Erabaru.net. Saat Anak-anak menginjak usia dewasa, keinginannya untuk berdiri sendiri (mandiri) juga bertambah kuat.

Mereka mulai menyadari akan keberadaan mereka, tidak ingin selalu ditekan. Mereka mulai ingin berpikir dan melakukan sesuatu secara mandiri.

Di saat demikian, jika orangtua selalu campur tangan terlalu berlebihan, akan membuat mereka menjadi antipati.

Namun, bagaimana jika aksi yang dilakukan tidak mau mendengar perkataan orangtua, bertindak sendiri, sering membantah atau bereaksi dengan sikap menantang apa yang dikatakan orangtua.

Lantas, bagaimana baiknya menghadapi anak yang suka melawan itu ?

Hormati keinginan anak untuk mandiri

1. Biarkan anak-anak melakukan, merasakan dan memikirkan segala sesuatunya sendiri. Sebagai orangtua sebaiknya upayakan semaksimal mungkin dengan memberikan kesempatan dan menciptakan lingkungan untuk beraktivitas padanya.

2. Tidak secara membabi buta meminta anak-anak bertindak menurut kemauan orang dewasa.

Ketika anak-anak memiliki ide yang unik, dan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya, maka sebagai orangtua yang bijak seyogyanya memberikan dukungan secara aktif dan segera memberikan pujian.

3. Kembangkan demokrasi keluarga, berikan hak bicara yang lebih luas pada anak-anak.

Kritik mendidik anak-anak

Orangtua memiliki tanggungjawab untuk mengingatkan, menasihati, atau kritikan yang serius atas perilaku anak-anak yang tidak benar, tetapi harus ringkas, dan jangan mengulang tanpa henti.

Selain itu juga utamakan pengajaran non lisan, terapkan bimbingan dengan tindakan (praktek langsung), dan teladan untuk membimbing anak-anak mengembangkan kemampuan pendidikan diri.

Utamakan kontak dengan spritual anak

Setiap anak ingin mendapatkan pengertian dari orang dewasa, sebagai kepala keluarga sebaiknya belajar untuk mendengarkan pandangan anak-anak, sebisa mungkin mencoba memahami perasaan mereka, dan gunakan kata-kata “saya pikir ……” untuk menyampaikan pendapat dan penilaian diri, agar anak-anak merasakan kelembutan, belaian orangtua, sehingga bersedia dan dengan senang menerima pandangan orangtua.

Mengembangkan kualitas karakter anak-anak yang baik

Orangtua harus mendidik anak-anak untuk menghormati orang-orang yang lebih tua, menginspirasi anak-anak untuk berpikir dalam menilai pandangan orang lain, dan baru bicara setelah mempertimbangkan secara matang, untuk mengembangkan kualitas karakter yang stabil, jujur terbuka dan cakap dalam mengendalikan diri.

Menciptakan suasana keluarga yang harmonis

1. Antara sesama anggota keluarga harus saling menyayangi, peduli satu sama lain, agar segenap keluarga diliputi dalam suasana bahagia, bebas, saling menghargai dan harmonis. Meskipun ada perbedaan dalam keluarga, sebisa mungkin tidak bertengkar di depan mata anak-anak, tetapi selesaikan melalui diskusi secara kekeluargaan.

2. Saat mendidik anak-anak, sebaiknya jangan menggunakan pola pendidikan yang bersifat perintah, tetapi dengan sikap yang bersahabat menginspirasi anak-anak.

3. Jangan memaksa anak-anak untuk segera menuruti setiap ucapan orangtua, tetapi berikan mereka waktu yang cukup untuk berpikir, untuk mencegah jangan sampai memicu “pemberontakan” dan “perlawanan” dari mereka.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular