ket foto Anak-anak adalah harapan dan masa depan bangsa.

parenting, kualitas pendidikan sekolah dasar di jerman, pendidikan dasar di jerman, metode pendidikan sekolah dasar jerman, pendidikan di jerman, anak anak jerman, mendidik anak, pendidika anak, kualitas pendidikan dasar jerman, mendidik anak, mutu pendidikan di jerman, jerman, poemerintah jerman

parenting, kualitas pendidikan dasar jerman, pendidikan sekolah dasar di jerman

Bagaimana membentuk moral dan pendidikan berkualitas  dari anak-anak sejak kecil dengan keyakinan beragama sebagai dasarnya dan  anak-anak yang memiliki etika sosial, taat  juga menjaga ketertiban umum, memahami hubungan interpersonal, dan secara bertahap belajar cakap secara rasional dan fleksibel dalam menangani hubungan antar masyarakat, semua ini merupakan tantangan yang besar. Dan ini adalah dasar dalam menciptakan sebuah masyarakat yang benar-benar harmonis

Sejak  tingkat TK hingga  tingkat SD kelas dua , Putri saya menghabiskan waktunya selama lebih dari empat tahun di Jerman, membuat saya terkesan dengan mutu pendidikan di Jerman. Perasaan saya secara keseluruhan juga  mutu pendidikan di Jerman sangat konkret dan pragmatis. Tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mengajarkan anak-anak mematuhi tatatan sosial, memiliki etika sosial, kasih sayang dan empati dengan cara yang mudah dipahami dan metode pendekatan dalam kehidupan sehari-hari.

Manusia itu sederajad, tidak ada perbedaan status tinggi atau rendah, mulia atau hina

Sewaktu putri saya di tingkat  TK , di dalam kelasnya ada anak-anak kulit hitam keturunan Afrika, anak-anak dari Vietnam, juga anak-anak dari Jerman sendiri, dan lain sebagainya, anak-anak dari berbagai ras dan suku bangsa ada di sekolah putri saya.

Saat anak-anak berulang tahun, wali murid akan memberitahu kita makanan kecil apa saja yang yang  sebaiknya perlu disiapkan. Ada ciri khas suatu kebangsaan, beberapa anak akan merayakan ulang tahun mereka secara bersama-sama.

Umumnya, kami akan memersiapkan lumpia khas Tiongkok, dengan isi masing-masing berupa kacang merah, sayuran dan daging. Guru akan bercerita tentang negara Tiongkok atau negara lainnya, dengan cara empati dan mendidik anak-anak tentang suku bangsa dan geografisnya. Ketika menginjak sekolah dasar, guru akan menyuruh anak murid yang merayakan ultahnya itu memperkenalkan negaranya sendiri.

Jadi, dengan cara demikian dapat menyampaikan pada anak murid dengan ungkapan perasaan, bahwa setiap negara memiliki makanan khasnya yang enak, punya karakteristik dan tradisi, karena itu, semuanya sederajad.

Tidak boleh berprasangka terhadap suatu ras, suku dan bangsa yang tidak sama karena warna kulit atau rambut mereka, jika Anda tidak ingin mendapatkan perlakuan yang tidak adil dan diskriminasi atau dikucilkan, maka Anda sendiri terlebih dahulu jangan memperlakukan orang lain seperti itu.

Memertimbangkan suatu hal sebagaimana adanya, tidak boleh dicampuradukkan dengan  hal yang lain.

Ini adalah cerita dari seorang teman di Jerman. Ia orang Jerman, memiliki seorang anak perempuan yang duduk di kelas tiga SD. Ketika pulang ke rumah, putrinya bercerita padanya, katanya di kelasnya itu ada seorang anak Jerman memarahi seorang anak Tionghoa : “Kamu orang Tionghoa  suka makan ikan, bau amis, dan menjijikkan.”

