Parenting, pendidikan anak, mendidik anak, pertumbuhan anak, membentuk karakter anak,

Periode kritis pembentukan karakter dan pengembangan kapasitas anak adalah sekitar usia 3 tahun, karena kemampuan menirunya pada tahap ini sangat kuat, ia akan menerima pendidikan dari sosok orang yang diikutinya, sehingga secara bertahap akan membentuk karakter yang sesuai.

Dalam proses pertumbuhannya, anak-anak akan mengalami tekanan dari berbagai aspek, hal ini justru untuk meningkatkan berbagai kebutuhan serta kemampuan individu dalam proses pertumbuhannya. Dan apa yang harus ditanamkan ke dalam otak (pikiran) anak-anak dalam proses pertumbuhannya itu ? Psikolog pendidikan menderetkan 7 item terkait berikut ini :

1. Pendidikan bahasa (anak-anak perlu belajar bahasa)

Saat bayi dilahirkan, kebutuhan yang paling mendesak untuk dipelajari adalah bahasa. Tak lama setelah lahir, orangtua akan memeluk si buah hati dan berbicara dengannya, sebenarnya ini adalah cara mengajarinya bahasa. Belajar bahasa ibu, bagi anak-anak pada umumnya, tidaklah menjadi masalah. Bagi anak-anak normal, belum genap usia 6 tahun, sudah bisa menggunakan bahasa ibu untuk mengatasi berbagai situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Selain bahasa ibu, anak-anak juga harus belajar salah satu bahasa asing, pertama tentunya bahasa internasional yakni bahasa Inggris. Fasih dalam dalam bahasa Inggris dapat memperluas wawasan dan meningkatkan batas atas prestasi seseorang. Belajar bahasa Inggris jelas sama mendesak dan pentinnya dengan belajar bahasa ibu.

Mengapa dikatakan mendesak ? Karena bahasa merupakan suatu kemampuan yang sangat unik, semakin dini belajar hasilnya akan semakin baik. sebaliknya jika agak terlambat, bukan hanya agak melelahkan tapi juga sulit untuk mencapai hasil belajar yang baik. Dan bagi anak-anak kecil, belajar multibahasa secara bersamaan, tidak akan saling mengganggu. Bagi mereka, setiap jenis bahasa itu adalah bahasa asing. Selain itu, bagi anak-anak, belajar bahasa itu adalah permainan, bukan PR sekolah.

2. Pendidikan pengetahuan (anak-anak perlu mengetahui lingkungan hidup)

Anak-anak akan merasa penasaran terhadap orang, hal ihwal dan fenomena yang dijumpainya atau segala sesuatu yang terkontak dengannya. Untuk awalnya, bila anak-anak sudah bisa membedakan atas sesuatu itu juga sudah cukup : ini adalah ibu, itu ayah, itu adalah paman, dan itu adalah bibi, ; ini meja, itu adalah kursi, dan itu adalah tempat tidur ; ini mobil, dan itu adalah kereta api, sedangkan itu adalah pesawat terbang, dan itu adalah kapal…… Secara perlahan-lahan anak-anak pun tumbuh dewasa, dan pengetahuan terhadap lingkungan sekitar juga semakin banyak .

Rasa ingin tahu anak-anak itu sangat besar. Malah ada anak-anak yang belum mengenal dengan baik lingkunga rumahnya, sekolah dan negaranya, sudah ingin mengetahui tentang Bumi dan alam semesta. Anak-anak juga akan merasa penasaran tentang masa lalu dan masa depan, penasaran dengan buaya dan ular piton di hutan, juga penasaran kenapa harus menggunakan mikroskop baru bisa melihat bakteri dan atom.

Pengamatan dan pemahaman anak-anak terhadap lingkungan itu belum sepenuhnya dan masih dangkal, untuk memahaminya lebih lanjut perlu bantuan orang dewasa, dan untuk memahaminya secara lebih mendalam lagi, maka harus duduk di bangku sekolah.

Semakin banyak anak-anak memahami tentang lingkungan hidupnya, ia akan semakin percaya diri. Bantu anak Anda secara terencana dan selektif mengamati dan memahami lingkungan hidup, berikan dorongan semangat padanya untuk membaca, anak-anak akan secara meyakinkan masuk ke dalam dunia orang dewasa.

3. Pendidikan kreatif (anak-anak perlu mengembangkan dunia imajinasi)

Sepanjang hari anak-anak bermain dengan mainannya, tapi tidak merasa kesepian, kenapa? Karena dia tidak merasa mainan itu benda mati, dia merasa mainan itu temannya, sama seperti dirinya, bisa merasa lapar, haus, menangis atau tertawa. Saat Anak-anak membaca cerita dongeng, atau mendengar cerita dongeng dari orang dewasa, dengan cepat ia terbenam ke dalam alur cerita tersebut, dan tokoh dalam cerita itu adalah dirinya sendiri, atau sahabat baiknya. Bagi anak-anak, cerita dongeng itu bukan khayalan, tapi kisah nyata yang sesungguhnya.

