Saat anak-anak masih kecil, orangtua selalu memberi biskuit, permen sebagai hadiah, dan itu terbukti efektif. Namun seiring dengan bertambahnya usia, makanan-makanan kecil itu tidak bisa lagi membuat anak-anak menurut apa kata orangtua. Lalu bagaimana sebaiknya orangtua memberi hadiah pada anak-anak yang tumbuh semakin besar itu ?

Ahli terkait mengatakan, anak-anak suka dengan hadiah, apalagi anak-anak yang berusia lebih belia. Penggunaan hadiah secara efektif bisa membantu orangtua mencapai berbagai tujuan. Tapi bagaimana memberikan penghargaan (hadiah) itu adalah suatu pengetahuan juga. Ketika memberikan hadiah, pastikan untuk menjelaskan kepada anak-anak mengapa memberikan hadiah. Selain itu, pemberian hadiah harus diberikan segera sesuai dengan perilaku baiknya, jika selang waktunya semakin lama, maka efeknya akan semakin buruk.

Jelaskan pada anak-anak alasan pemberian hadiah padanya

Alasan pemberian penghargaan atau hadiah sejatinya ditujukan pada sesuatu hal dan tindakannya secara konkret, bukan pada orangnya. Misalnya, katakan padanya, “Hari ini kamu membantu ibu merapikan kamar. Ini menunjukkan kamu bisa melakukan hal yang mampu kamu lakukan. Ibu sangat gembira, malam ini ibu akan bikin masakan kesukaanmu.”

Berikan hadiah sesegera mungkin sesuai dengan kelakuan baiknya

Setelah perilaku baiknya anak-anak itu segera berikan penilaian dan pengakuan, dengan begitu dapat meningkatkan taraf perhatian anak atas perilaku baiknya, dan meningkatkan efek pemberian hadiah tersebut.

Selektif memilih hadiah sesuai dengan usianya

Anak-anak masih balita lebih cocok dengan hadiah materialitas, yaitu penguatan bersifat konsumsi dan sebagainya, Seiring dengan bertambahnya usia anak-anak, orangtua sebaiknya perbanyak menggunakan penguatan sosial, misalnya pujian, pelukan dan sebagainya.

Membuat sistem penghargaan individual pada anak-anak

Orangtua harus memahami apa sebenarnya yang disukai anak-anak. Barang penyemangat apa saja yang sesuai untuk anak-anak. Sebagai contoh, memberikan hadiah berupa sekotak cat minyak untuk anak-anak yang suka melukis, memberikan hadiah berupa seperangkat buku favorit bagi anak-anak yang suka membaca dan sebagainya. Selain itu, perlu secara berkala mengubah hadiah, jika tidak akan dengan cepat kehilangan efektivitasnya.

Ketika memberikan pujian, jelaskan bahwa fakta jauh lebih baik daripada basa basi

Jangan secara samar-samar berkata pada anak-anak “Kamu memang hebat” tapi harus menggambarkan fakta yang sebenarnya, dan pujian yang terarah. Sebagai contoh, “Tulisan kamu sangat rapi, teratur dan inah,” “Pidato kamu tidak saja sempurna tapi juga sangat dalam (makna),”dan bentuk pujian lainnya.

Secara bertahap mengurangi jumlah pemberian hadiah, dan menggantinya dengan penghargaan lain (pujian yang member semangat)

Dari makanan sebagai pemberian penghargaan menjadi pujian lisan. Secara perlahan-lahan, sampai tidak perlu lagi memberikan penghargaan, anak-anak juga sejatinya bisa menjaga perilaku baiknya. Sehingga dengan demikian, baru bisa benar-benar mengembangkan efek dari pemberian penghargaan (hadiah) tersebut. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share

Video Popular