Hal ini dikecam oleh gurunya. Jika anak ini hanya menunjuk pada seseorang atau keluarga, maka sang guru tidak akan menghubungkan masalah ini pada hal lain yang tidak ada kaitannya, tetapi anak itu mungkin dipengaruhi oleh dampak dari keluarganya. Yang dilukai perasaannya adalah sebuah bangsa dan masyarakat luas, ucapan yang tidak baik dan kasar, dalam sikapnya itu mengandung prasangka dan diskriminatif terhadap orang lain, apalagi kata-kata yang kasar itu ditujukan pada teman sekelas, karena itulah dikritik oleh wali muridnya, dan menuntut permintaan maaf.

Padahal boleh dikata ini adalah hal kecil, tapi di sekolah di Jerman itu adalah hal yang besar, karena hal itu berkaitan dengan hubungan antar sesama, manusia. Termasuk masalah tentang bagaimana saling menghormati satu sama lain dan hidup dalam suasana harmonis antara orang Jerman dengan orang asing. Selain itu juga mencerminkan kualitas guru dan pragmatisme bangsa Jerman.

Dimulai dari hal kecil, maju selangkah demi selangkah secara teratur

Segala persiapan pertemuan saat merayakan ulang tahun, Natal, atau saat liburan dan sebagainya disiapkan siswa dan panitia keluarga untuk dikonfirmasikan ke semua orang. Biaya yang dikeluarkan juga tidak banyak, semuanya itu tergantung dari sumbangan secara sukarela.

Di sekolah Jerman, anak-anak wajib melakukan piket harian, dan bagaimana saling menghormati serta menjalin hubungan yang harmonis, semuanya tertulis secara jelas dalam peraturan di kelas mereka. Tidak ada perbedaan dalam memperlakukan anak-anak, semuanya berisi norma perilaku yang konkret. Seperti contoh misalnya saat turun salju dilarang bermain bola salju, karena dikhawatirkan akan berkembang pada kecenderungan yang mengarah pada tindakan kekerasan.

Para pendidik di Jerman mendidik anak-anak dengan memberi pengaruh secara halus dan tak terasa kepada pikiran anak-anak tentang bagaimana mematuhi peraturan lalu lintas, bagaimana mengklasifikasi sampah daur ulang dengan benar dan bagaimana menghemat energi serta melindungi lingkungan dan sebagainya.

Menyerap kekuatan dari berbagai aspek, mendidik secara multi kualitas

Profesor dari universitas di Jerman akan secara teratur ke sekolah dasar untuk memberi pendidikan sains dasar ; putri saya melihat-lihat teleskop ruang angkasa di universitas saya. Setiap bulan ada staf profesional mengadakan pertunjukkan vokal di sekolah, jika menemukan bakat siswa, maka seni musik dan tari siswa akan ditingkatkan mutunya. Putri saya pun tertarik untuk belajar musik piano setelah melihat pertunjukkan, guru musik yang direkomendasikan guru sekolah  selama 2 jam sekali per minggu ; liga klub sepak bola  mengirim seorang pemain ke sekolah untuk mengajar anak-anak  teknik bermain bola, bagi yang hobi bisa mendaftar, orang tua secara bergiliran mengantar anak-anak mereka untuk mengikuti pelatihan secara gratis.

Petugas pemadam kebakaran berkewajiban  setiap tahun datang dan mengunjungi  sekolah dan memberikan ketrampilan tentang bagaimana menangani  dengan baik sebelum maupun setelah kebakaran. Dengan menggunakan petunjuk gambar yang berupa kartun , benda, dan dikarenakan di tingkat anak-anak skolah ,  tentu saja juga disediakan makanan yang disukai oleh anak –anak  murid seperti permen, penganan atau makanan kecil lainnya.

Masyarakat menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas

Di tempat-tempat umum, setiap beberapa waktu, akan ada pertemuan khusus untuk siswa. Menyiapkan mainan, alat lukis untuk anak-anak, belajar sambil bermain. Dan karena itulah putri saya menjadi sangat tertarik setelah melihat pertemuan demikian. Pemerintah bahkan menyediakan nonton bioskop gratis untuk  para murid,  memberikan tiket masuk ke kebun binatang. Selain itu, beberapa organisasi untuk kesejahteraan umum akan memberikan dukungan yang relevan

Sebagai contoh, semua apotek menyediakan secara gratis majalah ilmiah populer untuk anak-anak murid dengan  materi yang padat dan beragam serta  mudah dimengerti, ilustrasi berikut teks, majalah dengan isi yang sangat disukai anak-anak.