Khayalan adalah dunianya anak-anak. khayalan anak-anak bukan merupakan bentuk pelarian. Tetapi, dari dalam permainan itu, anak-anak belajar bahasa, belajar memahami lingkungan, belajar bagaimana bertingkah laku dalam masyarakat dan menangani sesuatu. Khayalan memiliki makna penting terhadap pertumbuhan anak-anak

Fantasinya anak-anak adalah impian umat manusia. Khayalan merupakan awal dari penciptaan dan penemuan. Anak-anak dengan responsif lambat dunia fantasinya sangat sempit. Fantasinya anak-anak, perlu didorong dan dipicu dari orangtua. Jelaslah, bahwa dengan banyak membaca cerita dongeng, dapat memperkaya dunia fantasi anak-anak dan meningkatkan kemampuan imajinasi anak-anak.

4. Pendidikan karakter (anak-anak perlu belajar bagaimana bertingkah laku dan menangani sesuatu)

Bagaimana berhubungan baik dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan, ini adalah cara bertingkah laku kita. Bagaimana menjalankan sesuatu pekerjaan, agar dapat dengan mudah mencapai tujuan, ini adalah cara menangani. Jika kita tahu bagaimana bertingkah laku dan menangani sesuatu dengan baik, ia gembira, orang lain juga akan senang. Sebaliknya, jika tidak paham cara bertingkah laku dan menangani sesuatu dengan baik, ia kecewa, orang lain juga akan kecewa tentunya.

Sulitkah bergaul dengan diri sendiri ? tentu saja, banyak orang dewasa sampai yang tua tidak tahu bagaimana berhubungan baik dengan diri sendiri, bukan saja orang lain tidak suka dengannya, bahkan kita sendiri tidak suka dengan diri kita. Orang yang tidak suka dengan diri sendiri itu menunjukkan ia tidak bisa bergaul dengan dirinya.

Tidak mudah memang bisa bergaul baik dengan orang lain. Saat melakukan sesuatu atau berbicara, kita jarang memikirkan orang lain, di dunia orang dewasa, hal ini bisa kita saksikan di mana-mana. Sosok orang seperti ini tidak membenci dirinya sendiri, tetapi yang lain pasti tidak akan suka dengannya.

Lebih sulit lagi berhubungan baik dengan lingkungan. Karena jika ada keluhan, lingkungan tidak akan segera merespon, tidak akan segera memperlihatkan ketidaksenangannya. Saat mengetahui lingkungan itu tidak senang, anda nyaris tidak sempat lagi untuk menyesal. Membuang sampah sembarangan, menebang pohon semaunya, tidak menghemat pengunaan air, listrik, kertas dan sebagainya. Semua ini merupakan tindakan yang bertentangan dengan lingkungan.

Saat bersama dengan seseorang, akan tak terhindarkan terjadi bentrok, apakah saat bermain game, atau di tempat kerja dan sebagainya. Kapan sebaiknya bertahan dengan pandangan sendiri, kapan sebaiknya mengalah, bagaimana cara mengalah dan seberapa besar bila memang harus mengalah. Ini adalah keputusan yang sulit. Saat melakukan satu hal, dimana jika pekerjaan itu murni hanya bersifat pribadi, tidak ada salahnya kerjakan dengan tekun, dan abaikan saja orang lain. Tapi jika hal itu melibatkan orang lain, maka Anda harus mempertimbangkan bagaimana perasaan, pemikiran atau pun ucapan orang lain. Inilah letak kesulitannya bagaimana kita bertingkah laku dan menangani sesuatu itu dengan baik tanpa melukai perasaan orang lain.

Terkait bagaimana cara bertingkah laku dan menangani sesuatu itu akan semakin membayangi (mengganggu) anak-anak seiring dengan bertambahnya usia. Selaku orangtua, sejatinya membantu anak-anak, ajari mereka tentang tata cara bertingkah laku dan menangani segala sesuatu itu dengan baik dan bijak.

5. Pendidikan profesi (karier) (anak-anak perlu mengenal roda kehidupan)

Anak-anak akan tumbuh dewasa, hingga pada saatnya akan menjadi orang dewasa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri. Karena itu, saat masih kanak-kanak, sebaiknya perbanyak mengenal tentang kehidupan yang berbeda, ini bukan pemikiran secara filosofis, melainkan kebutuhan yang aktual.

“Apa yang akan saya lakukan setelah kelak dewasa ?” Dalam mengenal roda kehidupan, anak-anak mengetahuinya dimulai dari film kartun TV, cerita dongeng dan buku komik. Tokoh dalam cerita adalah obyek yang paling awal dikenal dan ingin ditiru oleh anak-anak, sementara petualangan dan pengalaman unik yang dialami sang tokoh dalam alur cerita adalah perjalanan hidup paling awal yang ingin dirasakan anak-anak.

Setelah anak-anak duduk di bangku sekolah, tokoh besar dalam pelajaran terkait : ilmuwan besar, seorang jenderal besar, seniman besar, seorang negarawan besar ……adalah obyek lain yang dikenal anak-anak dan ingin ditiru oleh mereka.

