Menurut ‘Harian Independen’ Inggris bahwa keluarga dari remaja Honduras hamil yang sudah sehari dikubur itu merasa yakin mendengar dari dalam pusara, suara jeritan minta tolong. Ia kemudian mengerahkan anggota lainnya untuk secepatnya membongkar pusara yang terbuat dari beton untuk menyelamatkan remaja itu.

Dari rekaman gambar video terlihat, anggota famili dari Neysi Perez, nama remaja itu sedang membongkar pusara beton. Laporan ‘Harian Independen’ juga menyebutkan bahwa kaca jendela yang berada di bagian atas dari peti jenasah itu terlihat sudah pecah, jari dari remaja itu pun terluka dan berdarah.

Keluarga Perez segera melarikan remaja itu ke rumah sakit, namun petugas menemukan ia sudah tidak memiliki tanda-tanda hidup sehingga tidak mampu menyelamatkan jiwanya. Neysi Perez yang sudah hamil 3 bulan itu lalu dibawa lagi ke pusaranya untuk dikubur kembali.

Menurut laporan, saat suaminya Rudy Gonzales mendatangi pusara untuk berdooa, tiba-tiba mendengar suara seperti memukul-pukul peti jenasah dari dalam. Neysi dikubur dengan mengenakan gaun pengantin karena mereka tak lama melangsungkan pernikahan.

“Ketika saya meletakkan tangan di atas pusaranya, saya mendengar suara permintaan tolong dari dalam. Saya mendengar ada suara yang memukul-pukul peti jenasah kemudian suara jeritan minta tolong,” kata Rudy memberitahu TV Honduras ‘Primer Impacto’.

“Kita sudah menguburnya selama 1 hari. Saya hampir tidak bisa percaya. Kegembiraan dan harapan langsung muncul dalam hati pada saat itu,” tambahnya.

Ibu dari almarhumah Maria Gutierrez mengatakan bahwa ia merasakan tubuh putrinya itu masih hangat saat dirabanya.

Kepada ‘Primer Impacto’ ia mengatakan, “Kita semua sangat gembira. Menyaksikan kembalinya Neysi yang sudah dinyatakan meninggal. Orang-orang sekeliling semua mengatakan Neysi hidup lagi. Kita semua sangat gembira, dan saya pun percaya bahwa putri ku ini pasti bisa hidup lagi”.

Gutierrez percaya putrinya itu besar kemungkinan belum meninggal ketika dikubur untuk yang pertama kalinya. Neysi Perez terlihat jelas mengalami panik yang luar biasa, ketika dari dalam mulutnya keluar busa orangtuanya mengira ia kerasukan lalu memanggil dukun untuk mengusir setan dari dalam tubuhnya.

Setelah tubuh Neysi lemas hilang denyutan nadi ia baru dilrikan ke rumah sakit. Di sana, dokter menyatakan Neysi telah berpulang ke rahmatullah. Kemudia ia dikubur oleh keluarganya setelah serangkaian upacara pemakaman.

Dokter percaya bahwa Neysi mungkin mengalami jantung berhenti berdetak atau kematian mendadak karena stress atau ekstrem ketakutan yang menyebabkan otot berfungsi tidak normal. (Secretchina/ Xu Jiadong/sinatra/rmat)

https://www.youtube.com/watch?v=mrwhxt0T-rg

Share

Video Popular