Setiap edisi dilampiri dengan sampul muka suatu jenis hewan yang menarik perhatian anak-anak.  Dalam masalah tersebut berisi keterangan tentang karakteristik suatu jenis hewan, dan beberapa pengetahuan ilmiah yang sangat praktis. Misalnya bagaimana mengembangkan kebiasaan makan yang baik sejak dini, untuk menghindari obesitas dan tekanan darah tinggi menjelang dewasa ; bagaimana cara mengatasi penyakit ringan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sakit perut, demam, pusing, juga bagaimana cara mencegah dan menangani kutu dan sebagainya ; gambar atau animasi kartun tidak hanya disukai anak-anak, bahkan orang dewasa seperti saya juga sangat menyukainya

Salah satu edisi majalah berisi kuis tentang “seberapa jujurkah kamu ?” total ada lima pertanyaan yang erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Pertanyaan pertama adalah : Jika di supermarket, kasir mengembalikan lebih 5 atau 10 Euro dari uang belanjaan kamu, apa yang akan kamu lakukan ?  ada 3 jawaban pilihannya : Pertama, saya terima kembalian lebihnya itu dan pura-pura tidak tahu. Jika dia tidak bisa menghitung, itu urusannya. Kedua, saya terima kembaliannya, tapi, tidak lama kemudian saya merasa bersalah. Ketiga : Saya tidak mengambil uang kembaliannya, tapi memberitahu kasir akan kesalahannya itu.

Setiap jawaban dari pertanyaan itu tercetak terbalik di sampingnya, yang diperuntukkan sebagai referensi dan belajar bagi anak-anak. Jawaban yang benar untuk pertanyaan itu adalah memanfaatkan kesalahan kasir adalah perilaku/tindakan yang tidak bermoral. Saat tutup buku, akan ditemukan selisih uang yang berkurang dari total penerimaan. Sehingga akibatnya si Kasir akan disalahkan, atau bahkan harus mengambil dari kantongnya sendiri untuk menutupi kekurangan itu.

Sementara empat pertanyaan lainnya adalah :

  1. Saya lupa mengerjakan PR, bagaimana nanti saya menjelaskannya pada guru ?
  1. Ada seorang gadis yang tidak kamu sukai, dia dicurigai mencuri sesuatu, tapi kamu tahu bukan dia yang melakukannya, lalu apa yang akan kamu lakukan ?
  1. Teman Anda mengubah gaya rambut dan gaya berpakaian, ia tampak sangat bangga, sementara kamu merasa jelek dengan gaya maupun model pakainnya, lantas apa yang akan kamu katakan kepadanya ?
  1. Ada seorang anak diganggu/dilecehkan oleh dua anak yang lebih besar (usia), sementara kamu melihat anak itu lari dan tahu dimana ia bersembunyi. Ketika kedua bocah tanggung itu bertanya kepada kamu apakah melihat anak itu, bagaimana kamu akan menjawabnya ?

Kelima masalah itu adalah sesuatu yang pasti akan kita temui dalam kehidupan sehari-hari, setiap pertanyaan memilki tiga pilihan jawaban, tapi hanya satu jawaban yang paling tepat di antara ketiga pilihan itu.

Ketika anak-anak dengan penuh semangat memecahkan masalah, jika bukan sekali lagi memastikan pengetahuan akan dirinya memang benar adanya, pasti telah belajar cara penanganan yang tepat, dan tanpa disadari telah mempelajari pendidikan berkualitas dan karakter yang hidup.

Dari sebuah majalah kecil seperti itu, apotek di Jerman menyampaikan keceriaan dan tradisi masyarakat yang sehat secara rohani dan jasmani, pendidikan berkualitas dan karakter pada generasi berikut bangsa Jerman tercermin dalam segala aspek dalam kehidupan alami dan bersahaja. (secretchina/jhn/yant)

 

 

Share
Kategori: KELUARGA

Video Popular