Saat setelah anak-anak menetapkan beberapa target terbatas yang ingin diraihnya. Jelaslah, bahwa orangtua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kepada anak-anak : ada banyak jalan dalam perjalanan hidup, setiap jalan itu harus dilewati dengan sungguh-sungguh, dan dalam perjalanan hidup itu ada banyak tempat yang mengesankan dan menyentuh perasaan. Apa yang disebut bahwa “setiap bidang pekerjaan itu akan menghasilkan prestasi yang mengagumkan bila dilakukan dengan tekun dan sungguh-sungguh” Itulah maknanya.

6. Pendidikan ideologis (anak-anak perlu mengembangkan kepandaiannya)

Ada orang yang telah mengumpulkan banyak pengalaman, tetapi mereka tidak memperoleh hikmah (pelajaran) dari pengalaman itu , ada yang telah banyak mengecap bangku sekolah, tetapi mereka tidak mendapatkan hasil dari pengetahuan yang dipelajarinya, ada yang mendapatkan informasi dari berbagai pihak, tetapi mereka tidak bisa menganalisa dan memutuskan, ada yang menampakkan diri di hadapanya, namun, ia tidak bisa membaca maknanya. Sosok orang seperti ini, dapat dikatakan kurang pandai.

Apa itu inteligensi ? Singkatnya, inteligensi itu menciptakan hal-hal baru, kemampuan untuk menciptakan pandangan baru. Dia tidak hanya bisa lebih cepat dari orang lain membaca makna yang berbeda dari pengalaman, bentuk luar, pesan atau pengetahuan seseorang, tapi mampu mengembangkan teknologi, temuan, karya, dan ide-ide baru dari dalamnya.

Kreativitas adalah ekspresi dari kepandaian. Banyak orang yang menganggap bahwa kepandaian itu adalah berkah. Ya, memang ada yang lebih kreatif daripada yang lainnya dan ia dianggap pandai. Namun, kepandaian itu sebagian besar adala hasil latihan setelah lahir. Sama dengan kemampuan berbahasa, melatih kecerdasan anak-anak, bukan saja harus di mulai sejak awal, tapi juga sejak dini.

Membimbing anak-anak bagaimana mengamati sesuatu. Saat menemukan sesuatu yang berbeda, pandangan dan cara kerja yang tidak sama dengan orang lain, berikan dorongan (semangat) padanya untuk mengungkapkan dan melakukannya , lalu lebih lanjut, melatih pandangannya, menggulingkan cara kerja individu dan orang lain, kemudian mengarahkannya untuk mencoba mengembangkan pandangan dan metode baru.

Melatih kepandaian anak, tentu saja harus dimulai dari kecil hingga besar, mulai dari yang mudah sampai ke tingkat yang sulit. Berikan dorongan dan pujian pada anak-anak jika mereka menemukan sesuatu (ide), karya, atau mendapatkan hasil, meski itu kecil sekalipun. Prestasi anak yang yang mendapatkan pengakuan merupakan sumber kekuatan pendorongnya untuk terus berupaya.

7. Pendidikan kepribadian (anak-anak perlu mengembangkan rasa humor)

Pertunjukan jenaka kerap dianggap sebagai lelucon. Mereka yang pintar meramu kata-kata lucu, pandai melucu, dan orang yang pintar menyindir, sering dipandang sebagai orang yang memiliki rasa humor. Meskipun semua ini sedikit bersentuhan dengan rasa humor, namun masih tidak bisa secara tepat menjelaskan apa itu rasa humor.

Apa rasa humor itu ? Rasa humor adalah kemampuan untuk mengembalikan suasana hati menjadi tenang, efek dari rasa humor terhadap seseorang, sama seperti efek per untuk mobil dan pesawat. Dengan adanya perangkat per, mobil baru bisa melaju di atas jalan yang tidak rata, goncangan turun naik tidak terlalu keras ; sementara pesawat baru bisa mendarat stabil dan tidak akan terjatuh rusak (saat membuka roda utk mendarat) dengan adanya perangkat per tersebut.

Rasa humor adalah pelumas sekaligus pendingin baik terhadap individu atau orang lain, Ketika Anda merasa tertekan atau fanatik terhadap hal-hal tertentu, rasa humor akan menenangkan emosi Anda, dan kembali ke suasana tenang. Rasa humor merupakan kepribadian paling luhur seseorang, adalah taraf tertinggi dalam perjalanan hidup seseorang. Lalu bagaimana mengembangkan karakter ini?

Sama seperti dengan mengembangkan kepandaian, dapat diperoleh dari pelatihan. Melatih sejak kecil, dimulai dari pelatihan sederhana ; banyak membaca, mengamati, berpikir adalah isi dari pelatihan itu. Rasa humor adalah sikap dalam hidup seseorang, oleh karena itu harus ditempa sejak kecil ; anak-anak yang selalu tegang akan menjadi tegang juga setelah kelak tumbuh dewasa. Sikap hidup seseorang itu sangat sulit diubah setelah terbentuknya karakter pribadi.( Jhn/Yant)

Share

Video Popular