Begitu menyebut makanan, banyak orang akan berpikir soal lemak. Banyak penelitian sudah menemukan berbagai macam jenis lemak seperti lemak baik, lemak jahat dan lemak HDL, lemak LDL, lemak jenuh, lemak tidak jenuh, lemak nabati, lemak hewan, Omega-3 fatty acids, Omega-6 fatty acids serta lainnya yang membuat orang awam bingung. Dari semua lemak tersebut orang awam tidak tahu mana yang baik dan buruk untuk tubuh.

Di bawah ini terdapat 6 jenis makanan yang mengandung asam lemak yang baik khususnya bagi kesehatan jantung.

Telur

Ada suatu masa, para ilmuwan menyimpulkan bahwa mengonsumsi telur kurang baik bagi kesehatan karena telur mengandung banyak kolesterol dan lemak. Namun penelitian kemudian menemukan bahwa kolesterol yang dikandung dalam telur tidak membuat kolesterol dalam darah bertambah tinggi. Dan tidak akan berdampak negatif terhadap orang kebanyakan. Sebalinya, kandungan vitamin, mineral dan protein dalam telur justru merupakan makanan paling bernutrisi di dunia.

Telur merupakan sumber yang paling baik dari asam lemak omega-3 (omega-3 fatty acids). Tubuh ayam yang hidup di alam bebas akan lebih kaya dengan asam lemak omega-3 karena memakan serangga dan sayuran, jika dibandingkan dengan ayam yang diberi makan jagung dan kedelai.

Minyak zaitun

Sejak jaman Firaun, orang-orang Mesir sudah memanfaatkan minyak zaitun dan lilin lebah sebagai bahan pembuat cream pembersih wajah, cream pelembab kulit dan zat anti bakteri. Karena kaya akan kandungan lemak tak jenuh dan zat anti bakteri maka para ahli merekomendasikan asupan sekitar 2 sendok makan (23 gr) minyak zaitun setiap harinya untuk mencegah terjadinya penyakit jantung koroner. Zat polifenol dalam minyak zaitun mampu menurunkan tekanan darah, mengurangi jumlah kolesterol jahat (LDL), menghambat pembekuan darah dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah alteri, karena itulah minyak zaitun banyak memberikan manfaat bagi kesehatan manusia.

Minyak kesumba

Minyak kesumba juga kaya akan kandungan lemak tak jenuh tunggal, memiliki efek positif terhadap jantung dan sistem kardiovaskular. Perbedaannya dengan lemak yang dihasilkan dari susu sapi, daging lemak hewan terletak pada kemampuannya untuk mengurangi jumlah perbandingan antara LDL dengan HDL.

Gumpalan darah mudah terbentuk karena tingginya kolesterol LDL yang kemudian mempertebal dinding pembuluh dan mempersempit aliran darah. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung dan stroke. Dan radikal bebas yang dihasilkan oleh racun dari tembakau, alkohol dan makanan olahan dapat merusak sel, sistem kekebalan tubuh dan kesehatan. Sedangkan minyak kesumba justru mampu melindungi sel dari kerusakan yang diakibatkan oleh pengaruh radikal bebas. Sementara itu, hasil studi pada tahun 2011 menunjukkan bahwa minyak kesumba mampu mmeningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi gejala dan efek dari diabetes.

Alpukat

Buah alpukat menandung zat kalium lebih tinggi daripada dalam buah pisang, juga kaya akan vitamin E, kalsium, magnesium, mangan, dan mampu memperbaiki komposisi jumlah HDL dengan LDL dalam kolesterol. Ia juga memiliki asam α-linolenic lemak baik langka yang termasuk unsur dari asam lemak ω- 3.

Kandungan asam α-linolenic dalam buah alpukat ini yang menghasilkan kalori untuk melindungi jantung. Dibandingkan dengan buah lainnya, buah alpukat mengandung lebih banyak protein, berkadar gula lebih sedikit, kaya akan vitamin B5, K serta serat yang bisa membantu proses pencernaan dan buang air besar.

Ikan sarden

Selain ikan salmon kalengan, ikan sarden mengandung banyak asam lemak ω- 3 yang sudah terbukti baik bagi kesehatan jantung. Alasan jumlah orang Jepang yang terkena penyakit jantung, gangguan kejiwaan dan gangguan inflamsi lebih sedikit dibandingkan dengan negara industri lainnya adalah karena pola makan sehat mereka yang memperhatikan komposisi kandungan asam lemak ω- 3 sekitar 4 : 1 dengan asam lemak ω- 6. Sayangnya, pola makan orang Amerika rata-rata memiliki kandungan asam lemak ω- 6 sampai 14 – 15 kali lebih tinggi dari asam lemak ω- 3.

Selai almond

Dari hasil ringkasan 5 penelitian terkenal yang dilakukan oleh Amerika sejak tahun 2001 menunjukkan bahwa, sering mengkonsumsi selai almond dan kacang-kacangan lainnya bisa mengurangi penyakit jantung. Alasan mengapa selai almond mampu mengurangi risiko penyakit jantung mungkin terletak pada banyaknya kandungan vitamin E yang menghasilkan efek antioksidan, serta lemak tak jenuhnya yang mampu menurunkan kepadatan LDL. (Sin/Yant)

Share

Video Popular