Parenting, faktor pendidikan di finlandia yang terbaik di dunia, pendidikan anak, mendidik anak, finlandia, pendidikan di finlandia, guru, pendidikan guru di finlandia, kualitas guru, kurikulum pendidikan finlandia, guru di finlandia,

Parenting, factor pendidikan di finlandia terbaik di dunia, pendidikan di finlandia,

Pendidikan sekolah dasar dan menengah di negara kecil Finlandia, Eropa Utara pernah dinobatkan sebagai yang terbaik di dunia oleh PBB. Banyak negara Uni Eropa seperti Belanda dan Belgia dan negara lainnya mengadopsi pola pendidikan Finlandia, bahkan merekrut guru asal Finlandia untuk memberikan saran dan bimbingan pendidikan dasar bagi negara mereka.

Namun, bagaimanakah Finlandia melakukannya ?

1. Tingkat penerimaan akademi keguruan hanya 1/10

Sejak 1979, Komisi Pendidikan Nasional Finlandia secara tegas menyatakan bahwa : guru harus memiliki bakat penelitian, harus memiliki gelar master atau di atasnya. Ini adalah satu-satunya di dunia yang menyediakan guru dengan posisi sedemikian tinggi bagi sekolah dasar dan menengah. Di Finlandia, mendaftarkan diri untuk ikut ujian pendidikan guru bahkan lebih sulit daripada ujian masuk ke perguruan tinggi biasa, dengan tingkat penerimaan hanya 1/10. Selain berbagai tes pada setiap tingkat dengan seleksi ketat, harus menjalani proses wawancara, dan bagi yang dipandang memiliki kemampuan kreatif, semangat untuk mengajar dan belajar sepanjang hayat, baru akan diterima di akademi pendidikan guru.
2. Kualitas guru adalah kekuatan nasional
Menurut jajak pendapat “Helsinigin Sanomat”, bahwa profesi yang paling diminati anak-anak muda Finlandia adalah guru : profesi yang paling dihormati masyarakat adalah guru ; pebakat yang paling diminati perusahaan juga guru. Alasannya sederhana, para guru sekolah dasar dan menengah di Finlandia adalah sekelompok orang yang suka belajar, sekelompok orang yang berpendidikan tinggi, dan sekelompok orang dengan perkembangan yang sangat potensial.

Meskipun Finlandia sangat menekankan pada sektor pendidikan, tetapi penghasilan sebagai guru tidak tinggi. Penghasilan per bulan seorang guru matematika di sekolah menengah yang telah mengabdikan wakutnya selama 20 tahun hanya 2000 Euro setelah pajak atau setara dengan sekitar Rp. 30, 220 juta.

Dengan penghasilan yang begitu rendah, dan ambang batas yang begitu tinggi, tapi mengapa orang-orang muda di Finlandia tetap saja berebut mendafatarkan diri untuk ikut ujian pendidikan guru, dan bersedia untuk menjadi pendidik ? Mereka menjawabnya seperti ini : Menjadi guru bukan untuk ketenaran, tetapi karena  pekerjaan ini sangat penting bagi Finlandia, memiliki nilai-nilai yang mendalam bagi indidvidu. Mereka percaya bahwa dengan memenuhi syarat sebagai guru merupakan kekuatan nasional, semakin tinggi kualitas seorang pendidik, maka negara juga akan semakin kuat
3. Apa yang akan diajarkan, sekolah yang memutuskan
Komisi Pendidikan Nasional akan menetapkan dan mengumumkan setiap empat tahun sekali terkait garis haluan kurikulum inti. Sementara hal-hal lain seperti manajemen sekolah, mempekerjakan guru dan sebagainya, diputuskan oleh pihak sekolah.  adapun mengenai apa yang hendak diajarkan, kapan, cara mengajar, buku pelajaran yang akan digunakan dan sebagainya, sepenuhnya diserahkan kepada kebijaksanaan direksi dan guru.

Guru di sekolah dasar dan menengah Finlandia tidak memiliki peringkat penilaian, sepenuhnya berdasarkan etika profesi. Menurut Komite Pendidikan Nasional bahwa “Tidak ada guru yang  tidak kompeten di Finlandia”.

4. Tidak ada sistem ranking siswa di sekolah

Pada awal dan akhir setiap semester, pihak sekolah akan mengundang para orangtua dan siswa untuk membahas bersama tujuan pengajaran dan kondisi interaksi belajar mengajar. Siswa sekolah dasar dan menengah umumnya tidak memiliki rapor, yang ada hanya laporan semester. Sepanjang di sekolah dasar, selain ujian kelulusan nasional yang berlangsung 3 hari sebelum lulus, biasanya jarang sekali ada ujian. Kalau pun ada hanya berupa ulangan kecil. Selain itu, siswa sendiri bahkan tidak tahu kalau itu adalah ujian.

