Erabaru.net. Anak Anda yang berusia 7 tahun kehilangan uang untuk jajannya di sekolah dan sekarang anak Anda membatalkan rencana bermainnya.  Terus dia marah, membanting menara Lego(mainannya)  ke dinding, melempar barang apa saja sehingga berterbangan di mana-mana.

Jantung Anda akan  berhenti.

Apakah  cara anak mengekspresikan kemarahan berarti bahwa dia  akan menjadi orang dewasa yang penuh kekerasan?  Um, mungkin, kata Heather Shumaker, penulis dari buku “ Baik Tidak untuk Berbagi”

“Frustrasi dan kemarahan adalah emosi yang normal, dan anak-anak membutuhkan pelepasan fisik yang kuat bagi mereka,” katanya.

Tapi dengan cara yang  aman mengarahkan perasaannya yang dimilikinya.

Berikut adalah cara untuk membantunya keluar dari  emosi yang kuat dan menghentikan perilaku buruknya: :

  1. Berlari disekitar ruang tamu atau ruang terbesar di rumah Anda sebanyak 50 kali atau (terserah Anda menghendaki anak Anda untuk berapa kali) dan suru untuk berhitung, ini akan mengalihkan perhatiannya dan ia akan merasa letih dan akhirnya akan keluar dari kekecewaanya.
  2. Ajaklah ke tempat tertutup (seperti kamar mandi atau lemari besar atau gudang) dan suruhlah si anak berteriak sekeras-kerasnya.
  3. Ini memberinya tempat yang aman untuk melampiaskan  amarahnya tanpa cemas nantinya akan mengganggu adik kecilnya atau pun tetangga.
  4. Memperagakan seperti karate, merobek potongan besar dari kardus dengan tendangan atau pukulan, ini akan menghasilkan suara yang memuaskan dan membuatnya merasa kuat.
  5. Berlari di sekitar rumah, dan mengulanginya lagi. Setelah beberapa kali, kemungkinan ini akan membuat anak Anda larut dalam kegembiraan dan tertawa bahagia.
  6. Lempar tanah pada sebuah pohon. Pastinya anak Anda akan jadi berantakan dan kotor, tapi dia tidak dapat terluka oleh apa pun.( parenting.com/anai/yant)

Share
Kategori: KELUARGA

Video Popular