Setelah ledakan dahsyat Tianjin, situasi politik di RRT segera memanas, kubu Xi Jinping terus melontarkan pernyataan keras, opini publik RRT juga terus melontarkan sinyal terhadap Jiang Zemin, disaat yang sama dua orang pejabat penting dari kubu Jiang dituntut secara terbuka. Pakar masalah Tiongkok berpendapat, ledakan dahsyat Tianjin membuat masalah sosial masyarakat Tiongkok yang terpendam sekian lama ini meletus ke permukaan dan mendobrak pintu perubahan Tiongkok mendatang.

Setelah Ledakan Tianjin, Xi Jinping Menohok Jiang Zemin Bertubi-tubi

Kurang dari 10 hari setelah ledakan Tianjin, situasi politik di RRT langsung memanas. Pada 21 Agustus, mantan Kepala Kantor 610 PKT (Partai Komunis Tiongkok) yang merangkap sebagai wakil Menteri Keamanan Publik yakni Li Dongsheng, beserta wakil gubernur propinsi Hainan yakni Ji Wenlin telah dituntut. Li Dongsheng adalah orang kepercayaan Zhou Yongkang (divonis seumur hidup pada Juni lalu), sedangkan Ji Wenlin adalah mantan sekretaris Zhou Yongkang, keduanya adalah pejabat dari faksi Jiang yang aktif menyertai Jiang Zemin dalam aksi penindasan terhadap Falun Gong.

Pada 18 Agustus, Kepala Biro Pengawasan Keselamatan Produksi Nasional PKT yang pernah menjabat sebagai wakil walikota Tianjin bernama Yang Dongliang dicopot dari jabatannya. Menurut nara sumber, dulu Yang Dongliang dipromosikan oleh Zhang Gaoli (salah 1 dari 7 anggota Komisi Tetap Politbiro Pusat PKT) dari wakil walikota sampai menjadi anggota Dewan Tetap Komisi Kota.

Malam 12 Agustus saat kejadian ledakan Tianjin, Yang Dongliang membawa timnya pergi ke Tianjin. Pada 15 Agustus ketika beredar berita Xi Jinping menginstruksikan agar ruang gerak Jiang Zemin beserta putranya dan juga Zeng Qinghong dikendalikan, Yang juga ikut diintrogasi.

Pakar masalah Tiongkok bernama Li Tianxiao yang menjabat sebagai dosen ilmu politik di Columbia University AS menilai, ditangkapnya Yang Dongliang mungkin berawal dari pemeriksaan mengenai pelanggaran keselamatan produksi berubah menjadi kejahatan pidana, dan Yang mungkin terlibat didalamnya. Selama itu, selain pejabat dari kubu Jiang dilengserkan satu persatu dan dieksekusi, satu demi satu tokoh agama, juga kalangan Qigong (dibaca: Chi Kung, senam meditasi) yang memiliki relasi erat dengan Jiang Zemin juga mengalami masalah.

Pada 20 Agustus, Master Wang Lin yang dianggap sebagai “suhu nasional” bagi mantan petinggi PKT Jiang Zemin ditangkap karena kasus pembunuhan. Pada 21 Agustus, media RRT memberitakan Kejaksaan Tinggi telah memproses 6 tuntutan kejahatan terhadap Shi Yongxin (kepala Biara Shaolin) yang diadukan oleh Shi Yanlu dan kawan-kawan. Shi Yongxin dipromosikan oleh Zhao Pucu ketika masih menjabat sebagai Ketua Asosiasi Agama Buddha PKT, keduanya berkali-kali memfitnah Falun Gong, dan bersama Jiang Zemin ikut menindas Falun Gong.

Di hari yang sama, sebuah batu prasasti raksasa di Gerbang Selatan Sekolah Partai Pusat PKT di Beijing yang bertuliskan karya kaligrafi Jiang Zemin dibongkar paksa. Hari kedua yakni 22 Agustus, situs Sino memberitakan peristiwa itu. Disaat yang sama, di berbagai situs internet di RRT beredar luas kumpulan foto mengenai “Jiang Zemin telah dicekal”.

Berbagai opini juga terus menerus melontarkan berita dan komentar mengenai Jiang Zemin. Pada 16-17 Agustus, Xi Jinping dan Li Keqiang melontarkan pernyataan sikap keras terhadap tragedi Tianjin dan menuntut agar diusut tuntas; Komisi Disiplin Pusat PKT yang dipimpin oleh Wang Qishan terlihat bergerak cepat, dan menyatakan “tidak seorang pun yang akan luput dari pemeriksaan”; media massa pemerintah mengeluarkan pernyataan “Bahkan Zhou Yongkang pun diusut tuntas, tragedi Tianjin tak perlu ditutup-tutupi”.

Pada 19 Agustus, media PKT memuat artikel yang menyebutkan, saat ini pelaksanaan reformasi telah menyentuh berbagai sektor mulai dari politik, ekonomi, sosial masyarakat, militer, diplomatik dan berbagai masalah lainnya, besarnya kesulitan dan banyaknya hambatan, kekuatan yang tidak selaras dengan reformasi serta menentang reformasi sangat beringas dan misterius, mungkin sulit untuk dibayangkan. Komentar berpendapat, “kekuatan anti reformasi” disini sepertinya mengarah pada Jiang Zemin, di dalam internal PKT sedang berfermentasi suatu badai politik maha dahsyat.

