OlehLi Jing

Bertepatan dengan parade militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk memperingati 70 tahun kemenangan bangsa Tiongkok berperang melawan penjajah Jepang saat Perang Dunia 2 yang rencananya akan diselenggarakan pada 3 September 2015 mendatang, seorang netizen Daratan menggali kembali demi konsumsi pembaca kelompoknya isu tentang ‘kudeta via parade’ yang di waktu lalu pernah diberitakan oleh media resmi Xinhua.

Istilah kudeta saat ini memang cukup sensitif karena konflik melibatkan 2 kubu pimpinan tingkat atas PKT, jadi pembahasannya di microblog oleh para netizen Daratan pun ramai.

Hari parade kian mendekat. Berita tentang insiden ledakan di Tianjin kian surut tertimpa oleh berita yang berkaitan dengan parade militer.

Microblogging resmi Xinhua News Agency, ‘Xinhua Viewpoint’ pada Oktober tahun lalu di rubriknya ‘Hari Ini dalam Sejarah’ menggambarkan kembali kejadian saat Mesir merayakan 8 tahun kemenangan atas Operasi Badar (1973) di ibukota Kairo, Mesir. Sebuah kendaraan artileri yang tergabung dalam parade militer akbar saat itu, tiba-tiba menghentikan laju kendaraannya setelah berada di depan panggung kehormatan. Kemudian melompat turun beberapa prajurit dengan membawa senapan mesin berlari menuju depan panggung dan memberondongkan sejumlah peluru ke sasaran orang yang berada di atas panggung itu termasuk presiden. Anwar Sadat, presiden Mesir saat itu, tewas dalam insiden tersebut.

Saat ini pihak berwenang sudah mengerahkan segala kemampuan untuk pengamanan ibukota Beijing, Tiongkok. Peralatan keamanan profesional sudah terpasang di sekitar Lapangan Tiananmen. Semua kendaraan militer Beijing yang berlalu lalang di jalan harus memiliki ‘surat jalan’. Kendaraan militer asal luar kota Beijing akan dikenakan pengontrolan yang ketat bila masuk Beijing.

Di banyak lokasi perhotelan di sepanjang Chang’an Road termasuk Hotel Beijing sudah dipasang peralatan keamanan canggih. Semua orang dan barang yang masuk hotel akan diperiksa secara ketat. Helikopter terus melakukan patroli mengawasi dari udara sepanjang Chang’an Road dan Lapangan Tiananmen.

Spesifikasi yang diterapkan untuk pengamanan parade kali ini termasuk yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pihak berwenang Beijing telah memberlakukan persyaratan ketat untuk mencegah kendaraan militer yang tidak diundang masuk ke kota Beijing. Ketika ‘Perburuan harimau besar’ sudah kian mendekati targetnya yaitu Jiang Zemin dan Zeng Qinghong, faktor kemungkinan terjadinya kudeta tentu ikut dipertimbangkan oleh rezim Xi Jinping.

Baru-baru ini, perubahan personil dalam tubuh Tentara Gabungan ke 38 (Komando Daerah Militer Beijing) cukup intensif dilakukan.

Xi Jinping yang menarik pelajaran dari pemimpin terdahulunya Hu Jintao yang kekuasaannya dipreteli oleh Jiang Zemin terus berupaya untuk meningkatan kontrol terhadap militer Tiongkok. Membersihkan kroni-kroni Jiang dari militer dan menempatkan orang-orang kepercayaannya, khususnya ke dalam ketiga instansi yang tugasnya memberikan pengawalan terhadap diri presiden dan kegiatan kepresidenan yaitu Kodam Beijing, Kodam Wei Xu, Biro Pusat Pengawalan. Xi terus berupaya untuk memperkuat kontrol terhadap militer melalui banyak caranya. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular