Keluarga adalah istana hati bagi setiap orang. Karena keluarga adalah tempat dimana kita dapat bebas menumpahkan segala isi hati kita, baik suka maupun duka. Namun, mengapa dalam keluarga sering terjadi perbedaan pemahaman antara anak dan orangtuanya ? Perbedaan pemahaman ini, sering terjadi khususnya antara anak perempuan dengan Ibunya sendiri. Tentunya, hal ini menimbulkan ketegangan emosional dan merusak hubungan kasih sayang, sehingga menimbulkan ketidakbahagiaan dalam kehidupan Ibu dan anak itu sendiri.

Menurut Psikolog, hal ini terjadi karena ada kesenjangan jarak generasi antara anak dan orang tua mereka,sehingga memperluas masalah yang ada.

Berikut beberapa cara dalam menyikapi, jika Anda memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan Ibu Anda, khususnya bagi anak perempuan,dikutip dari womanitely .

1. Jangan mendiamkan

Cara terbaik untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan dan memberikan tekanan mental pada seseorang adalah dengan mendiamkan mereka. Jika Anda berpikir bahwa dengan mendiamkan akan selalu membantu mencapai hasil yang Anda inginkan, maka Anda keliru. Tentu, ibu Anda juga tidak mau untuk berinteraksi dengan Anda juga. Dengan segala cara, Anda harus segera mengambil tindakan untuk menghentikan perang dingin ini.

Psikolog menyatakan bahwa tekanan mental ini, hanya dapat meningkatkan konflik dan menambah kebencian serta perasaan kesepian saja.

Anda harus ingat bahwa cepat atau lambat, Anda juga harus berkomunikasi dan bekerja sama kembali dengan Ibu Anda. Jika Anda benar-benar sayang dan menghargai Ibu Anda, maka Anda hendaknya tidak bersikap diam dan menutup komunikasi dengannya.

Cara “diam“ hanyalah cara dari orang-orang yang lemah. Anda disarankan sebaiknya saling berkomunikasi dan saling berbicara tentang masalah yang ada.

2. Tidak bersikap histeris

Tidak diragukan bahwa histeris adalah jenis cara berbohong yang ampuh. Namun, itu hanya berlaku untuk anak kecil saja. Jika tidak dapat menyelesaikan masalah, Anda tidak harus menangis di depan Ibu Anda. Cobalah untuk menenangkan diri dan melakukan kompromi atas masalah yang ada.

Jika dalam keadaan emosi memuncak lebih baik memilih untuk bersikap diam saja dan menunggu sampai perasaan sakit hati memudar dan menghilang dengan sendirinya. Ini akan membantu menurunkan perasaan histeris dan meningkatkan hubungan yang harmonis dengan Ibu Anda.

Selain itu, histeris yang berkepanjangan dapat menimbulkan pengaruh negatif pada kesejahteraan fisik dan mental, serta merusak kesehatan Ibu juga.

3. Hindari perkataan yang melukai perasaan

Kata atau ucapan adalah hal yang unik dan kuat, sehingga dapat memberikan pengaruh besar pada pikiran manusia. Jika sedang dalam konflik dengan ibu Anda, Anda harus berhati-hati atas ucapan Anda padanya.

Terkadang, perkataan Anda dapat menjadi obat mujarab pereda sakit hatinya atau malah senjata yang menyakitkan baginya.

Tentunya,setelah Anda menyadari kesalahan, dapat segera meminta maaf atas perilaku buruk Anda terhadapnya. Namun, kata-kata yang telah Anda ucapkan, dapat membuatnya terluka seumur hidupnya. Maka jika Anda sedang berselisih dengan ibu Anda, sebisa mungkin menjaga emosi dan perkataan Anda.

4. Jangan melibatkan anggota keluarga lainnya

Kadang dalam konflik keluarga akan melibatkan anggota keluarga yang lain guna mencari dukungan dan juga mencari solusi yang paling menguntungkan.Tapi keterlibatan mereka kadang malah memperburuk masalah yang ada. Akibatnya, masalah kecil antara Anda dan Ibu bahkan menjadi konflik keluarga yang berkepanjangan.

Jadi, jika Anda sedang berselisih dengan ibu Anda, tidak perlu melibatkan anggota keluarga yang lain untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Ini adalah pilihan bijak, dewasa dan kepribadian yang sukses, dan tidak membiarkan pertengkaran dan perselisihan merusak kebahagiaan anggota keluarga.

5. Meningkatkan hubungan komunikasi

Seberapa sering Anda berkomunikasi dengan ibu Anda? Para psikolog mengatakan bahwa komunikasi rutin dengan orangtua Anda adalah hal normal yang membuat orang tua bahagia.

Kurangnya komunikasi antara ibu dan anak perempuannya, dapat menciptakan hambatan emosional dan pemicu pertengkaran yang ada.

Jika Anda merasa Ibu bersalah, Anda sebaiknya dapat belajar untuk memaafkannya dan memberi kesempatan kedua, karena hidup ini sangat singkat. Perlakukan ibu Anda dengan hormat dan sepenuh hati, karena dia benar-benar layak untuk itu.

Ibu adalah sahabat yang bisa menjaga rahasia dan memberikan uluran tangan tanpa menunggu sesuatu sebagai balasannya. Kesenjangan Generasi bukan satu-satunya penghalang untuk komunikasi yang sehat dan efektif.(Anai/Yant)

Share

Video Popular