Sebagai orangtua selamanya tidak tahu anaknya berada di rangking keberapa di sekolahnya, guru juga tidak tahu, karena tidak pernah diterapkan ranking. Yang ditekankan sekolah adalah belajar, bukan kompetisi, tidak untuk memukul prestasi dengan kompetisi. Sehingga dengan demikian, dapat menekan secara tajam kemungkinan terjadinya perbandingan antar sesama siswa, hanya bersaing dengan diri sendiri, setelah akhir semester, mengevaluasi diri masing-masing apakah telah mencapai target dari pembelajaran semula.
5. Memperhatikan siswa tertinggal

Maksud dan tujuan pokok pendidikan dasar dan menengah Finlandia adalah memberi bimbingan dan dukungan terhadap siswa tertinggal sebagai inti, bahu membahu atau berjalan beriringan untuk tujuan terkait. Mereka percaya bahwa kelak di kemudian hari nanti setiap siswa sekolah dasar dan menengah adalah sumber daya manusia yang sangat berharga bagi negara, tidak ingin melihat siapa pun yang tertinggal.

Di sekolah, yang paling diperhatikan oleh para guru adalah siswa terbelakang, siswa dengan responsif  yang yang lambat, atau bahkan siswa yang bermasalah dengan keluarga.
6. Memberi perlakuan yang sama, dilarang diskriminasi

Di Finlandia, guru dilarang membeda-bedakan siswa dengan alasan apap un. Terhadap semakin banyaknya imigran, pihak sekolah memberi perlakuan yang sama tanpa membeda-bedakan, baik itu imigran gelap, atau pengungsi, atau menetap sementara mengikuti orangtua mereka, semuanya sama. Di mata para guru, yang ada hanya siswa, tidak ada istilah latar belakang. Siswa bukan milik sekolah, bahkan bukan milik keluarga, mereka milik masyarakat dan dalam komunitas mereka sendiri.

Bagi siswa yang memiliki kesulitan belajar, pihak sekolah memiliki orang yang bertanggungjawab untuk bantuan ekstra, juga bimbingan eskstra kurikulum gratis yang didanai pemerintah. Jika tidak bisa juga, siswa terkait akan dipindahkan ke sekolah khusus, di sana ada guru yang memiliki pengalaman pengajaran khusus selama bertahun-tahun. Satu-satunya yang ditangani pemerintah adalah menugaskan kepada Menteri Pendidikan, memantau apakah ada anak-anak yang bolos dan tidak masuk sekolah, orangtua maupun sekolah yang tidak kompeten akan dikenai sanksi hukuman berat.
7. Belajar adalah urusan seumur hidup

Sekolah di Finlandia memaksimalkan pembinaan imajinasi, kreativitas, kemampuan mengeskpresikan diri,, kemampuan kerjasama dan disiplin diri dari siswa itu sendiri dan sebagainya. Hal ini dianggap berkaitan dengan hal seumur hidup. Terhadap pertanyaan yang diajukan oleh para siswa, guru tidak akan memberikan jawaban langsung, tapi membimbing siswa untuk memikirkan, menelaah dan menemukan jawabannya sendiri.

Selama di sekolah dasar, secara umum sudah mulai memiliki kemampuan untuk mencari suatu informasi di internet, dan kemampuan membuat proyek-proyek sendiri, untuk meletakkan landasan penting dalam pekerjaan pada masa depan bagi siswa menengah, sekolah tinggi dan perguruan tinggi.

Bagi seporang siswa lulusan SMP, dimana dalam hal mendapatkan nilai, pekerja keras, mampu hidup mandiri, mampu memecahkan masalah, mampu berkoordinasi dan kerjasama, maupun kemampuan mengekspresikan diri dan aspek lain yang telah memiliki bentuk embrio, pada dasarnya telah sesuai dengan standar masyarakat.

Singkatnya, tujuan pendidikan dasar dan menengah di Finlandia ini untuk mendidik orang-orang berbakat, dan jika ditilik dari pandangan luas, dari tata letak secara keseluruhan, pola pendidikan di Finlandia bukan hanya murni menanamkan segala macam bentuk pengetahuan.(blog.qq/jhn/ynat)

 

Share
Kategori: KELUARGA

Video Popular