Kadang kita sangat jengkel ketika sedang memakai laptop batrei cepat habis, di tambah lagi posisi sedang di jalan tidak ada listrik untuk mengisinya.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat baterai lithium-ion (Li-ion) Anda bertahan lebih lama, baik yang digunakan dalam mobil listrik, instalasi besar di rumah, atau dalam perangkat portabel Anda, seperti smartphone atau laptop.

Pilih produk yang lebih muda tahun pembuatan

Penting untuk diingat bahwa baterai mengalami degradasi tidak hanya saat digunakan, tetapi juga ketika duduk diam di rak. Ini adalah salah satu alasan mengapa sebagian besar produsen tidak hanya menentukan siklus hidup tetapi juga batas waktu pemakaian untuk baterai mereka.

Jadi hal yang harus Anda lakukan sama dengan ketika membeli produk susu, belilah yang segar setiap kali diberi pilihan. Sebuah produk yang sedikit lebih tua memang akan tampak baik-baik saja, terutama jika Anda ditawari diskon yang luar biasa, namun jangan heran jika baterainya akan berakhir lebih cepat.

Jagalah agar tetap dingin

Dalam hal lingkungan pengoperasian, pengaruh yang paling penting pada kehidupan baterai adalah suhu. Baterai Li ion biasanya paling “bahagia” jika berada di sekitar suhu kamar 20 sampai 25 °C.

Pada suhu yang lebih hangat, lapisan pelindung di dalam baterai akan hancur dan perlu dibentuk kembali, yang akan mengisap beberapa kapasitas energi baterai.

Dan di suhu dingin, reaksi kimia di dalam baterai akan melambat. Hal ini menyebabkan perjalanan arus listrik menjadi terhambat.

Akan tetapi, suhu dingin biasanya lebih tidak merusak jika dibandingkan dengan suhu panas. Jadi jika Anda memiliki pilihan antara menempatkan telepon Anda di bawah sinar Matahari atau tempat yang teduh, pilihan yang terakhirlah yang akan menjaga baterai Anda tetap awet.

Tidak ada lagi efek memori

Salah satu aspek yang dikenal lebih luas tentang kehidupan baterai adalah “efek memori”.

Dalam unsur kimia baterai isi ulang yang lebih tua, seperti nikel kadmium, pengisian parsial dan pemakaian secara signifikan akan mengurangi kapasitas energi.

Apa yang tidak banyak diketahui adalah bahwa efek memori di baterai lithium-ion, jika ada, cenderung sangat kecil. Sebaliknya, mereka memiliki karakteristik yang cukup bernuansa. Bila tidak digunakan, baterai akan mengalami degradasi ketika terisi penuh. Jadi, jika dibiarkan selama beberapa hari atau minggu tanpa digunakan, idealnya mereka harus disimpan pada pengisian yang relatif rendah, misalnya sekitar 20%.

Sebaliknya, ketika jarang diisi dan dipakai, yang terbaik adalah menjaga baterai berada pada kisaran 50%. Jadi jika Anda hanya melakukan pengisian dan sedikit pemakaian baterai pada suatu waktu, akan jauh lebih baik untuk diisi antara 45-55% dibandingkan dengan 90-100%.

Daya yang masuk dan keluar

Memaksa baterai untuk menyediakan output daya dalam jumlah tinggi atau untuk mengisi baterai secara cepat, setara dengan proses pemanasan dan pendinginan secara bersamaan, yang akan mengakibatkan lapisan pelindung hancur dan membentuk kembali, serta secara bersamaan menghambat jalannya arus listrik.

Bahkan pengisian dan pemakaian pada tingkat yang lebih rendah cenderung lebih buruk daripada didiamkan namun terisi penuh. Jadi cobalah untuk tidak memberikan terlalu banyak kinerja pada baterai Anda pada suatu waktu. (Zzr/Yant)

Share

Video Popular