Pernahkan terpikirkan oleh Anda, apa sebenarnya yang dipikirkan seorang anak usia puluhan tahun ? Mengapa ia tetap saja bandel ? Ketika pandangan anak remaja bertolak belakang dengan kita, selaku orang tua, kita kerap hanya bisa meninggalkannya dalam keadaan bingung dan kecewa.

Adalah hal yang wajar ketika merasa sulit berkomunikasi dengan anak-anak remaja, mungkin mereka belum menguasai cara atau seni dalam mengekspresikan pandangan mereka, terutama saat menunjukkan perlawanannya terhadap perlindungan Anda. Jadi, Anda juga harus menebak sejenak apa sebenarnya yang terjadi padanya.

Meskipun bagi orangtua yang harus memberikan bimbingan dan pengajaran, dimana jika hanya mendengarkan semata dan tidak mencoba mengubah pandangan pihak lain itu cukup sulit, tapi terkadang yang mereka butuhkan hanya mendengarkannya.

Kami telah mewawancari perihal anak-anak remaja berikut ini : “Jika Anda hanya bisa memberitahu satu hal kepada orangtua, dan memastikan mereka dapat mengerti, maka apa yang akan Anda katakan?”

1. Jangan membantu saya memecahkan masalah

Masa remaja adalah masa yang penuh perubahan, termasuk fisik, mental serta emosional. Ketika kita melihat anak-anak menjadi galau karena sesuatu, maka dengan mudahnya kita akan membantu mereka memecahkan masalah, tetapi jika Anda fokuskan intinya pada apa yang “salah”, itu akan membuat mereka merasa seolah-olah mereka yang menjadi masalahnya.

Sebelum memberikan saran pada anak Anda, tanyakan dulu pada diri sendiri : “Apakah ini yang harus saya lakukan untuk anak-anak ? Apakah itu adalah hal yang penting ? Apakah ia berhubungan dengan kejahatan atau keselamatan mereka ?” Jika tidak, maka yang seharusnya Anda lakukan adalah : “Apakah ada yang bisa saya bantu ?” Kuasai setiap kesempatan untuk berkomunikasi dengan anak-anak, agar mereka tahu bahwa anda yakin dengan kemampuan mereka ; dan ketika mereka membutuhkan Anda, Anda juga akan selalu berada di sana.

2. Coba bayangkan saat masa remaja Anda, bagaimana perasaan Anda ?

Jika ada orang yang memberi Anda uang jutaan rupiah untuk mengulang kembali masa remaja Anda, apakah Anda akan setuju ? Kebanyakan orang tidak! Coba bayangkan sejenak bagaimana rupa kehidupan Anda pada masa lalu itu : bertikai dengan orangtua (meskipun itu adalah hal yang normal, tetapi tetap saja akan melukai) ; tekanan teman sebaya, perpisahan yang romantis ; pekerjaan keluarga ;diberitahu setiap orang dewasa apa yang seharusnya Anda lakukan ; jerawat, dan tidak cakap dalam bersosialisasi.

Anak Anda juga akan memiliki masalah (risau, galau, kesal dll) yang sama, dan mungkin lebih banyak lagi.

3. Banyak melakukan kesalahan, dan sudah merasakan akibatnya, jangan lagi menguliahi saya

Tidak ada yang suka kesalahan pada masa lalu itu disinggung kembali. Jadi ketika masalah itu selesai, biarlah masalah itu menjadi masa lalu. Jika terjadi masalah lain, berikan lagi hukuman yang sudah Anda atur sebelumnya. Sebagaimana yang dikatakan James Lehman, seorang terapis senior perilaku anak-anak, “Menjadi CEO keluarga Anda, selalu tetap obyektif,” jika seorang CEO yang baik ingin melihat kinerja yang baik, ia tidak akan memanggil stafnya ke ruangan kantor, lalu mengingatkan tentang kesalahan mereka di masa lalu.

4. Teknik mengatasi stres tidak efektif bagi saya

Maksud sebenarnya dari remaja ini adalah, “Meski saya telah menggunakan teknik yang saya pelajari, saya tetap saja merasa runyam”, ketika anak Anda merasa teknik ini tidak berguna dan ingin menyerah, ini berarti saatnya ia membutuhkan dorongan dan dukungan Anda. Namun sayangnya, kekecewaan mereka terkadang tampak seperti putus asa dan marah. Ketika anak Anda sedang marah, dan seakan-akan hendak melampiaskan kemarahannya kepada anda atau saudaranya serta serta binatang piaraan di rumah, harap diingat untuk menghindari terlibat langsung dalam “perdebatan tentang bagaimana seharusnya menangani hal itu”.

Dia akan membutuhkan waktu, ruang dan dorongan tertentu untuk menggunakan teknik itu, bukanlah hal yang mudah untuk mengatasi stres, ia merupakan sesuatu yang kita pelajari dalam sepanjang hidup kita. Kenyataannya, meskipun telah dewasa, kita juga tidak bisa mengatakan “Saya selalu bisa secara sempurna menangani semua tekanan yang ada.”

5. Saya sama baiknya dengan saudara saya ; kami hanya terampil (menguasai suatu bidang) pada hal-hal yang tidak sama

Kita sangat mudah jatuh ke dalam perangkap membandingkan anak. “Kenapa kamu tidak bisa seperti kakakmu mengerjakan pekerjaan rumah ? Dan ulangannya juga sangat bagus!” Setiap orang memiliki bakat, kemampuan, keunggulan dan kelemahan yang tidak sama. Jika Anda terus-menerus selalu dibandingkan dengan rekan anda, maka besar kemungkinan Anda juga akan merasa kecewa dan marah.

6. Tidak bisakah sesekali melakukannya sesuai dengan pandangan saya ?

Ya, ketika kita ingin agar anak-anak belajar bisa berempati, dan mengetahui bagaimana tindakan mereka itu akan berdampak pada orang lain, kadang-kadang mereka tampak seperti tidak pernah memikirkan perasaan orang lain. Saat demikian, Anda hanya perlu memberikan sebuah pelukan atau menepuk-nepuk bahu mereka, agar mereka tahu bahwa Anda dapat memahaminya.

7. Jangan mengendalikan saya lagi

Memiliki anak adalah sebuah proses pembelajaran yang berkelanjutan, belajar secara berani “Let it go” terhadap orang yang harus Anda lindungi seumur hidup Anda. Meskipun menyaksikan orang yang Anda cintai itu membuat pilihan yang salah adalah salah satu hal yang paling sulit, namun, sebenarnya Anda memang tidak bisa mengontrol anak Anda, dan hal ini sudah dimulai sejak kelahirannya di dunia saat itu (kecuali Anda tidak pernah marah dan siuman saat ia menangis di tengah malam).

Anda bisa menghibur, memberikan dorongan semangat, mencurahkan kasih sayang, memberikan dukungan, saran dan bimbingan, namun pada akhirnya anak Anda tetap akan membuat pilihannya sendiri. Dan ketika ia merasakan bahwa Anda hanya ingin menjadi peran pendukungnya dan bukan sutradara dalam film, maka besar kemungkinan ia akan lebih condong pada pendapat dan pandangan Anda. (secretchina/jhn/yant)

Penulis: Kim Abraham dan Marney Studaker Cordner adalah pekerja sosial yang memiliki sertifikat bergelar master. Kim Abraham khusus mempelajari masalah emosional dan perilaku anak-anak, sementara Marney adalah spesialis kesehatan mental anak-anak, dan sebagai seorang konseling sekolah di wilayah Flint, Michigan, AS.

Share

Video Popular