Merawat dan membesarkan anak adalah pekerjaan yang paling indah di dunia. Namun, juga hal yang sulit bagi semua orangtua. Terkadang, anak yang mempunyai prilaku yang sulit diatur dan dikendalikan. Terutama anak hiperaktif (ADHD), orangtua sering kewalahan menghadapi anak yang tidak lazim ini. Namun, para orang tua juga sering mengabaikan untuk menggali dan mencari sumber masalah serta penyebab dari perilaku anaknya yang hiperaktif tersebut.

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah satu kondisi yang sangat umum di antara anak-anak kecil dan dapat bertahan sampai usia dewasa. Gejala dari Anak-anak yang terkena ADHD yakni anak sulit berfokus terhadap sesuatu, tidak bisa diam, dan mempunyai masalah dalam belajar serta sulit berkonsentrasi di sekolah.

Berikut, ada beberapa cara mengasuh anak hiperaktif dikutip dari naturalpapa, yang dapat Anda jadikan pedoman.

Tenang dan sabar

Salah satu kunci utama untuk mengasuh anak yang memiliki ADHD adalah menjaga ketenangan, kesabaran dan tidak terpancing oleh segala perilakunya yang berlebihan.

Jika Anda selalu gelisah setiap kali anak Anda gagal untuk memenuhi harapan Anda, maka pikiran Anda juga dapat mempengaruhi jiwanya. Pastikan Anda dapat bersabar, ketika berhadapan dengan segala sifat dari anak tersebut. Dengan demikian, Anda dapat menghindari tuntutan yang tidak realistis padanya.

Cobalah fokus pada hal positif yang berhasil dicapainya. Sebagai contoh, jika anak Anda tidak membersihkan kamarnya sendiri, Anda sebaiknya tidak memarahi dan menyalahkannya. Anda dapat mengatakan “ Mama bangga adek selesai mengerjakan semua tugas dengan baik. Hanya membersihkan kamar adek yang tesisa.” Dengan demikian, Anda dapat memberi motivasi dan menambah semangat padanya, bukannya sebuah ancaman padanya.

Kegiatan yang terstruktur

Pastikan Anda mengatur rutinitas kegiatan sehari-hari anak sesuai jadwal waktu yang telah Anda tetapkan ( seperti waktu untuk belajar, bermain, makan maupun tidur ) dan tidak menyimpang dari jadwal yang ada.

Perlu diingat : Anda sebaiknya tidak membebani anak Anda dengan banyak kegiatan, yang dapat mengganggu ketenangan pikirannya.

Anda juga harus menerapkan kegiatan yang jelas dan mudah dipahami dan disiplin. Ini bermanfaat untuk mengajarkan anak Anda dalam mempertahankan struktur kegiatan dan tingkat yang sama dalam hidupnya .

Mendukung kegiatan olahraga

Manfaat dari kegiatan olahraga dapat meningkatkan kesejahteraan fisik juga berperan terhadap keserasian emosional dan mental.

Untuk anak-anak dengan ADHD khususnya sangat baik rutin berolahraga, karena dapat menjadi sarana yang tepat untuk mendapatkan energi yang ekstra, sehingga dapat lebih terkosentrasi pada kemampuan juga gerakannya dalam berolahraga.

Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan suasana hati (dimana tubuh akan melepaskan hormon endorfin/hormon bahagia), memastikan tidur yang baik dan memberikan kontribusi untuk perkembangan otak anak.

Pastikan dalam jadwal kegiatan anak Anda dengan kegiatan berolahraga selama satu jam setiap harinya. Mintalah anak Anda untuk memilih olahraga yang disukainya dan memasukan ke club dengan olahraga yang disukainya.

Menetapkan aturan dasar

Anda disarankan sebaiknya dapat menetapkan aturan dasar bagi anak dengan ADHD. Hal ini penting, dengan harapan dapat membentuk prilaku anak yang baik dan normal seperti anak lainnya.

Cara mudah untuk mengingatkan aturan dasar bagi anak Anda dengan menulis dan menempelkannya di balik pintu kamar anak Anda. Dengan demikian, anak Anda dapat melihat,mengingat dan melaksanakannya setiap harinya.

Perlu diingat : Berilah pujian pada anak untuk menambah semangat, sehingga anak Anda tahu bahwa Anda menghargai segala usaha baiknya.

Membangun kemampuan sosial Anak

Seringkali anak-anak dengan ADHD dijauhi oleh teman – temannya karena mereka “berbeda”. Baik itu dalam sikap mereka, kemampuan berbicara atau pemahaman mereka tentang isyarat-isyarat sosial, mereka sering dianggap aneh oleh anak-anak yang lain dengan usia yang sama.

Inilah sebabnya mengapa anak-anak dengan ADHD ini sulit untuk berinteraksi dan berteman dengan anak seusianya, terutama sejak masih kecil.

Untuk membantu anak Anda dalam meningkatkan kemampuan sosialnya sejak usia dini, cobalah bermain peran skenario sosial yang umum dengannya.

Anda juga dapat membuat kegiatan yang dapat dilakukan secara bersama dengan anak-anak lain yang mempunyai minat yang sama seperti anak Anda. Dengan demikian, Anda juga dapat melatih prilaku sosial yang baik dan mencegah timbulnya tanda – tanda kekerasan dari anak Anda nantinya.

Perlu diingat, tentu akan ada banyak kendala dalam perjalanan mengasuh anak- anak Anda, sehingga Anda juga dapat saling belajar dan tumbuh bersama sampai anak dewasa. (Anai/Yant)

Share

Video Popular