesterol dan meningkatkan motilitas gastrointestinal.

Para ahli mengatakan bahwa di telapak kaki kita ada sampai 7.000 buah ujung simpul saraf yang terkait dengan berbagai organ tubuh. ‘Terapi bawang’ tak lain adalah membunuh virus melalui ujung simpul saraf di telapak kaki.

Cara ‘terapi bawang’
Letakkan beberapa bawang  (merah atau putih semua boleh dipakai) yang sudah diiris pada telapak kaki. Lalu pakai kaos kaki yang bersih kemudian tidur dengan posisi kaki lebih tinggi (ganjal kaki dengan bantal atau guling).

Setelah semalaman tidur dengan ‘terapi bawang’ , pemurnian darah terjadi, virus dan pantogen berhasil dilemahkan, membuat badan terasa segar dan lebih nyaman. (Sin/YAnt)

 

Share
Kategori: KESEHATAN

Video Popular