Dengan tanda-tanda meningkatnya suhu pelambanan ekonomi pada negara ekonomi terbesar kedua dunia, pasar juga mulai mengarahkan perhatian untuk mengamati tindak lanjutan dari pemerintah Tiongkok. Sementara itu, Yunani menghadapi pemilu yang dipercepat dan para menteri keuangan beserta gubernur Bank sentral dari berbagai negara akan bertemu untuk membahas kekhawatiran pasar dan menentukan langkah-langkah kebijakan mereka.

Memasuki minggu depan, para investor akan mulai mengamati ketiga faktor berikut yang bisa berpengaruh terhadap perkembangan situasi ekonomi global, khususnya mencari tahu sejauh mana rencana the Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga Dollar AS.

Kekhawatiran terhadap melesunya ekonomi global karena pelambanan ekonomi Tiongkok

Laporan Reuters pada Minggu (23/8/2015) menyebutkan bahwa kekhawatiran terhadap pelemahan ekonomi Tiongkok sedang menyeret ekonomi global, memukul komoditas dan pasar saham dunia.

Data PMI Manufaktur menunjukkan, grafik kegiatan manufakturing Tiongkok sedang menurun hingga menyentuh level terendah sejak krisis moneter global. Hal ini memperkuat dugaan situasi pelambanan ekonomi di Tiongkok sudah mengkhawatirkan. Karena itu, harga komoditas dan pasar saham anjlok pada Jumat kemarin.

Pemerintah Tiongkok pada Agustus telah menyetujui penurunan nilai mata uang Renminbi (RMB) sebanyak 2 %. Bank Sentral Tiongkok mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk menurunkan lagi nilai RMB. Namun para penanam modal sudah siap untuk menghadapi penurunan lagi standar cadangan dana Bank.

Analis dari Investec Economics mengatakan, “Mata dunia akan menatap pada pemerintah Tiongkok, menyangkut langkah-langkah lebih lanjut untuk mendukung kebijakan, serta Bank Sentral mereka dalam menentukan nilai tukar RMB dan perkembangan dalam transaksi perdagangannya”.

Para pengamat dunia secara luas memperkirakan bahwa pemerintah Tiongkok besar kemungkinan dalam beberapa bulan ke depan ini akan kembali menggunakan pengucuran dana cadangan mereka  untuk meranggsang kredit perbankan demi mencapai persentase pertumbuhan ekonomi yang sudah dipatok pada angka 7.

Ekonom Standard Chartered Bank mengatakan, pemerintah Tiongkok masih berkeinginan untuk menurunkan cadangan dana perbankan di Bank sentral secara bertahan hingga akhir tahun ini. Rercananya standar itu akan diturunkan hingga 100 basis poin dan mulai dilaksanakan dalam 2 pekan mendatang.

Tahun ini saja Beijing sudah 3 kali melakukan penyesuaian terhadap standar cadangan itu.

Masih sulit untuk meramalkan apakah the Fed akan menaikkan suku bunga

Laporan Reuters mengatakan bahwa sampai akhir minggu depan pegunungan Rocky akan menjadi pusat perhatian dunia, lantaran mulai 27 – 29 Agustus 2015 para penentu kebijakan termasuk para menteri keuangan dan gubernur Bank sentral negara-negara, akademisi, investor akan berkumpul untuk mengikuti pertemuan yang diselenggarakan oleh Federal Reserve System.

Ketua Dewan the Fed, Janet Yellen rencana tidak mengikuti pertemuan, dan sangat besar kemungkinan bahwa para pejabat AS yang berwenang juga tidak akan membocorkan sedikit pun informasi tentang suku bunga AS yang sudah selama 10 tahun terakhir ini tidak pernah dinaikkan oleh the Fed.

Dengan dirilisnya laporan pertemuan the Fed pada Juli yang di dalamnya juga tercantum jadwal rencana peninjauan suku bunga, untuk sementara waktu bisa menghapus rasa was-was akan ditinjaunya suku bunga pada September mendatang. Keputusan the Fed bisa mempengaruh pasar global, juga mungkin akan memberikan pukulan lebih berat pada asset emerging yang sudah babak belur oleh resesi ekonomi Tiongkok.

Dalam laporan the Fed itu juga menunjukkan bahwa penentu kebijakan AS juga mengkhawatirkan tentang memburuknya ekonomi global. Tetapi mereka juga lebih optimis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS.

Pemilu yang dipercepat menciptakan lebih banyak ketidakpastian bagi Yunani

Reuters melaporkan bahwa, Yunani akan kembali menjadi sorotan dunia. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan setelah Uni Eropa mengulurkan dana bantuan untuk ketiga kalinya bagi Yunani. Dan mengusung pemilu yang akan menentukan masa depan Yunani.

Pemerintah Yunani saat ini sedang berupaya memperkuat posisinya dalam pemilu setelah menerima syarat bantuan dana yang pernah mereka tolak. Namun, hal ini juga memberikan andil ketidakpastian kepada pasar internasional yang memang sedang terguncang. Masyarakat banyak yang kurang yakin terhadap keinginan Yunani untuk melaksanakan reformasi yang mereka janjikan. Padahal itu merupakan satu-satunya jalan untuk membenahi dan menyehatkan ekonomi dan bisnis keuangan Yunani. (Qin Yufei/sinatra/rmat)

Share

Video Popular