Letusan Masalah Keamanan Sosial Tiongkok

Sejak ledakan Tianjin 12 Agustus lalu, di RRT terjadi lagi 7 ledakan yang berujung kebakaran, 3 di antaranya adalah ledakan pabrik kimia, dan 2 kasus adalah kebakaran gudang mercon yang mengakibatkan ledakan.

Ini menunjukkan meskipun ada aturan jelas dari Biro Pengawasan Keamanan Nasional bahwa produk kimia bersifat bahaya berskala sedang dan besar harus memilih lokasi yang jauh dari perkotaan dan pemukiman penduduk, harus menjaga jarak dengan bangunan publik di sekitarnya setidaknya 1000 meter. Tapi pemilihan lokasi tidak tepat bagi pabrik dan gudang kimia berbahaya, pengawasan keselamatan pelabuhan yang banyak kebocoran, demi kepentingan pribadi pejabat setempat sama sekali tidak mempertimbangkan keselamatan warga sekitarnya.

Menurut informasi, pemerintah telah mengurutkan sebanyak lebih dari 7500 pabrik kimia untuk diperiksa, dan didapati hampir 2500 pabrik berada di lokasi pemukiman yang padat penduduk.

Setelah ledakan, pihak luar mendapati kaca jendela dari bangunan pemukiman yang pecah akibat gelombang kejut ledakan bukan terbuat dari kaca pengaman, menyebabkan banyaknya warga terluka, hal ini mengungkap pelanggaran pembangunan properti dan lemahnya pengawasan pemerintah. Setelah kejadian, para pemilik rumah berunjuk rasa menuntut pemerintah agar membeli kembali rumah di sekitar lokasi ledakan, namun justru digebuk oleh polisi, para kelas menengah ini pun seketika terlantar menjadi pengaju petisi, dan baru menyadari tanpa adanya jaminan demokrasi, siapapun ada kemungkinan menjadi korban.

Li Tianxiao mengatakan, ledakan Tianjin telah mengungkap satu sudut kelemahan sistem sosial masyarakat, korupsi, dan konspirasi politik di bawah pemerintahan PKT.

Terbukanya Pintu Perubahan Tiongkok Di Masa Mendatang

Komentator politik Chen Pokong menyatakan, ledakan Tianjin kali ini telah mendobrak pintu perubahan RRT di masa mendatang, sekarang berbagai masalah keamanan sosial di RRT sedang meledak, sekarang adalah era besar, era dimana sudah waktunya Tiongkok menyelesaikan masalah fundamentalnya. Hanya dengan menyelesaikan dua masalah, Tiongkok baru akan dapat menemukan jalan keluarnya. Chen Pokong mengatakan, kedua masalah itu adalah masalah pembantaian Tiananmen dan masalah Falun Gong.

Chen Pokong mengatakan, duel antara Xi dan Jiang saat ini adalah duel paling sengit yang pernah terjadi, ini adalah akibat dari ulah Jiang sendiri yang terlalu banyak campur tangan urusan politik dan bermain di belakang layar. Ini dilakukan selain karena Jiang bernafsu mengejar kekuasaan dan kepentingan pribadi, terlebih lagi untuk mencegah perubahan dan pengadilan terhadap dirinya atas peristiwa Tiananmen dan penindasan Falun Gong. Selama 10 tahun Jiang Zemin mengawasi dan mengendalikan Hu Jintao, komisi politik dan militer adalah orang-orang Jiang, selama dirinya menjabat dan intervensi politik, Jiang telah mengangkat ratusan ribu pejabat tinggi dan menengah sebagai anteknya, dan memerintah dengan korup, Jiang memanfaatkan kejahatan bersama ini untuk menyandera para pejabat, sehingga berbagai masalah bermunculan di RRT.

“Tak terbayangkan oleh Jiang Zemin bahwa Xi Jinping tidak selemah Hu Jintao, apalagi ternyata Hu Jintao tidak hanya mundur sepenuhnya untuk memereteli intervensi Jiang, bahkan beraliansi dengan Xi Jinping, ditambah lagi dengan dukungan kekuatan sejumlah pejabat senior PKT yang tidak puas terhadap Jiang, terbentuklah kekuatan yang menandingi Jiang Zemin,” kata Chen.

Menurut analisa Chen Pokong, setelah ledakan Tianjin, sudah tidak ada lagi kompromi antara Xi dan Jiang. Arah masa depan sudah jelas, Xi Jinping tidak akan ragu lagi untuk menangkap Jiang Zemin, dan pasti akan memberikan pukulan mematikan terhadap Jiang. Setelah Jiang Zemin ditangkap dan kejahatannya diadili, maka perubahan pun akan terjadi di Tiongkok.

Li Tianxiao juga berpendapat, sekarang Xi Jinping mengutus Departemen Keamanan Publik untuk melakukan investigasi terhadap ledakan Tianjin, kemungkinan di balik kecelakaan ini terdapat unsur kesengajaan yang berujung pada tindak pidana. Kondisi dan memiliki motif seperti ini tidak akan bisa dilakukan oleh orang sembarangan, kemungkinan terbesar adalah dilakukan oleh orang dari internal PKT yang memahami situasi. Dilihat dari kekejaman kubu Jiang yang melakukan perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong dalam skala besar, maka akan sangat memungkinkan bagi mereka untuk menciptakan suatu kecelakaan yang dapat merenggut nyawa manusia dalam skala besar demi memojokkan Xi Jinping.

Terakhir, Li Tianxiao menambahkan, begitu Xi Jinping mengadili Jiang dengan kejahatannya, maka perubahan besar akan terjadi di Tiongkok. (Xie Dongyan/sud/whs/rmat)

Share

Video Popular