Jika diurut pada 20 tahun silam, mungkin para ilmuwan bumi masih bisa menjelaskan bagaimana sistem planet itu terbentuk. Namun, dalam jurnal “ilmiah” terbaru menyebutkan, bahwa selama 20 tahun terakhir ini, para astronom menemukan terlalu banyak planet yang “ganjil”, misalnya, ada beberapa planet yang jaraknya begitu dekat dari bintang utama, sampai-sampai orbit revolusinya hanya beberapa hari saja, selain itu ada planet berbatu yang begitu besar, sehingga membuat teori para ahli antariksa tentang pembentukan planet itu harus dikaji ulang.

Selain itu, ada beberapa sistem planet memiliki “bumi super” maha besar, yaitu planet berbatu raksasa, lapisan luarnya tidak memiliki gas, mungkin mengelilingi di kedua kutub bintang tetap. Juga ada beberapa planet yang beredar dengan orbit elips, bukan orbit datar seperti planet-planet pada sistem tata surya kita.

Sehubungan dengan ini, ilmuwan hanya bisa menjawab tanpa penjelasan.

Kemungkinan besar planet saling bertabrakan di dalam sistem planet tertentu, sehingga menyebabkan orbitnya tampak ganjil, bahkan beberapa planet dicengkramnya “tanpa sengaja” ketika melewati bintang tertentu. Dengan kata lain, proses terbentuknya planet, sebenarnya lebih rumit dari bayangan semula komunitas ilmiah.

NASA mengatakan, bahwa kelompok pertama yang menemukan planet di luar angkasa, menunjukkan ada banyak benda langit yang sama sekali tidak sama dengan planet di tata surya kita, kemudian ditemukan lagi sejumah besar sistem planet di luar angkasa dengan pola peredaran yang jauh berbeda dengan sistem matahari.  Beberapa sistem planet di luar angkasa itu besarnya seperti Jupiter, tapi, orbit peredarannya mirip dengan bintang tetap.

Selain itu juga ada beberapa planet di dalam sistemnya berputar dengan orbit yang sempit, sangat jauh berbeda dengan orbit yang nyaris melingkar di tata surya. Dan semua ini merupakan fenomena planet yang belum bisa dijelaskan saat ini. (bayvoice/jhon/ran)

Share

Video Popular